05 September 2021

Ade Puspitasari Apresiasi UMKM Yang Pendapatannya Justru Naik Saat Pandemi

Berita Golkar - Berdasarkan data selama pandemi Covid-19, 60 persen warga di Provinsi Jawa Barat (Jabar) berkurang pendapatannya dan 35 persen sempat kehilangan pekerjaannya. Meski begitu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jabar, Ade Puspitasari juga melihat angin segar. Sekitar 5 persen warga yang pendapatannya naik ketika masa pandemi ini.

Ade melihat, lima persen warga merupakan mereka yang bisa melihat peluang di beberapa bidang. Salah satunya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Ada yang usaha di bidang urban farming, produk UMKM, di bidang alat-alat kesehatan dan lainnya karena yang terpenting bagaimana kita bisa saling berbagi dan sama-sama menyemangati untuk melihat peluang,” kata politisi Partai Golkar itu.

Baca Juga: Nurul Arifin Minta Kader Golkar Papua Barat Pintar Mainkan dan Olah Isu Strategis di Medsos

Dia meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, terus berusaha dan berikhtiar membuka lebih banyak kesempatan melalui dinas, seperti pelatihan dan bantuan pemasaran. Ade menyebutkan, kebutuhan adukasi untuk mengaplikasikan sistem digital bagi UMKM adalah solusi yang paling tepat.

Peran pemerintah, lanjutnya, disini memberikan spirit bagi yang menekuni usaha kecil, memberikan edukasi dan membantu mengembangkan dibukakan pasarnya.

“Hal paling penting dari UMKM itu daya juang untuk terus belajar, mengasah diri, tidak bergantung pada bantuan-bantuan yang lain, karena kalau bergantung pada bantuan tidak akan bisa berkembang,” tegasnya.

Baca Juga: Ganjar Razuni: Pancasila Akar Ideologi Partai Golkar

Sejauh ini Ade melihat, ia banyak melihat UMKM yang semangat, berusaha mencari di internet, mencari kesempatan untuk memperbaiki produk, belajar dari yang lain hingga sukses. Dan banyak bertemu dengan rekan UMKM yang bermodal di bawah Rp 10 juta tapi tumbuh besar.

Dia juga tak menampik, banyak sekali produk UMKM yang ada di Jabar sudah membanggakan, yang berasal dari produk-produk khas Jabar atau khas wilayahnya masing-masing. Banyak yang bisa dikembangkan tidak saja kuliner, tapi juga bidang kerajinan tangan, dekorasi rumah tangga yang permintaannya tinggi.

“Saling mendorong, memotivasi agar bisa naik kelas, yang kelasnya tinggi bisa membantu yang di bawah dan yang dibawah terus belajar dari yang sudah sukses,” imbuhnya. {jabar.pojoksatu}

fokus berita : #Ade Puspitasari