25 Agustus 2021

Efek Baliho Positif Untuk Airlangga, Indikator Politik: Tingkat Kedikenalan Naik Jadi 33 Persen

Berita Golkar - Elektabilitas dan popularitas Ketum Golkar Airlangga Hartarto merangkak naik. Hal ini tampak dari survei teranyar Indikator Politik periode Juli-Agustus. Hal ini dinilai dampak dari pemasangan masif baliho di sejumlah wilayah.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, pengenalan masyarakat terhadap Airlangga Hartarto pada April 2021 berada di angka 25 persen. Empat bulan berselang, atau memasuki Agustus, ada kenaikan signifikan.

"Tingkat kedikenalan Airlangga naik dari 25 persen di bulan April menjadi 33 persen," kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei bertajuk Evaluasi Publik Terhadap Kinerja Penanganan Pandemi, Vaksinasi, dan Peta Elektoral Terkini secara virtual, Rabu (25/8).

Baca Juga: Menaker Klaim Pengangguran Berkurang, Dewi Asmara Pertanyakan Sektor Penyerap Tenaga Kerja

Selain popularitas, Indikator juga menemukan ada kenaikan elektabilitas. Pada survei April lalu, misalnya, elektabilitas Airlangga Hartarto baru menyentuh 0,2 persen. Kini, Burhanuddin menjelaskan, menjadi 1,1 persen.

Burhanuddin menilai, ada dampak positif dari penggunaan media luar ruang, seperti baliho, yang dilakukan kader dan pengurus Partai Golkar untuk mengenalkan ketua umumnya ke masyarakat.

Menurut Burhanuddin, respons positif masyarakat terkait penggunaan media luar ruang hanya mengarah pada Airlangga. Pasalnya, sentimen berbeda justru berlaku untuk Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Baca Juga: Marak Kritik Muncul Lewat Mural, Saiful Milah: Suara Rakyat Tersumbat

Pada survei April, misalnya, elektabilitas Puan berada di angka 1,1 persen. Namun, efek banyaknya sentimen negatif terkait penggunaan media luar ruang, elektabilitas Puan turun menjadi 0,4 persen.

Elektabilitas Puan justru lebih tinggi pada bulan April, yakni 1,1 persen, sebelum dia memasang baliho secara massif. Sementara elektabilitas Muhaimin tidak berbeda sebelum dan sesudah memasang baliho. "Cak Imin popularitasnya tidak bergerak dari survei sebelumnya, mungkin balihonya kurang banyak," singkat dia.

"Mbak Puan trennya turun ini juga menarik, padahal survei dilakukan setelah baliho dan spanduk dipasang dimana-mana," ujar Burhanuddin.

Baca Juga: Eks Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi Ditunjuk Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia

Sebaliknya, jelas Burhanuddin, elektabilitas Airlangga justru naik dari 0,2 persen menjadi 1,1 persen. "Ada dampak positif dari pemasangan baliho ke Airlangga Hartarto. Tapi, dampak baliho tidak seragam. Puan dan Muhaimin malah negatif," ungkap Burhanuddin.

Burhanuddin menilai, sentimen tersebut dilatari tingkat pengenalan terhadap Puan yang relatif tinggi, bahkan sebelum pemasangan baliho. Namun, Burhanuddin melanjutkan, sayangnya tingkat ketidaksukaan masyarakat terhadap putri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri itu juga tinggi.

"Dalam temuan kami, kondisi tersebut (sentimen negatif masyarakat) berbeda dengan Airlangga Hartarto. Inilah yang kemudian ada dampak positif dari pemasangan baliho untuk Airlangga," jelas Burhanuddin.

Baca Juga: Maman Abdurrahman Desak BPH Migas Percepat Pembangunan Pipa Transmisi Cilegon-Semarang

Burhanuddin pun menyarankan untuk Puan dan Cak Imin agar mengubah strategi.Tingkat dikenalan bersifat positif efektifnya bukan semata pasang foto. Tapi hal-hal lain bisa meningkatkan sentimen positif.

"Ini jadi masukan Mbak Puan untuk lebih penetratif lagi atau mungkin harus pakai pesan yang lebih baik lagi. Mbak Puan sudah dikenal, kalau Airlangga dan Cak Imin kan tingkat dikenalannya dari bawah banget kalau Mbak Puan sebelum pasang baliho ini sudah dikenal," jelas dia. {merdeka}

fokus berita : #Burhanuddin Muhtadi #Airlangga Hartarto