23 Agustus 2021

Eks Ketua Golkar Tarakan, Tigor Nainggolan Meninggal Dunia

Berita Golkar - Kabar duka kembali datang dari salah seorang tokoh masyarakat di Kota Tarakan, Tigor Nainggolan. Ia tutup usia tepat pukul 04.40 WITA pada Senin (23/8/2021) Seperti diungkapkan, Asrin, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Tarakan.

Ia membeberkan, dari informasi yang diterima, almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Ruang Tulip I RSUD Tarakan, pagi tadi. Kepergian Tigor Nainggolan kata Asrin membuat Partai Golkar kehilangan salah satu kader terbaiknya. \ Kepergian Tigor merupakan duka mendalam bagi Partai Golkar.

“Kami semua berduka atas wafatnya salah satu kader terbaik yang pernah dimiliki Partai Golkar. Beliau sosok senior yang hebat, sangat baik dan humble,” beber Asrin.

Baca Juga: Mohammad Roem Pesimis Golkar Sulsel Di Bawah Taufan Pawe Bakal Menang Pemilu 2024

Lebih lanjut dikatakan Asrin, semasa hidup, almarhum dikenal sosok yang sederhana dan mengayomi para kader. Dari sisi kehidupan partai, Tigor Naingolan menorehkan banyak sejarah dan tercatat sebagai salah satunya kader terbaik Partai Golongan Karya.

“Selama menakhodai Partai Golkar sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Tarakan periode 2014-2020, Tigor Nainggolan dikenal juga dengan sosok yang disiplin, dan mengayomi di mata masyarakat dan kader partai,” beber Asrin.

Itulah kenangan yang membuat ia dan kader lainnya sangat kehilangan. “Kini beliau sudah tak ada, jasanya kini kami kenang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar pria yang juga merupakan salah seorang anggota DPRD Kota Tarakan Fraksi Partai Golkar.

Baca Juga: Bamsoet Apresiasi Peluncuran Animasi Butir-Butir Pancasila Oleh ‘Aku, Kamu, Kita Indonesia’

Sementara itu, Sofyan Udin Hianggio, membeberkan selama memimpin Partai Golkar, almarhum dikenal tegas namun tetap ramah. “Dan sering guyon atau bercanda. Dan paling dikenal itu beliau royal,” beber Sofyan UdinHianggio.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan keluarga Tigor Nainggolan. Proses pemakaman sudah diproses dan diurusi oleh Asosiasi Paguyuban Tionghoa untuk dimakamkan di pemakaman China Kristen di Kota Tarakan.

“Kami tadi sempat komunikasi dengan pengurusnya. Kami merasa beliau adalah orang tua kami yang berjasa di Golkar,” jelasnya.

Ia mengakui tahu kabar tersebut setelah dapat informasi dari WhatsApp (WA) sekitar pukul 06.00 WITA. “Saya ditelpon pak Tedy kebetulan dekat dengan almarhum juga, saya tanya adakah kendala untuk penguburan. Kalau bisa jangan di pemakaman Covid-19 Juata,” ujarnya.

Baca Juga: Blusukan Keliling Parepare, Walikota Taufan Pawe Borong Dagangan Para Pelaku UMKM

Ia meminta untuk pemakaman tak dilakukan di Juata Laut mengingat kondisi jarak yang cukup jauh. Ia pun meminta izin kepada Dinkes Tarakan, dan pihak kelurahan.

“Lurah dan Dinkes tidak masalah. Jadi di pemakaman China, ketua paguyuban kan pak Rudi saya minta beliau supaya musyawarah dengan semua pemangku kepentingan untuk dimakamkan di Kuburan China,” ujarnya.

Ia mengakui cukup kaget mendengar kabar kepergian salah satu orang yang dituakan olehnya. Karena tiga hari lalu masih bercanda dalam grup WA.

Baca Juga: Sambut Muharram 1443 H, Misbakhun Santuni 2.000 Yatim Piatu Di Pasuruan dan Probolinggo

“Beliau kabarkan lagi isoman. Kami khawatir juga karena beliau pernah punya riwayat liver akut. Sempat sakit keras namun sudah sembuh. Saya juga sering ingatkan, selama beliau masih menjabat. Jadi beliau cuma ke kantor DPD dan di rumah,” ujarnya.

Ia melanjutkan kemungkinan almarhum terpapar saat berinteraksi dengan banyak orang dan memang dikenal berjiwa sosial. “Kami sampai saat ini tunggu instruksi Bu Ketua selanjutnya gimana. Saya sampaikan berbela sungkawa untuk kelurga semoga tabah bagi yang ditinggalkan,” pungkasnya. {kaltim.tribunnews}

fokus berita : #Tigor Nainggolan