05 September 2021

Diungkap Dedi Mulyadi, Kepala Desa Ciririp Kaya Bukan Korupsi Tapi Jual Ikan Omset Rp.30 Juta Sehari

Berita Golkar - Baru-baru ini jagar raya dibuat geger dengan sosok Mahdum, Kepala Desa Ciririp Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Bagaimana tidak, bekerja sebagai kepala desa, nyatanya kekayaan Mahdum bukan kaleng-kaleng.

Bahkan saat Kang Dedi atau KDM salah satu anggota DPR RI mengunjungi rumah Mahdum, ia tak bisa menahan kekagumannya. Di garasi mobil terparkir sejumlah mobil. Ada yang masih pelat putih alias baru keluar dari dealer. Selain itu Mahdum ternyata memiliki dua istri.

Lantas siapa sosok Mahdum yang sebenarnya? Dilansir dari kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, awalnya ia memperlihatkan rumah Mahdum. Kala itu Kang Dedi hendak menuju Gunung Sanggabuana di perbatasan antara Kabupaten Purwakarta dan Karawang.

Baca Juga: Gandeng BPPT, Ridwan Hisjam Serahkan 500 Bibit Lada dan 10 Alat Hidroponik Untuk Petani Kota Malang

Namun saat melihat rumah yang tampilannya mencolok, politikus Golkar itu langsung penasaran. Ditambah lagi saat mengetahui rumah tersebut milik kepala desa. Rumah lantai dua berwarna kuning gading itu memiliki pilar cukup besar layaknya sebuah istana.

Di halaman rumah ada begitu banyak mobil, mulai dari Toyota Alphard hingga truk. Dalam video pertama yang menggambarkan rumah mewah Pak Kades, Kang Dedi tak sampai bertemu pemiliknya.

Barulah di video selanjutnya, Kang Dedi kembali melewati rumah mewah tersebut dan disambut oleh sang pemilik dan warga sekitar. Terungkap, Mahdum kaya bukan jabatannya sebagai Kades Ciririp, melainkan dari usahanya yang ditekuni sejak lama.

Baca Juga: Data Pribadi Presiden Jokowi Bocor di Medsos, Adies Kadir Sindir Tugas Polisi Siber

Mahdum diketahui sebagai pengusaha ikan di kawasan Bendungan Jatiluhur. "Daerah pegunungan, daerah hutan melahirkan banyak orang kaya bukan dari gunung dan hutan tapi dari airnya," ucap Kang Dedi.

"Dia punya usahanya bukan dari korupsi, tapi dari usaha ikan," Kang Dedi menjelaskan asal kekayaan Kades Mahdum.

Mahdum setiap harinya mengirimkan 15 ton ikan untuk dijual ke wilayah Muara Angke dan Muara Baru, Jakarta Utara, dan pasar di Merak, Banten. "Berangkat jam 4 sore, masarinnya jam 12 malam sampai pagi. Sehari 15 ton," kata Mahdum kepada Kang Dedi.

Baca Juga: Firman Soebagyo: Komoditas Strategis Perkebunan Bakal Diproteksi Dengan Undang-Undang

Mahdum menuturkan, dirinya mengambil untung Rp 2 ribu dari setiap ikan mas yang dikirimnya ke Jakarta dan Merak. Selain ikan mas, dia juga menyuplai ikan nila. "Di sini ikan mas Rp 21 ribu perkilo, dijual Rp 23 ribu," kata Mahdum.

Mendengar hal itu, Kang Dedi pun lantas menghitung jumlah pendapatan Mahdum setiap harinya. Ia menaksir jika Rp 2 ribu dikali 15 ton, sehari bisa mendapatkan Rp 30 juta, dipotong biaya produksi Rp 5 juta, sehingga bersih mendapat Rp 25 juta sehari. "Sultan dari Ciririp," ujar Kang Dedi. {tribun}

fokus berita : #Dedi Mulyadi