25 September 2021

Sekjen DPP Golkar Lodewijk Paulus, Calon Kuat Pengganti Azis Syamsuddin Jadi Wakil Ketua DPR RI

Berita Golkar - Nama Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menguat sebagai calon pengganti Azis Syamsuddin di kursi wakil ketua DPR RI. Sumber merdeka.com di internal Partai Golkar menyebutkan nama Lodewijk sudah diputuskan sebagai pengganti Azis yang tersandung kasus suap di KPK.

Nama anggota Komisi I DPR RI itu baru muncul setelah sempat beredar nama Adies Kadir, Ahmad Doli Kurnia dan Melchias Markus Mekeng yang dikabarkan berebut kursi yang ditinggalkan Azis. "Sekarang sudah keputusan ke Pak Lodewijk sebagai penggantinya," ucap sumber merdeka.com ini, Sabtu (25/9).

Sejumlah politikus Golkar menolak mengkonfirmasi soal Lodewijk sebagai pengganti Azis. Rekan Lodewijk di Komisi I DPR RI, Anggota DPR Fraksi Golkar Bobby Adhityo Rizaldi tak mau bicara lantaran sudah ditunjuk juru bicara untuk kasus Azis yaitu Adies dan Supriansa.

Baca Juga: Raih Priyadarshni Academy Dari India, Idris Laena: Bukti Airlangga Menteri Andalan Jokowi

Sementara pesan singkat kepada Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM Golkar Supriansa, tidak berbalas. Namun dalam konferensi pers, Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir menegaskan, Golkar akan segera memproses pengganti Azis sebagai wakil ketua DPR RI.

Kewenangan untuk memutuskan pengganti wakil ketua umum Golkar itu, berada di tangan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Semua anggota DPR Fraksi Golkar memiliki kans sama untuk mengisi kursi pimpinan DPR.

"Kami punya 85 orang semua punya kans menduduki jabatan tersebut. Dan hal ini adalah hak prerogratif dari Ketum Partai Golkar," tegas Adies.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini mengatakan, Golkar akan mengumumkan nama pengganti Azis dalam waktu dekat. "Insya Allah dalam waktu dekat partai Golkar akan mengumumkan," ucapnya.

Baca Juga: Andi Sinulingga Ungkap Cara Bunuh Citra Anies Baswedan Lewat KPK

Sementara itu, Azis Syamsudin telah menyampaikan pengunduran diri sebagai wakil ketua DPR RI. Azis telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan pemberian atau janji dalam penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Kasus korupsi yang menyeret nama Azis mencuat menyusul kasus suap terhadap mantan penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju (STP). Politisi Partai Golkar ini diketahui sebagai pihak yang mempertemukan Stepanus Robin dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial (MS) yang sedang disidik lembaga antirasuah.

Syahrial yang merupakan rekan Azis di Partai Golkar tengah memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjung Balai yang sedang dilakukan KPK.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih Apresiasi Airlangga Raih Penghargaan Bidang Ekonomi Dari Priyadarshni Academy

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kronologi kasus dan keterlibatan Azis di dalam dugaan tindak pidana korupsi. Sekitar Agustus 2020, Azis menghubungi penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). Azis meminta agar Robin 'mengurus' kasus yang menyeret namanya serta Aliza Gunado (AG). Kasus itu sedang dilakukan penyelidikan oleh KPK.

Stepanus Robin Pattuju menghubungi Maskur Husain (MH) untuk ikut mengawal dan mengurus perkara yang menyeret nama Azis. Maskur meminta Azis dan Aliza Gunado, masing-masing menyiapkan uang Rp2 Miliar.

"SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ terkait permintaan sejumlah uang dimaksud dan kemudian disetujui oleh AZ," kata Firli.

Maskur diduga meminta uang muka terlebih dahulu kepada Azis. Nilainya Rp300 juta. Uang dari Azis diberikan melalui transfer ke rekening bank Maskur. Robin juga menyerahkan nomor rekening bank kepada Azis. {merdeka}

fokus berita : #Lodewijk Paulus