16 Agustus 2021

Berdedikasi dan Berprestasi, Akbar Tandjung: Kiprah Amir Liven Sirait Untuk Negara dan Golkar Patut Diapresiasi

Berita Golkar - Amir Liven Sirait merupakan salah satu tokoh di balik berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Perjalanan hidup dan aktivitas Amir sejak muda hingga menjadi politisi di Senayan tersebut dituangkan dalam sebuah electronic book (e-book) memoar berjudul “Hanya Kasih Karunia”.

Menurut rencana, e-book tersebut akan diluncurkan secara virtual pada Selasa, 17 Agustus 2021, bertepatan dengan HUT Ke-76 Kemerdekaan RI.

Buku setebal 565 halaman yang disusun oleh Amir Liven Sirait tersebut, sedianya diluncurkan pada tahun 2020 lalu. Namun, pandemi Covid-19 turut menghantam sektor penerbitan. Akhirnya, diputuskan buka diluncurkan dalam format e-book, yang dapat diunduh secara gratis oleh masyarakat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Murka Hutan Bambu Di Kutamanah Jatiluhur Alih Fungsi Jadi Kebun Pisang

Memoar “Hanya Karena Kasih Karunia” memuat kisah kehidupan penulis yang sarat peristiwa perjuangan dan perjalanan dari Tanah Sumatera ke Pulau Jawa sebelum tahun 1970, hingga bermuara di Kota Jakarta.

Penulis merupakan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Amir merupakan salah satu tokoh pemuda yang menandatangani Deklarasi Pemuda Indonesia 23 Juli 1973. Deklarasi ini kemudian menjadi dasar atas berdirinya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Selain Amir, tokoh pemuda yang menandatangani Deklarasi Pemuda Indonesia 1973 tersebut antara lain adalah David Napitupulu, Cosmas Batubara, Abdul Gafur, Akbar Tandjung, Albert Hasibuan, Freddy Latumahina, Ridwan Saidi, Aulia Rachman, dan Thobi Mutis.

Baca Juga: Sambangi Bantul, Gandung Pardiman Bagikan APD dan Sembako Untuk Tim Pemakaman COVID-19

Penulis bersama Akbar Tandjung, di kemudian hari menjadi pengurus pusat DPP KNPI pertama periode tahun 1978-1981. Selanjutnya penulis sempat menjadi anggota MPR Daerah Pemilihan Jawa Timur, serta anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara.

Pada beberapa bagian dalam buku ini, penulis menjelaskan pentingnya seorang negarawan memiliki kemampuan merancang program pembangunan nasional negara dengan turut memperhatikan hal-hal penting seperti mewujudkan kehidupan demokratis, berkeadilan sosial, melindungi hak-hak asasi manusia, menegakkan supremasi hukum dalam tatanan masyarakat dan bangsa yang beradab, berakhlak mulia, mandiri, bebas, maju, dan sejahtera.

Penulis juga menegaskan bahwa pembangunan politik tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sebuah bangsa dan negara.

Baca Juga: Luncurkan 1.164 Pos Karya Peduli Sesama, Golkar NTT Kerahkan 10.603 Kader dan Relawan

Sejumlah tokoh menyampaikan pandangannya terhadap sosok Amir Liven Sirait. Di antaranya Menparekraf Sandiaga Uno, mantan ketua DPR Akbar Tandjung, mantan ketua DPR Agung Laksono, mantan ketua umum Kadin Indonesia yang juga calon duber RI di AS Rosan Roslani, dan Dubes RI di Singapura Suryopratomo.

Akbar Tandjung menyebut Amir Liven Sirait sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan terwujudnya visi organisasi. “Kiprah Amir Liven Sirait untuk negara dan Partai Golkar patut diapresiasi, sebagai kader dan pengurus yang berdedikasi dan berprestasi,” tulisnya.

Pandangan senada disampaikan Agung Laksono. “Banyak Pelajaran Hidup, pelajaran aktivis, pelajaran politik, pelajaran pengabdian dan pikiran-pikiran cerdas untuk masyarakat, bangsa dan negara terdapat dalam buku ini.

Baca Juga: SMRC: Pertemuan Airlangga-Gibran di Kota Solo Jadi Sinyal Menguatnya Restu Jokowi

 

Bung Amir Liven Sirait, adalah seorang aktivis, politisi, ideolog dan pelayan umat dalam keagamaannya. Perjalanannya dari tempat kelahirannya dan pendidikannya, dimulai dari Sumatera Utara, Medan, Klaten dan Yogyakarta, telah menempanya dan menyerap pelajaran pluralisme di negeri ini,” ujarnya. {beritasatu}

fokus berita : #Akbar Tandjung #Amir Liven Sirait