09 September 2021

Survei Polmatrix: Elektabilitas Partai Golkar Nomor 5 Dengan 8 Persen

Berita Golkar - Hasil survei terbaru Polmatrix Indonesia, mencatat kenaikan elektabilitas Partai Demokrat yang dikomandoi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan menyalip dua partai politik pendukung pemerintah.

Diketahui, dalam survei tersebut, partai AHY Berada di urutan ketiga dengan elektabilitas mencapai 11,3 persen. 

“Demokrat berhasil menembus peringkat tiga besar,” ujar Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia, Dendik Rulianto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).

Baca Juga: Sesalkan Santri Dianiaya Hingga Meninggal, Ketua DPRD Prabumulih: Kekerasan Pada Adik Tingkat Tak Pantas

Menurut dia, kenaikan Demokrat tersebut mencerminkan partai oposisi memanfaatkan suara kritis terhadap pemerintah. Terutama soal penanganan Covid-19 dan PPKM Darurat atau level 3-4. Baca Juga: Filipina Mau Contek Kebijakan RI, AHY Kena Semprot: Anak Manja Kok Sok Ngatur Negara

Lanjutnya, ia menilai dengan melonjaknya dukungan terhadap Demokrat, membuat elektabilitas PDIP anjlok ke angka 16,2 persen. Selain itu, Demokrat berhasil menyalip parpol koalisi pemerintah, seperti PKB (8,3 persen) dan Golkar (8,0 persen).

Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga sukses menyodok ke papan tengah dengan 5,2 persen. Adapun PKS (5,0 persen), Nasdem (3,9 persen), PPP (2,8 persen), Ummat (1,8 persen), dan PAN (1,4 persen).

Baca Juga: Berduka Lapas Tangerang Terbakar, Adies Kadir Minta Pemerintah Cari Solusi Bukan Cari Kambing Hitam

Sementara, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang merupakan parpol baru, mencatatkan elektabilitas 1,3 persen melampaui raihan Perindo, Hanura, dan Partai Berkarya. “Kemunculan Gelora turut menggerus basis dukungan terhadap PKS. Demikian pula antara Ummat dan PAN,” lanjutnnya.

Kemudian, untuk di papan bawah terdapat Perindo (0,8 persen), Hanura (0,6 persen), Berkarya (0,4 persen), PBB (0,2 persen), dan PKPI dan Garuda masing-masing 0,1 persen. Sementara itu, survei Polmatrix Indonesia ini dilakukan pada 25 Juli-5 Agustus 2021 dengan melibatkan 2.000 responden.

Semua responden tersebar di 34 provinsi, sedangkan survei dilakukan melalui telepon yang dipilih acak. Sementara, margin of error lebih kurang 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. {wartaekonomI}

fokus berita : #Dendik Rulianto