17 September 2021

Australia Bangun Armada Kapal Selam Nuklir, Bobby Rizaldi, Kita Harus Waspada, Larang Masuk RI

Berita Golkar - Australia memutuskan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir. Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menegaskan kapal selam bertenaga nuklir punya Australia itu harus dilarang masuk wilayah Indonesia.

"Ya kita perlu mewaspadainya karena bukan soal alutsista, tapi karena ada ketidakadilan. Negara yang belum mempunyai senjata nuklir dilarang mengembangkannya, tapi negara yang sudah punya dipersilakan menyimpannya, dan ini Australia malah akan membangunnya," kata Bobby kepada wartawan, Jumat (16/9/2021).

Bobby menyebut rencana Australia membangun armada kapal selam bertenaga nuklir tak terlepas dari konflik di Laut China Selatan (LCS). Sikap pemerintah dengan memberikan perhatian khusus terhadap rencana pembangunan armada kapal selam tersebut dianggap sudah tepat.

Baca Juga: Muhidin M Said Minta Anggaran Pendidikan Tahun 2022 Rp.541,7 Triliun Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

"Ini memang adalah bagian dari aliansi AS-Australia-Inggris dalam konteks konflik LCS. Walaupun Indonesia tidak berdampak langsung, bila menyangkut adanya senjata nuklir di kawasan, ini perlu perhatian khusus," ujar Ketua DPP Golkar itu.

Kementerian Luar Negeri RI sendiri mencermati dengan hati-hati rencana Australia membangun armada kapal selam bertenaga nuklir. Selain itu, pemerintah dinilai harus memperkuat sistem alutsista di daerah yang berhadapan langsung dengan Australia.

"Indonesia bisa menebalkan penempatan sistem alutsista jarak menengah dan jauh di daerah yang berhadapan dengan Australia," imbau Bobby.

Baca Juga: Nilai Indonesia Perlu Miliki UU Bahan Kimia, Ini Alasan Mukhtarudin

Bobby juga menilai pemerintah Indonesia perlu mengkaji penguatan aliansi Amerika Serikat (AS). Anggota DPR dapil Sumatera Selatan II itu mengingatkan stabilitas kawasan juga perlu dijaga.

"Penguatan aliansi AS dengan doktrin Indo-pasifik ini perlu dikaji pemerintah Indonesia agar tetap membuat stabilitas kawasan tetap kondusif. Dan bila memang ada kapal selam nuklir Australia, harus dilarang melintas di wilayah Indonesia," tutur Bobby.

Sebelumnya, Australia memutuskan membangun armada kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan AS dan Inggris menyusul tercapainya kesepakatan aliansi pertahanan baru ketiga negara tersebut. Indonesia prihatin atas keputusan Australia.

Baca Juga: Khotibi Achyar Apresiasi Langkah Anies Baswedan Tunjuk Yani Wahyu Purwoko Jadi Walikota Jakbar

"Indonesia mencermati dengan penuh kehati-hatian tentang keputusan pemerintah Australia untuk memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan," kata pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia seperti dikutip Jumat (17/9). {detik}

fokus berita : #Bobby Rizaldi