30 Agustus 2021

Golkar Kota Banda Aceh Serahkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Kebakaran di Desa Beurawe

Berita Golkar - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Banda Aceh menyerahkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran di Desa Beurawe, Kecamatan Kuta Alam.

Kebakaran itu terjadi, Senin (30/8) malam sekitar pukul 02.30 WIB dini hari yang menyebabkan dua rumah habis terbakar. Dalam kejadian itu, dua orang yakni pasangan suami istri meninggal dunia. Sementara api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB.

Adapun korban yang meninggal dalam peristiwa itu Sudarisman (60), dan istrinya Khairani Daud (59). Keduanya ditemukan di lokasi yang berbeda, dimana Sudarisman ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam bak kamar mandi dan istrinya ditemukan terimpit di bawah puing-puing.

Ketua DPD Golkar Banda Aceh, Sabri Badruddin menyampaikan duka cita atas musibah tersebut. Ia bersama pengurus Golkar Banda Aceh ikut menyerahkan bantuan masa panik kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Ini 3 Alasan Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Tak Ikut Interpelasi Anies Baswedan Terkait Formula E

"Dua rumah yang terbakar ini pemiliknya tidak berhasil menyelamatkan apapun selain baju yang melekat di badan," kata Sabri Badruddin saat mengunjungi lokasi kebakaran.

Sabri Badruddin yang juga merupakan warga Beurawe itu mengatakan adapun bantuan yang diserahkan itu yakni sembako, seperti indomie, beras, minyak makan dan lain-lain. Kemudian ada kompor gas, selimut, mukena dan kain sarun.

"Ini juga merupakan bentuk kepedulian Golkar Banda Aceh terhadap warga yang tertimpa musibah," ujarnya.

Selain itu, Anggota DPRK Banda Aceh itu juga meminta kepada pihak PLN untuk lebih mengontrol kondisi instalasi listrik di rumah warga. Agar kejadian-kejadian yang berpotensi bencana itu bisa diminimalisir lebih awal, sehingga kejadian seperti sekarang ini tidak terjadi lagi kedepannya.

Baca Juga: Airlangga Dukung Langkah Jokowi Pimpin Langsung Penanganan COVID-19

"Dugaan awal dari informasi yang kami terima kebakaran terjadi karena arus pendek listrik. Memang musibah tidak bisa dikontrol, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap potensi bencana seperti kebakaran, seperti mengencek kondisi listrik, dan PLN saya harap lebih ikut serta mengontrol instalasi listrik rumah warga," kata Sabri Badruddin. {ajnn}

fokus berita : #Sabri Badruddin