07 Agustus 2021

Soal Calon Wagub Papua, Ahmad Doli Kurnia: Bicara Etis, Kursi Itu Milik Partai Golkar

Berita Golkar - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan jabatan Wakil Gubernur Papua sepeninggalan almarhum Klemen Tinal adalah miliknya Partai Golkar Papua.

“Kalau bicara etis, yah, kursi (Wagub Papua) itu milik Partai Gokar,” kata Tandjung menjawab pertanyaan Tribun-Papua.com di sela kegiatannya di Kantor DPD Golkar Papua, Kota Jayapura, Sabtu (7/8/2021).

Namun, kata Tandjung, pihaknya menghormati apa yang menjadi keinginan Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan kesempatan kepada partai politik (parpol) yang tergabung dalam partai Koalisi Papua Bangkit Jilid II untuk mengusulkan calon masing-masing.

Baca Juga: Emas Olimpiade Greysia/Apriyani, Doa Aburizal Bakrie Yang Terkabul

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menyerahkan bingkisan kepada peserta vaksin di halaman kantor DPD Gokar Papua, Sabtu (7/8/2021).

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menyerahkan bingkisan kepada peserta vaksin di halaman kantor DPD Gokar Papua, Sabtu (7/8/2021). (Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin)

“Bagi kami (Golkar) tidak masalah, itulah proses demokrasi. Namun, kami tetap pada pendirian bahwa tolong komitmen dari awal ini dihargai untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan masyarakat Papua,” tegasnya.

Baca Juga: Kreatif Dan Suka Bernyanyi? Ikuti Lomba Lagu Kemerdekaan Golkar Kepri Berhadiah Rp.17 Juta

Komitmen awal, katanya, sudah dibangun pada 2013 silam di mana Lukas Enembe dan Klemen Tinal maju bersama untuk mencapai kursi Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan rakyat.

“Komitmen ini pun berlanjut hingga periode kedua, namun sayang, pak Klemen Tinal lebih dulu dipanggil Tuhan. Untuk itu, kami tegaskan, komitmen ini jangan sampai diabaikan,” tukasnya.

Disinggung apakah Partai Golkar siap menerima konsekwensi jika dua nama (Paulus Waterpauw dan Jhon Tabo) tak dipilih Gubernur Lukas Enembe, kata Tandjung, setiap keputusan haruslah ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik.

Baca Juga: Anggota Fraksi Golkar DPRD Cianjur, Sapturo Meninggal Dunia Karena COVID-19

“Ada nanti mekanisme yang berlaku, kami akan perjuangkan itu. Menurut saya, proses ini masih panjang karena ada prinsip-prinsip yang harus dilalui baik aturan UU, PP, Permen dan tentunya prinsip etis dan moral yang harus dipenuhi dan disepakati bersama,” jelasnya. {papua.tribunnews}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia