14 Agustus 2021

Survei IPO: Elektabilitas Golkar Di Posisi Ke-2 Dengan 13,8 Persen

Berita Golkar - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan elektabilitas partai politik tiga besarnya tidak berbeda dengan hasil Pemilu 2019. Namun, terjadi perubahan di papan tengah.

Pada survei IPO yang dirilis Sabtu (14/8), PDI Perjuangan berada di urutan teratas dengan elektabilitas 19,5 persen. Diikuti Partai Golkar 13,8 persen dan Gerindra 12,6 persen.

Namun, di papan tengah terjadi perubahan. Partai Demokrat berada di urutan keempat dengan besaran 8,7 persen. Kemudian NasDem 7,8 persen ditempel PKB 7,5 persen. Partai Amanat Nasional (PAN) meningkat menjadi 5,8 persen. PKS justru turun menjadi 4,9 persen.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Perempuan, Puteri Komarudin Ingatkan Pentingnya Perspektif Gender Saat Pandemi

"Terjadi perubahan pada tingkat keterpilihan partai politik; PKS mengalami penurunan signifikan, kondisi ini seiring dengan peningkatan perolehan angka keterpilihan pada PAN yang berhasil unggul dari PKS dan mendekati perolehan angka keterpilihan PKB. Jika kondisi ini konsisten maka PAN berpeluang kembali meningkat di Pemilu 2024," ujar Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah (14/8).

Dedi menduga, meningkatnya PAN dan Demokrat berkat kekecewaan terhadap partai pemerintah. Sehingga pemilih bergeser ke partai oposisi. "Artinya ini semacam keberkahan, semakin pemerintahan itu mengecewakan semakin memberikan berkah kepada oposisi," katanya.

Selain itu ada juga asumsi partai yang meningkat ini karena senyap turun ke daerah. PAN tidak banyak bicara di publik. Berbeda dengan PKS yang kerap mengeluarkan argumentasi politik.

Baca Juga: Wanti-Wanti Gelombang PHK Dampak PPKM, Ade Puspitasari Minta Pemprov Jabar Siapkan Solusi Ini

"Artinya gerakan parpol pada aspek kinerja di bawah, entah itu membantu pemerintah melakukan vaksinasi itu lebih berdampak daripada melakukan promosi," jelas Dedi.

Konflik juga dinilai memiliki pengaruh. Seperti Demokrat yang setelah konflik memiliki pergerakan elektabilitas lebih baik. Kemudian, PAN yang pendirinya, Amien Rais pecah dan mendirikan partai baru.

Terkait PAN, diduga ada masyarakat yang tak mendukung Amien, setelah keluar justru mendukung PAN. "Begitu Amien Rais keluar dari PAN, kelompok yang tadinya mulai kehilangan kepercayaan mungkin kembali lagi kepada PAN dengan asumsi tidak ada lagi kelompok pak Amien," kata Dedi.

Baca Juga: Pujian Ahmad Doli Kurnia Untuk Nurdin Halid: Beliau Sosok Senior dan Panutan di Golkar

Sementara itu, elektabilitas partai lainnya setelah PKS, yaitu Perindo 2,1 persen, PPP 1,9 persen, Partai Berkarya 1,9 persen, PSI 1,8 persen, Hanura 0,9 persen, Gelora 0,7 persen, PBB 0,5 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PKPI 0 persen dan Partai Ummat 0 persen. Tidak jawab atau rahasia 9,4 persen.

IPO menggelar survei pada 2-10 Agustus 2021. Survei menggunakan teknik multistage random sampling untuk pengambilan sampel. Jumlah representasi sampel sebanyak 1200 responden. Survei memiliki sampling error 2,5 persen dengan tingkat akurasi data 97 persen. {merdeka}

fokus berita : #Dedi Kurnia Syah