26 Agustus 2021

Gandung Pardiman Bantu Kebangkitan UMKM Bantul Dari Keterpurukan Dampak Pandemi

Berita Golkar - Akibat adanya pandemi covid 19 yang hampir berjalan selama satu setengah tahun berdampak pada semua sektor, termasuk UMKM. Disaat Warga masyarakat tengah gigih berjuang bangkitd ari keterpurukan akibat dari pandemi Covid -19.

Anggota DPR RI dari Partai Golkar daerah pemilihan DIY , Drs HM Gandung Pardiman MM hadir dengan beragam program. Hari ini Senin (24/8/2021) Anggota Komisi VII DPR RI menemui Kelompok Usaha Bersama Sekar Putri Kalurahan Tamanan dan Kelompok Wanita Tani Mekarsari Kalurahan Singosaren Kapanewon Banguntapan Bantul Yogyakarta.

Kunjungan Anggota DPR RI ini untuk membuka acara bertema ‘Desa Berinovasi, Pelatihan Strategi Marketing dan Digital Marketing Kelompok Usaha Bersama Sekar Putri di Desa Tamanan dan Pelatihan Pengembangan Tehnik Mozaik emanfaatan Limbah Kaca dan kayu Di Desa Singosaren Kapanewon Banguntapan Bantul Yogyakarta.

Baca Juga: Kakak Beradik Ke Sekolah Seberangi Sungai, Fraksi Golkar Desak Pemkab Banyuwangi Gerak Cepat Tinjau Lokasi

 

Dalam kesempatan tersebut, Gandung Pardiman juga menyerahkan bantuan kepada kedua kelompok tersebut. Gandung mengatakan, jika program bantuan dari aspirasi yang sudah diberikan itu menjadikan UMKM berkembang dan bermanfaat. Kedepannya bantuan akan ditambah, bahkan Gandung Pardiman bersedia membantu secara pribadi.

”Dalam kondisi sulit ini jika mau kerja keras dan berjuang ekonomi pasti menggeliat. Dalam kesempatan ini kami sebagai wakil dari rakyat punya komitmen untuk memajukan UMKM,” ujar Gandung.

Dalam acara itu juga dihadiri anggota DPRD Bantul dari Partai Golkar, H Suryono SE SM, H Teguh Santoso SE, Paidi SIP, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul Drs Agus Sulistiyana, Ketua Kelompok Usaha Bersama Sekar Putri Kalurahan Tamanan, Hj Fatul Janah, perwakilan KWT Kalurahan Singosaren Sriyanto.

Baca Juga: Popularitas dan Elektabilitas Jagoannya Naik, Kornas Sahabat Airlangga: Penyemangat Bagi Kami

Dahulu pada tahun 1998 hingga tahun 2000 pada saat ekonomi rontok akibat krisis. Justru yang datang menyelamatkan adalah UMKM. Waktu itu ketika perusahaan- perusahaan besar tumbang dihantam badai krisis. Ternyata UMKM justru bangkit lebih cepat. Artinya UMKM termasuk tahan banting ketika harus dihadapkan pada kondisi sulit.

“Banguntapan itu daerah perbatasan antara kota dan desa, tetapi melekatnya dengan kota. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai memanfaatkan segala potensi,” jelasnya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Sekar Putri Kalurahan Tamanan, Hj Fatul Janah mengatakan, bahwa jika sekarang ini anggota kelompoknya sudah memanfaatkan teknologi dalam menopang pemasaran. Sehingga produk dari kelompok sudah dipasarkan lewat marketplace baik itu jahit, sulam dan bordir.

Baca Juga: Muhammad Ali Ridho Dukung Rencana Kemensos Beri Bansos Anak Yatim Piatu Dampak COVID-19

“Semoga aspirasi lewat program dari Kemenristek lewat Pak Gandung ini memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Fatul.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Kabupaten Bantul Drs Agus Sulistiyana mengatakan, rata- rata pekerjaan mayoritas memanfaatkan teknologi digitilsasi. Keadaan ini mesti dihadapi sebagai sebuah tantangan.

“Di Kabupaten Bantul sekarang ini terdapat 126 ribu UMK. Artinya UMKM ini sangat bisa mengangkat perekonomian di Bantul. Saya sangat bergembira sekali dengan pelatihan ini harapannya bisa bersaing dan menumbuhkan perekonomian di Bantul,” pungkasnya. {cakrawala}

fokus berita : #Gandung Pardiman