07 Agustus 2021

Milenial Kurang Paham Makna Pancasila, Bamsoet: Bisa Jadi Bom Waktu Nasionalisme

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia di Malaysia (PPI Malaysia) secara virtual hari. Dalam kesempatan itu, Bamsoet menyampaikan pasang surut dan dinamika sejarah bangsa Indonesia.

Menurutnya, menjelang 76 tahun kemerdekaan, Indonesia telah menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di tengah keberagaman. Salah satunya terkait tantangan implementasi Pancasila dan nasionalisme bagi generasi muda.

Survei CSIS mencatat masih ada sekitar 10% generasi milenial yang setuju mengganti Pancasila dengan ideologi lain. Kemudian, survei Komunitas Pancasila Muda pada akhir Mei 2020 mencatat sekitar 19,5% generasi muda menganggap Pancasila tidak relevan bagi kehidupan. Bahkan, sebagian responden tidak benar-benar memahami makna Pancasila.

Baca Juga: Emas Olimpiade Greysia/Apriyani, Doa Aburizal Bakrie Yang Terkabul

"Secara statistik, angka-angka tersebut terlihat minoritas. Namun jika tidak disikapi dengan hati-hati dan bijaksana, akan menjadi 'duri dalam daging' dalam pembangunan wawasan kebangsaan. Bahkan dapat menjadi 'bom waktu' yang dapat meledak ketika mendapatkan momentum," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (7/8/2021).

Lebih lanjut, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan arus globalisasi yang semakin kencang berdampak terhadap gaya hidup dan berbagai paham yang tidak selaras dengan jati diri Indonesia. Hal ini juga memunculkan kekhawatiran pudarnya semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.

Jika dibiarkan, arus ini dapat menggeser gaya hidup milenial menuju hidup hedonis, individualis, egois, dan pragmatis, yang kini dianggap sebagai modernitas. Melihat hal ini, Bamsoet pun meminta agar mahasiswa dapat berkontribusi dalam menggenjot semangat kebangsaan dan nasionalisme.

Baca Juga: Heboh Prank Rp.2 Triliun Akidi Tio, Sari Yuliati Minta Aparat Hati-Hati Terima Bantuan Jumlah Fantastis

"Saya sangat mengharapkan partisipasi pelajar dan mahasiswa di Malaysia agar turut berperan aktif menyampaikan narasi kebangsaan dalam rangka menumbuh-kembangkan semangat nasionalisme, membangun karakter dan wawasan kebangsaan.

Saya meyakini narasi kebangsaan tersebut akan membuahkan hasil yang optimal jika dimanifestasikan dalam karya nyata, tidak berkutat pada pusaran wacana dan retorika semata," jelasnya.

Sebagai bangsa yang majemuk, Bamsoet menyebut bangsa Indonesia beruntung karena dipersatukan oleh visi kebangsaan dan cita-cita bersama. Hal ini tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, yaitu mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga: Anggota Fraksi Golkar DPRD Cianjur, Sapturo Meninggal Dunia Karena COVID-19

Visi tersebut juga mengamanatkan terbentuknya pemerintahan yang melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk itu, Bamsoet mengajak generasi muda untuk berperan dalam mewujudkan cita-cita dan visi misi bangsa Indonesia.

"Setelah 76 tahun merdeka, saat ini kita mulai menjejakkan kaki menyongsong era 'Indonesia Emas 2045'. Pertanyaan kolektif yang harus kita jawab bersama adalah, ketika usia kemerdekaan kita genap mencapai satu abad pada tahun 2045 nanti, sejauh apa capaian kita dalam mewujudkan visi kebangsaan dan cita-cita Indonesia Merdeka, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi?

Pertanyaan ini juga relevan untuk kita kemukakan kepada generasi muda bangsa kita, karena generasi muda saat ini, adalah generasi yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan nasional di era Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca Juga: Kader Golkar DIY Bagikan 3.000 Paket Sembako Untuk Tukang Becak dan PKL di Malioboro

Bamsoet menjelaskan berdasarkan Sensus Penduduk 2020 yang dirilis BPS pada Januari 2021, tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,2 juta jiwa. Adapun sebanyak 70,72% merupakan penduduk usia produktif, yang hampir 69% atau sekitar 131,6 juta jiwa berusia 15-44 tahun. Dengan demikian, saat ini menjadi momen bagi generasi muda untuk mewujudkan Indonesia Emas.

"BPS juga memperkirakan pada saat usia kemerdekaan Indonesia genap satu abad pada tahun 2045, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persennya, atau sebanyak 223 juta jiwa adalah kelompok usia produktif.

Artinya, pada era Indonesia Emas nanti, kita masih akan menikmati periode puncak bonus demografi. Saat ini adalah yang tepat bagi kita menyiapkan generasi muda bangsa untuk menyongsong era Indonesia Emas," pungkasnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,07 Persen, Dito Ganinduto Apresiasi Kinerja Pemerintah

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara tersebut antara lain Anggota DPD RI/MPR RI Jimly Ashiddiqqie, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Ma'ruf, Dosen Fakultas Bahasa dan Komunikasi UPSI Malaysia Makmur Haji Harun,

Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Inna Junaenah, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang Chessa Ario Jani Purnomo. Hadir pula para peserta Webinar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, baik dari kalangan mahasiswa Indonesia, diaspora, akademisi dan masyarakat Indonesia. {detik}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet