26 September 2021

Suami Gabung Partai Lain, Suhartina Bohari Pecat Anggota Fraksi Golkar DPRD Maros Wahyuni Malik

Berita Golkar - Ketua Partai Golkar Maros, Suhartina Bohari memecat Wahyuni Malik sebagai kader Golkar. Wahyuni Malik merupakan legislator Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros.

Putusan pemecatan Wahyuni Malik dilakukan saat rapat pleno di Aula Kantor Golkar Maros, Minggu (26/9/2021). Rapat pleno ini memutuskan dan mensahkan anggota DPRD Maros dari Golkar Wahyuni Malik dipecat dari Golkar Maros.

Rapat pleno ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD II Golkar Maros Suhartina Bohari. Ketua Golkar Maros, Suhartina Bohari mengatakan, terdapat beberapa agenda yang dilaksanakan. Salah satunya pemecatan Wahyuni Malik selaku kader partai Golkar.

Baca Juga: Wacana Airlangga-Ganjar Mencuat, Arif Fathoni: Koalisi Domain DPP, Sebagai Prajurit Kami Selalu Siap

“Hari ini kami menggelar pleno evaluasi kader dan reposisi penugasan kader, salah satu agendanya mengevaluasi kader penegakan disiplin kader, pengurus dan anggota serta reposisi penugasan kader di DPRD Maros,” ujar Suhartina.

Dari hasil pleno ini dipastikan Partai Golkar Maros akan segera melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Wahyuni Malik. Sementra Wakil Ketua Bidang kaderisasi, A Fahry Makkasau menjelaskan, evaluasi ini merupakan evaluasi kader pasca Musda.

Agenda merekomendasikan kepengurusan baru, penegakan disiplin kader dan pengurus serta anggota. Pemecatan Wahyuni Malik ini dikarenakan adanya pelanggaran AD/ART partai Golkar. “Salah satu isi dari AD/ART partai Golkar adalah prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela," ujarnya.

Baca Juga: Sekjen DPP Golkar Lodewijk Paulus, Calon Kuat Pengganti Azis Syamsuddin Jadi Wakil Ketua DPR RI

Artinya harus sesumur, sedapur dan sekasur. Sedangkan Wahyuni Malik melanggar salah satu dari item tersebut yakni dedikasi dan loyalitas. Diketahui suami Wahyuni Malik merupakan kader partai lain, sehingga hal tersebut dianggap bertentangan dengan AD/ART. "Suami ibu Wahyuni Malik merupakan kader salah satu partai dan itu melanggar AD/ART,” paparnya.

Fahry menambahkan, bagaimana mengembangkan partai jika keluarga terdekat saja beda partai. Pihaknya kata Fahry juga telah berusaha menjalin komunikasi dengan Wahyuni Malik dengan berbagai cara namun komunikasi berjalan buntu.

Selanjutnya, hasil rapat pleno ini akan diteruskan ke DPD I Sulsel dan DPP Partai Golkar. Setelah ada rekomendasi dari DPP Pusat, kemudian akan diproses di DPRD Maros untuk penggantian Wahyuni Malik di DPRD.

“Kami siap menghadapi jika kemungkinan ada upaya hukum dari Wahyuni Malik. Nanti mahkamah partai yang akan memutuskan,” pungks Fahry. {tribun}

fokus berita : #Suhartina Bohari #Wahyuni Malik