23 September 2021

Dave Laksono: Panglima TNI Baru Harus Paham Tak Hanya Perang Konvensional Tapi Juga Perang Digital

Berita Golkar - Siapa calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto masih menjadi tanda tanya. Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengatakan sampai saat ini belum ada surat dari Presiden Jokowi terkait Panglima TNI yang diajukan ke Senayan.

"Belum ada (Surpres) kita tunggu saja dari Presiden. Saya enggak tahu karena belum ada komunikasi kapan. Apalagi siapa yang ditentukan," kata Dave, Kamis (23/9).

Meski begitu, Dave berharap Panglima TNI pilihan Jokowi dapat memahami perang digital yang terjadi saat ini. Salah satunya pemanfaatan drone.

Baca Juga: Bobby Rizaldi: Bisa Saja Awal Oktober Istana Kirim Surpres Calon Panglima TNI

"Tapi kita berharap Panglima yang akan Presiden tunjuk mengerti permasalahan di dalam TNI dan juga memahami bahwa perang-perang konvensional ini bukan jadi ancaman utama. Ancaman utama perang digital, perang pencitraan," kata dia.

"Seperti kejadian Amerika menyerang Afghanistan tidak lagi dengan kirim pasukan besar-besaran tapi hanya melalui drone saja. Itulah yang harus diatasi dan juga ke depannya agar kita meningkatkan manusianya dan juga kemampuan tempur," lanjutnya.

Ketua DPP Golkar ini pun berharap Jokowi segera mengirim nama Panglima TNI ke DPR. Namun, ia memprediksi Jokowi baru akan mengirim Surpres soal siapa Panglima TNI di akhir masa sidang DPR atau awal Oktober.

Baca Juga: Masa Jabatan 272 Kepala Daerah Segera Habis, Ahmad Doli Kurnia: Penunjukan Plt Harus Transparan

"Kami berharap segera mungkin. Tapi kalau melihat kemungkinan itu di masa yang akan datang tapi mungkin ya, kita enggak tahu. Mungkin saja di ujung (masa sidang) l karena masa sidang ini berakhir di awal Oktober, mungkin di masa yang akan datang," ujarnya.

Terkait siapa calon Panglima yang dipilih, Dave mengatakan tergantung dari kebutuhan Jokowi ke depan. Ia pun tak yakin Jokowi akan mengedepankan aspek rotasi dalam bursa Panglima TNI.

"Kalau dibilang giliran tidak ada. Panglima itu tergantung kebijakan Presiden dan itu yang penting dari kepala staf yang ada," tandas Dave.

Terdapat 3 pimpinan TNI yang memiliki peluang yang sama yakni KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. Namun, Andika dan Yudo disebut sebagai kandidat terkuat. {kumparan}

fokus berita : #Dave Laksono