25 Agustus 2021

Muhammad Ali Ridho Dukung Rencana Kemensos Beri Bansos Anak Yatim Piatu Dampak COVID-19

Berita Golkar - Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi Partai Golkar Muhammad Ali Ridho mendukung rencana Kementerian Sosial (Kemensos RI) memberikan bantuan sosial (bansos) untuk anak yatim piatu.

"Terkait bantuan untuk anak yatim, kita mendukung sekali untuk bantuan anak yatim," ujar Ali dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Namun, Ali memberikan catatan, apabila program tersebut diprioritaskan bagi anak yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat terpapar COVID-19 maka Kemensos harus mengklasifikasikan datanya.

Baca Juga: Survei Fixpoll: Elektabilitas Partai Golkar di Posisi 3 Dengan 8,1 Persen

"Karena saya kemarin ini di saat reses saya tetap turun ke Dapil itu di beberapa desa malah saya sangat kaget itu, satu hari aja puluhan (orang terpapar COVID-19), itu satu desa bahkan saat ini kepala desanya sedang COVID-19 juga karena hari-hari harus mengurusin warganya," terangnya.

Sebelumnya dalam paparannya, Mensos Risma menerangkan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data anak yatim piatu yang akan diberikan bansos.

"Jadi ini karena dampak sosial dari COVID-19 tadi kita coba untuk alokasikan untuk anak yatim yang orang tuanya meninggal karena COVID-19. Kami sedang susun ini datanya, meminta data dari Pemda dan memasukkan data di lembaga kesejahteraan sosial," ungkap Risma.

Baca Juga: Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin: Kewenangan DPD Terbatas, Sistem Bikameral Jauh Dari Harapan

Risma mengatakan sementara ini usulan yang dibuat pihaknya akan ada 4 juta anak yatim, piatu, dan yatim piatu yang mendapatkan bantuan. Rinciannya, terdiri dari anak yang orang tuanya meninggal karena virus COVID-19, anak yang diasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), dan anak yatim piatu yang diurus oleh keluarga tidak mampu.

Estimasi dari Kemensos, ada sekitar 20 ribu anak yang menjadi yatim piatu karena COVID-19. Namun sampai saat ini, pihaknya baru mendapatkan data dari pemerintah daerah sebanyak 15-16 ribu data lengkap anak yatim piatu.

"Jadi gini usulannya pak, hitungannya estimasinya 20 ribu, kami baru terima 15-16 ribu anak yatim karena COVID," terangnya.

Baca Juga: Yahya Zaini Minta Kemenaker Petakan Industri dan UMKM Terdampak Pandemi Serta Pekerja Korban PHK

Dari estimasi anak yatim yang orang tuanya meninggal karena COVID-19, dia menjelaskan ada 6 ribu anak yang belum sekolah, Risma menjelaskan akan mendapatkan Rp 300 ribu per bulan selama 3 bulan. Lalu, 14 ribu anak yatim yang sudah sekolah mendapatkan Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan.

Kemudian, untuk anak yatim yang diasuh oleh LKSA ada 45 ribu anak yatim yang akan mendapatkan bantuan. Bantuannya sama, untuk yang belum sekolah mendapatkan Rp 300 ribu per bulan, dan yang sudah sekolah Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan.

"Kurang lebih yang belum sekolah itu 4 ribu anak dengan bantuan Rp 300 ribu rupiah, dan yang sudah sekolah 41 ribu anak dengan bantuan Rp 200 ribu per anak," jelasnya. {akurat}

fokus berita : #Muhammad Ali Ridho