08 Agustus 2021

Survei New Indonesia: Elektabilitas Golkar Digeser Demokrat Ke Posisi Ke-4 Dengan 7,3 Persen

Berita Golkar - Berdasarkan survei terbaru New Indonesia Research & Consulting, elektabilitas PDIP masih kokoh di puncak dengan 19,8 persen. Sementara Partai Demokrat berada di urutan ketiga dan berhasil mengkudeta Golkar.

“Jika tren elektabilitas Demokrat terus meningkat, maka sangat mungkin menyalip Gerindra maupun PDIP dan menjadi jawara pada Pemilu 2024,” kata Dikrektur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting, Andreas Nuryono, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (8/8/2021).

Dalam survei tersebut, elektabilitas Demokrat mencapai 10,1 persen. Presentase itu membayangi Gerindra yang berada di urutan kedua dengan 10,4 persen. Lebih lanjut, Andreas menerangkan, Partai Golkar berada di urutan keempat dengan persentase 7,3 persen.

Baca Juga: Anthon Sihombing: Yang Kritik Jokowi Soal Penanganan COVID-19 Hanya Cari Panggung Buat Pilpres 2024

Terlemparnya Golkar dari urutan tiga besar disinyalir karena manuver Demokrat terhadap pemerintah yang berhasil mencitrakan diri sebagai partai oposisi utama.

Tak hanya itu, Demokrat juga dianggap berhasil melawan kubu Moeldoko yang hendak merebut kekuasaan dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sementara elektabilitas di papan tengah, diisi PKB 5,7 persen, PSI 5,3 persen, PKS 4,8 persen, NasDem 3,5 persen dan PPP 2,0 persen.

Yang mencengangkan adalah PAN, dia hanya memiliki elektabilitas sebesar 1,2 persen. Suaranya dilewati partai baru seperti Partai Ummat 1,7 persen dan hampir disamai Partai Gelora 1,1 persen.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Sarmuji: Kerja Menko Perekonomian Mulai Tampakkan Hasil

Sementara partai yang gagal di Pemilu 2019 lalu juga masih belum bisa banyak berkutik. Perindo 0,7 persen, Hanura 0,5 persen, Berkarya 0,4 persen dan lainnya 0,3 persen. “Sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 25,2 persen,” ucap Andreas.

Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan pada 21-30 Juli 2021 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden. Survei ini menggunakan margin of error sekitar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. {indopolitika}

fokus berita : #Andreas Nuryono,