06 Agustus 2021

Minta KPPPA dan KPAI Data Yatim Piatu Dampak COVID-19, Bamsoet: Berikan Beasiswa Hingga Kuliah

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) segera mendata keberadaan anak yang kehilangan ayah, ibu atau bahkan keduanya akibat Covid-19.

"Selanjutnya, pemerintah menetapkan kebijakan melalui APBN dengan pemberian beasiswa sampai mereka menyelesaikan sekolah atau kuliah," ujar Bamsoet keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Bamsoet mengusulkan, KPPPA juga dapat bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan lembaga lainnya untuk memberikan pengawasan dan pendampingan kepada setiap anak yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19, khususnya pendampingan psikologi.

Baca Juga: Kutuk Keras Tarung Ilegal ‘Makassar Street Fighter’, Hetifah: Membahayakan Fisik dan Mental Pelajar

"Mengingat, hal ini diperlukan agar pendampingan pengasuhan anak tidak bertentangan dengan regulasi yang ada," terangnya.

Oleh karena itu, Bamsoet mendorong supaya KPPPA untuk segera menetapkan surat edaran kepada pemerintah daerah agar dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan perlindungan khusus anak pada masa pandemi Covid-19.

"Komitmen kemensos untuk memperkuat program-program bantuan yang selama ini diberikan kepada masyarakat tidak mampu, yatim piatu maupun masyarakat yang terdampak pandemi lainnya, untuk tetap disalurkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyatakan, setiap anak yang terdampak akibat pandemi Covid-19, tetap berhak mendapatkan perhatian pemerintah.

Baca Juga: Ramli Umasugi Nonaktifkan Hamzah Nurlili Dari Jabatan Ketua PD AMPG Provinsi Maluku

Negara wajib melindungi mereka dan memberi hak mereka untuk sehat dan bahagia, dan hidup mereka tidak terbebani setelah orang tua meninggal dunia. “Upaya pendampingan anak-anak itu tidak sekadar fisik, melainkan harus juga dari sisi psikis,” ujar pemerhati anak itu.

Dalam situasi pandemi seperti ini, menurut dia, perlu juga dibuat program hiburan agar anak-anak yang ditinggal atau terjangkit, tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena Covid-19 bisa tetap bermain.

“Buatlah anak-anak Indonesia agar tetap gembira dan bahagia, jangan dibebani dengan target kurikulum, terlebih jangan sampai sakit dan stres,” pungkasnya.

Baca Juga: Luar Biasa! Ramalan Menko Airlangga Benar-Benar Tepat, Ekonomi Indonesia Tumbuh 7,07 Persen

Sementara itu, Wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati mengatakan, keluarga besar harus diajak berunding mengenai masa depan anak yang kehilangan orangtua.

“Dalam hukum Indonesia, keluarga besar sampai derajat ketiga yang (seharusnya) mengambil alih soal perwalian,” kata Rita di Jakarta. {akurat}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet