07 Agustus 2021

Khawatir PPKM Level 4, Melki Laka Lena: Daerah Kadang Main Angka, Kebijakannya Jadi Tidak Benar

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menyoroti Pemerintah Daerah yang tidak terbuka terkait data kasus COVID-19. Hal ini, kata Melki, sempat dikeluhkan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Apalagi, di masa penerapan PPKM berdasarkan level, keterbukaan kasus dibutuhkan untuk menentukan kebijakan yang sesuai di masing-masing daerah.

"Kalau melihat kondisi saat ini di mana parameternya itu kan sudah sama-sama tahu, semua pihak tahu parameter apa yang diberikan untuk setiap status. Kedua, ketika dia ada pada status seperti yang kemudian terekam dari berbagai data, dia ada di level mana," kata Melki dalam diskusi ILUNI, Sabtu (7/8).

Baca Juga: Pinto Jayanegara Pimpin Satgas COVID-19 Dan Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Tinjau Gedung Vaksin Dinkes Kerinci

"Di titik inilah kadang-kadang Menkes sering bilang dengan kami juga di komisi IX, kata Menkes begini gara-gara kita membuat semacam ini, dia punya gambarannya kadang-kadang daerah tuh nakal," lanjut dia.

Politikus Golkar ini pun menduga permainan data ini ialah untuk membuat sebuah daerah seolah berada di zona hijau atau oranye. "Angka-angka yang dibuat kepala daerah sehingga daerah itu memang dia masih tanda kutip hijau atau maksimal oranye," ucapnya.

Menurut Melki, kemungkinan pemda khawatir daerahnya menerapkan PPKM Level 4 apabila membuka data corona secara terbuka. Namun, jika hal ini dibiarkan, Melki khawatir kebijakan yang diterapkan tidak tepat.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Ahmad Doli Kurnia: Golkar Fokus Tingkatkan Elektabilitas Airlangga

"Karena daerah justru khawatir kalau mereka gambarkan data apa adanya itu daerahnya kalau tiba-tiba ketahuan daerah banyak orang kena dan bermasalah itu langsung ditutup kan dengan PPKM level 4 itu," kata dia.

"Daerah kadang main-main angka juga. Nah kalau itu kita lakukan dengan terbuka ya memang susah akhirnya kita tidak pernah selesai dengan urusan melihat peta lapangan yang benar, melihat data sebenar-benarnya akhirnya kita kebijakannya juga tidak pernah benar," tutup Melki. {kumparan}

fokus berita : #Melki Laka Lena