13 Agustus 2021

Dedi Mulyadi: Warga Miskin Sudah Susah Hidupnya, Jangan Ditambah Susah Dengan Bansos Yang Buruk

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meminta Perum Bulog untuk memberikan beras kualitas premium untuk bantuan sosial. Bulog, juga perlu menarik beras yang tidak layak konsumsi yang ditemukan di sejumlah daerah.

"Bulog harus segera menarik dan mengganti beras bansos kualitas buruk itu dengan beras kualitas premium," ujar Dedi kepada wartawan, Jumat (13/8).

Sebelumnya, heboh bansos beras tak layak konsumsi di Banten dan Jawa Timur. Beras tersebut menggumpal dan berbau saat dibagikan ke masyarakat.

Baca Juga: Meutya Hafid Dukung Keputusan KSAD Hapus Tes Keperawanan Untuk Seleksi KOWAD

Dedi Mulyadi bilang, kasus beras tidak layak konsumsi bisa dicegah jika Perum Bulog mengecek beras bantuan sosial yang disalurkan kepada masyarakat.

Politikus Golkar ini menilai, seharusnya masyarakat yang membutuhkan bantuan ini diberikan beras kualitas premium. Bukan justru menambah kesulitan hidup masyarakat di tengah pandemi.

"Warga miskin itu sudah susah hidupnya, untuk itu jangan sampai ditambah kesulitannya dengan bantuan yang buruk," tegas Dedi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah warga di Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur mengembalikan beras bantuan sosial dari pemerintah. Alasannya karena beras yang diterima oleh warga dianggap tak layak konsumsi lantaran rusak dan berbau.

Baca Juga: Awalnya Sporadis Dan Spontanitas Kader Golkar, Ahmad Doli Kurnia: Kini Sudah Diatur Partai

Pengembalian sejumlah beras bansos yang disalurkan oleh Bulog ini diakui oleh Lurah Kedungrejo, Nico Oktavian. Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, dia mengakui ada sejumlah warganya yang mengembalikan beras bansos.

"Yang ke saya ada dua sak, sekitar (total) 20 kilogram. Yang 10 kilogram pertama dikembalikan pada Rabu (11/8) kemarin, kondisinya menggumpal dan bau. Yang kedua tadi satu sak, kondisinya berbau. Juga masih ada padinya," katanya pada merdeka.com, Kamis (12/8).

Sementara di Pandeglang, Uki sebagai warga Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, yang menerima beras bantuan tersebut kecewa dengan kualitas dari beras bantuan PPKM tersebut.

Baca Juga: Ilham Pangestu Serahkan Bantuan 19 Titik Internet Gratis di Gampong-Gampong di Aceh

"Warna berasnya kekuning-kuningan, terus agak berbau dan ada kutunya juga pak. Yang lebih parah lagi, banyak yang sudah buluk," kata Uki kepada wartawan, Kamis (5/8).

Hal serupa diungkapkan Dedi, warga Kampung Kebon Cau, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang. Dia mengatakan beras bantuan dari pemerintah tidak layak untuk dikonsumsi.

Penjelasan Bulog

Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan, Perum Bulog Tomi Wijaya menjelaskan bahwa hal itu terjadi tanpa unsur kesengajaan. Menurutnya beras yang diterima bisa seperti batu lantaran sempat terkena air hujan.

Baca Juga: Taufiqurrahman Tegaskan Golkar Solo Dukung Sepenuhnya Airlangga Sebagai Capres 2024

"Pada saat penyaluran, pada saat pembongkaran di distribusikan hujan Mas. Itu dari 4.640 kilogram beras yang dibawa ke daerah tersebut tiganya (karung) kena hujan," ujar Tomi saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (5/8).

Karena basah, lanjut Tomi beras dalam tiga karung itu akhirnya menggumpal. Begitu mendapatkan kabar soal itu, menurut Tomi pihaknya segera bergerak ke sana untuk menggantikan beras yang berkualitas buruk itu.

"Jadi dari gudang kita, kita bawanya pasti beras baik Mas. Karena sudah melewati quality control kitakan. Nah itukan faktor cuaca," ujar dia.

Tomi mengimbau agar ke depannya jika aparat desa menemukan beras Bulog berkualitas buruk segera melaporkannya ke pihaknya. Supaya cepat diberikan penggantinya dengan kualitas beras yang lebih baik. {merdeka}

fokus berita : #Dedi Mulyadi