17 Agustus 2021

Dubes Tantowi Yahya Ungkap 4 Trik Selandia Baru Berhasil Keluar Dari Krisis COVID-19

Berita Golkar - Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengungkap 4 trik yang dilakukan negara tersebut berhasil terbebas dari krisis pandemi Covid-19. Selain tentang kesiapan pemerintah, peran seluruh penduduk Selandia Baru dalam penanganan Covid-19 juga menjadi kunci.

“Selandia Baru ini salah satu dari sedikit negara yang berhasil keluar dari krisis pandemi Covid-19 dengan baik. Menarik kita bahas di sini karena kebenaran saya salah seorang saksi mata, saksi ketika Covid datang ke negara ini dan masih berlangsung hingga saat ini,” kata Tantowi dalam webinar Indonesia Tanggung yang bertajuk “Penanggulangan Covid-19 di Negara Sahabat”, Selasa (17/8/2021).

Baca Juga: Waspadai Bangkitnya Komunisme dan Separatisme, Bamsoet: Masyarakat Juga butuh Vaksinasi Ideologi

“Sukses dari Selandia Baru dalam menanggulangi Covid-19 ini sebenarnya terletak pada 4 hal. Pertama preparedness atau kesiapan, kedua adalah konsistensi dalam pelaksanaan berbagai undang-undang atau peraturan terkait Covid-19 response, yang ketiga adalah komunikasi dari pemerintah dan keempat yang teramat penting adalah partisipasi dari masyarakat,” paparnya,

Pertama, Tantowi menjelaskan, preparedness ini berasal dari keuntungan Selandia Baru sebagai negara yang terletak paling selatan dunia. Ternyata, posisi yang selama ini kurang menguntungkan, terkait Covid-19 ini justru menguntungkan, karena negara ini yang paling akhir terdampak Covid-19.

“Ini ibarat orang ujian sekolah, yang lain jawab, jawab, yg paling akhir ini dapat benefitnya, karena dia jadi tahu, “oh jawaban ini salah, jawaban ini benar dan seterusnya”. Kurang lebih Selandia Baru juga seperti itu,” terangnya.

Baca Juga: Luncurkan 1.164 Pos Karya Peduli Sesama, Golkar NTT Kerahkan 10.603 Kader dan Relawan

Sebagai negara yang paling akhir terkena Covid-19, kata politikus Partai Golkar ini, negara ini banyak belajar dari negara-negara yang terlebih dulu terkena Covid19.

Jadi, Selandia Baru melakukan pendataan, observasi dan pembelajaran atau studi terhadap hal-hal yang dianggap gagal atau kurang tepat dilakukan di berbagai negara. Dari situ mereka perbaiki, sehingga mereka berhasil menciptakan suatu konsep bertindak cepat dan pintar.

“Nah, bertindak cepat ini, 2 bulan setelah Covid-19 muncul di Wuhan pada Desember dan Covid-19 muncul pada Februari, mereka dalam waktu 2 bulan melakukan tindakan yang sangat cepat,” ungkap Tantowi. 

Baca Juga: Sambangi Bantul, Gandung Pardiman Bagikan APD dan Sembako Untuk Tim Pemakaman COVID-19

Menurut dia, cepat dalam menyiapkan infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur hukum. Penting sekali untuk menciptakan atau menyediakan berbagai perangkat hukum yang akan memudahkan para petugas dalam melakukan tindakan-tindakan yang dilakukan.

“Mereka berhasil dalam waktu satu bulan membuat UU omnibus atau UU sapu jagat yang menggabungkan 4 UU yang ada. Jadi, bermodalkan Covid-19 Law ini segenap tugas yang terkait penanganan Covid-19 jadi mudah, leluasa dna tidak takut melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Kemudian, sambung mantan Anggota Komisi I DPR ini, bertindak pintar dalam artian mereka dalam waktu 2 bulan itu dipergunakan untuk berdiskusi intens dengan para ahli, epidemologist, akademisi, dan orang-orang yang dianggap pakar mengenai pandemi. Mereka-mereka inilah yang duduk bersama peemrintah untuk melahirkan berbagai peraturan-peraturan.

“Preparedness ini 2, mereka cepat dalam melakukan tindakan dan kedua, mereka pintar dlaam melakukan tindakan. produknya adalah kebijakan-kebijakan yang diberlakukan secara konsisten,” ujarnya. {news.okezone}

fokus berita : #Tantowi Yahya