18 September 2021

Kutuk Keras Tindakan Biadab KKB Papua, Bamsoet: Sikat Habis! HAM Bicarakan Kemudian

Berita Golkar - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras tindakan biadab kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang membakar Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Bahkan, seorang nakes bernama Gabriella Meilani menjadi korban serangan KKB hingga tewas.

Bamsoet mengatakan KKB harus ditindak tegas tanpa ragu. Menurutnya, urusan HAM dapat dibahas kemudian demi keselamatan masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi saya tegaskan, sikat habis. Urusan HAM kita bicarakan kemudian. Jangan ragu bertindak hanya karena persoalan HAM. Utamakan keselamatan rakyat kita," kata Bamsoet, Sabtu (18/9).

Baca Juga: Airlangga Sowan Malam-Malam Ke Habib Luthfi Yahya, Wihaji: Silaturahmi Ke Guru Bangsa

"Jangan lagi ada korban dari rakyat yang tidak bersalah. Negara harus hadir dengan kekuatan penuh. Serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan serangan terhadap kemanusiaan. Tidak dapat dibenarkan atas nama apa pun," lanjutnya.

Apalagi, kata dia, KKB sudah mengakui bahwa mereka yang melakukan aksi pembakaran Puskesmas di Distrik Kiwirok. Karena itu, ia berharap TNI/Polri tak perlu ragu menindak KKB.

"Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNB-OPM) sudah mengakui tindakan tersebut adalah bagian dari aksi mereka. Karenanya tidak ada alasan bagi TNI-Polri untuk tidak segera menumpas habis para teroris biadab kelompok kriminal bersenjata di Papua," ujarnya.

Baca Juga: Sebut Indonesia Punya 80 Ribu Desa, Mujib Rohmat Yakin Dengan Potensi Luar Biasa Desa Wisata

Eks Ketua DPR ini meminta pemerintah pusat dengan dukungan pemerintah setempat hingga TNI/Polri untuk menjamin keselamatan dan keamanan nakes yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan di berbagai wilayah Papua. Dia berharap kejadian serupa tak terulang kembali.

"Terlebih di tengah suasana pandemi COVID-19, kehadiran nakes sangat dibutuhkan. Mereka merupakan pejuang garda terdepan dalam menyelamatkan nyawa manusia. Gangguan terhadap keamanan dan keselamatan para Nakes merupakan alarm tanda bahaya terhadap kemanusiaan," kata Bamsoet.

Dia menyebut sudah terlalu banyak keresahan yang dilakukan KKB di Papua. Korban dari peristiwa itu mulai dari masyarakat biasa, TNI-Polri, hingga kini sudah menyasar Nakes.

Baca Juga: Sesalkan 2 Oknum Polisi Sulsel Terlibat Kasus Narkoba, Andi Rio Idris Padjalangi: Proses Hukum Harus Transparan

Menurut Bamsoet, KKB di Kabupaten Puncak menembak mati seorang guru bernama Oktavianus Rayo pada 8 April 2021 lalu. Selain itu, juga membakar tiga sekolah di Kabupaten Puncak.

"Tidak hanya itu, pada 9 April 2021, seorang guru SMP bernama Yonathan Randen kembali ditembak mati KKB di Kabupaten Puncak. Disusul tewasnya seorang pengemudi ojek bernama Udin akibat ditembak di area Pasar Ilaga Kabupaten Puncak oleh KKB pada tanggal 14 April 2021.

Tanggal 15 April KKB menembak mati seorang pelajar SMA di Kabupaten Puncak bernama Ali Mom. Bahkan Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI Putu I Gusti Putu Danny Nugraha turut menjadi korban kebiadaban akibat ditembak oleh teroris KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua," papar Bamsoet.

Baca Juga: Budi Azwar Terjerat Kasus Sengketa Sawit, Ini Tanggapan Ketua Golkar Tanjab Barat Ahmad Jahfar

Karena itu, ia menekankan, sudah waktunya negara melakukan tindakan tegas dengan menurunkan seluruh matra kekuatan yang dimiliki. Bamsoet menegaskan tak boleh ada lagi toleransi terhadap teroris KKB untuk melakukan aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban jiwa.

"Turunkan kekuatan 4 matra terbaik yang kita miliki selain Brimob Polri. Gultor Kopassus, Raiders, Bravo, dan Denjaka. Kasih mereka waktu secepatnya untuk menumpas teroris KKB di Papua," pungkas Bamsoet.

Kejadian penyerangan oleh KKB kepada tenaga kesehatan (nakes) itu terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. KKB Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alipki Taplo menyerang dan membakar puskesmas pada Senin (13/9).

Penyerangan KKB di puskesmas tersebut menyebabkan seorang nakes tewas, yaitu Suster Gabriela Meilani (22). Gabriela ditemukan meninggal dunia di jurang saat bersembunyi dari kejaran KKB {kumparan}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet