08 September 2021

Prihatin Lapas Tangerang Terbakar, Andi Rio Idris Minta Kemenkumham Tingkatkan Sistem Pengamanan

Berita Golkar - Peristiwa kebakaran besar di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) klas 1 di Tangerang, Banten, ikut menjadi keprihatinan anggota Komisi III Andi Rio Idris Padjalangi. Politisi Partai Golkar itu mengucapkan turut berduka atas peristiwa yang menelan korban jiwa sebanyak 41 orang.

Dirinya meminta agar seluruh pihak tidak memberikan informasi yang dapat meresahkan dan menakutkan kepada publik, mari kita tunggu keterangan resmi dari pihak berwajib yaitu kepolisian usai melakukan penyelidikan.

“Jangan ada pihak pihak yang berspekulasi terhadap peristiwa ini selain informasi resmi dari pihak berwenang yaitu kepolisian, mari kita tunggu hasil penyelidikan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian,” kata Andi Rio kepada Fajar.co.id, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga: Pengamat: Jika Golkar Gandeng Anies di Pilpres 2024, Gerindra Dipastikan Gigit Jari

“Saat ini lebih baik kita mendoakan bagi para korban dan memberikan semangat serta dukungan moril kepada pihak keluarga yang ditinggalkan dan tahanan yang masih berada di lokasi, karena tentunya rasa panik dan takut masih terjadi di lingkungan lapas,” sambung pria asal Bone ini.

Wakil Ketua MKD DPR Ri Golkar itu meminta kedepannya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dapat melakukan evaluasi dan berbenah diri dari peristiwa tersebut, jangan sampai sistem keamanan dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lapas tidak ada atau tidak berfungsi.

” APAR wajib dimiliki di setiap lapas di seluruh indonesia, tentunya guna mencegah kebakaran meluas dan sebagai pertolongan pertama, kedepan kemenkumham harus meningkatkan sistem pengamanan keseluruhan baik sarana dan prasarana yang ada di lapas agar peristiwa ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Baca Juga: RUU PKS Harus Segera Disahkan, Christina Aryani: Kebutuhan Hukum Masyarakat

Terakhir, Andi Rio meminta seluruh kegiatan dan tugas di Lapas Tangerang tidak terganggu dan berjalan seperti biasanya pasca peristiwa kebakaran tersebut, jangan sampai ada tahanan yang memanfaatkan peristiwa itu untuk kabur dan melarikan diri dari lapas.

“Lapas harus tetap melakukan pembinaaan di ruang yang masih dapat digunakan, bagi ruang tahanan yang kebakaran, dapat di lakukan pemindahan atau penitipan tahanan ke lapas lain melalui aturan dan mekanisme yang berlaku, dengan tetap memperhatikan jumlah keberadaan tahanan lain,” pungkasnya. {fajar}

fokus berita : #Andi Rio Idris Padjalangi