27 Agustus 2021

Jelang Musda, Internal Golkar Tana Toraja Kembali Bergejolak

Berita Golkar - Sehari jelang pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) di Makassar (28/8), partai Golkar kembali bergejolak. Puluhan kader partai beringin, mulai dari senior hingga pengurus ditingkat kecamatan melakukan aksi penolakan di Sekretariat Partai Golkar Tana Toraja (27/8).

Mereka memprotes pelaksanaan musda yang akan digelar di kota Makassar besok. “Musda Golkar Tana Toraja yang digelar di Makassar itu melanggar aturan partai, sarat akan rekayasa, dan kami minta dibatalkan,” kata Adolf Pakke yang juga kader senior Partai Golkar Tana Toraja.

Adolf juga menyoroti terkait pencopotan 19 Pimpinan Kecamatan (PK) yang dilakukan secara mendadak, menurutnya hal ini sengaja dilakukan untuk memuluskan langkah calon tertentu. Tak hanya itu tambahnya, pencopotan 19 PK dilakukan secara senyap dan sangat menciderai demokrasi partai.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Hutan Hilang Bukan Sekadar Administratif Tapi Bencana Dampak Rusaknya Luar Biasa

“Aneh… unsur Plt pengganti 19 PK yang dimasukkan adalah kroni-kroni calon tertentu, dalam hal ini Victor Datuan Batara. Jadi menurut saya buat apa lagi, tidak ada lagi unsur demokrasi di partai yang kita banggakan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Herman Pane sebagai salah satu PK yang turut hadir dalam aksi penelakan tersebut, mengungkapkan bahwa pelaksanaan musda Golkar di Makassar itu patut dipertanyakan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak beres.

“Kenapa musda harus digelar di Makassar, kenapa tidak dilakukan di sini (Tana Toraja) artinya ada yang tidak beres, oleh karena itu kami mohon pimpinan DPP agar segara menyikapi hal ini,” ujarnya.

Baca Juga: Disaksikan Bupati, Golkar Banggai Salurkan 2.300 Paket Sembako Bagi Masyarakat Terdampak Pandemi

Herman menambahkan, pro dan kontra kader yang terjadi dalam pelaksanaan musda ini agar dipertimbangkan oleh pimpinan DPP Golkar. Menurutnya, kader yang kontra terhadap pelaksanaan musda ini lebih banyak dibandingkan yang pro.

“Kader Golkar yang kontra dalam pelaksanaan musda ini lebih banyak, sehingga kepada petinggi partai, saya sampaikan, mau pilih yang mayoritas kontra atau minoritas yang pro,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa Musda Partai Golkar Tana Toraja telah sering kali mengalami gejolak. Terhitung sudah 3 kali Musda Partai tertunda. {zonakata}

fokus berita : #Adolf Pakke