27 September 2021

Turun Gunung Selesaikan Polemik Golkar Lutim, Andi Hatta Marakarma Minta Kader Saling Menghormati

Berita Golkar - Mantan Bupati Luwu Timur dua periode Andi Hatta Marakarma mengajak seluruh kader beringin Bumi Batara Guru saling menghargai. Hal itu disampaikan Andi Hatta menanggapi ribut-ribut kader dalam perebutan kursi Ketua DPD II Golkar Lutim.

Andi Hatta ditugaskan turun gunung sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD II Golkar Lutim, Senin (27/9/2021) hari ini. Ia diminta segera menggelar musda untuk melahirkan ketua definitif dan pengurus baru masa bakti lima tahun ke depan.

"Saya otw Malili, besok rencana ketemu teman-teman di sana. Kita mau lepas kangen sudah lama sama-sama di Golkar Lutim," kata Andi Hatta saat dihubungi Tribun Timur, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: 7 Kader Golkar Ini Digadang Jadi Calon Potensial Pengganti Azis Jadi Wakil Ketua DPR RI

Andi Hatta mengajak seluruh kader menjaga suasana kondusif partai beringin. Ia menilai ribut-ribut beringin baru-baru ini hanya sebatas miss komunikasi.

Selama 12 tahun memimpin Pemerintahan Lutim, Andi Hatta menilai tidak pernah ada ribut-ribut sampai lempar piring di internal beringin. Andi Hatta Marakarma pernah menjabat Penjabat Bupati Lutim tahun 2003-2005. Kemudian Bupati Lutim dua periode 2005-2010, dan 2010-2015.

"Intinya bagaimana kita bersama-sama menciptakan suasana kondusif, karena Golkar milik kita semua. Golkar besar karenna kita semua saling memiliki, baik kader, anggota biasa, pimpinan sehingga kalau ada mis komunikasi mari luruskan kembali," serunya.

Baca Juga: Dibuka Wagub Andika Hazrumy, Rakorda Kukuhkan Pengurus AMPG Banten Di Bawah Pilar Saga Ichsan

"Inikan cuman hal biasa, saya lama saya sama-sama dengan mereka, selama saya di sana tidak pernah seperti ini kondisi. Tidak ada (lempar piring di forum), karena kita saling menghargai," ujarnya.

Andi Hatta menilai, kader-kader Golkar Lutim butuh dihargai. Menurutnya, kalau ada kesalahpahaman, kader harus merasakan saling memiliki, kader harus saling menjaga.

"Kalau dinamika kemarin, tidak perlu dikembangkan. Apalagi kita hadapi tiga agenda besar, pemilihan ketua DPD 2, pemilihan Ketua DPRD, hingga pemilihan wakil bupati,' katanya.

"Begitupun agenda politik 2024 mulai dari pemilihan legislatif, hingga pilkada, ini harus dikonsolidasi baik-baik," ujar Hatta.

Baca Juga: CSIS: Golkar dan Airlangga Jadi Partai dan Figur Seksi di 2024 Karena Punya Posisi Tawar Tinggi

DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan akhirnya mempercayakan politisi senior Andi Hatta Marakarma turun gunung memimpin konsolidasi kader di Kabupaten Luwu Timur. Andi Hatta ditunjuk jadi pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Luwu Timur.

Mantan Bupati Luwu Timur dua periode itu ditugaskan menyelesaikan ribut-ribut kader Golkar Lutim. Hatta akan melanjutkan tugas dua Plt ketua sebelumnya yang mengundurkan diri, M Taqwa Muller dan Andi Marzuki Wadeng.

"Insyaallah, kemungkinan hari ini kami keluarkan surat penugasan," kata Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe saat dihubungi Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Mukhtarudin Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Banjir di Kotawaringin Barat

Andi Hatta merupakan tokoh asal Kabupaten Luwu Timur. Ia merupakan mantan Bupati Luwu Timur dua periode. 2005-2010, dan 2010-2015. Bahkan Hatta juga pernah ditugaskan jadi Penjabat Bupati Luwu Timur pada tahun 2003-2005 oleh Kementerian Dalam Negeri.

Sebelumnya Golkar Sulsel lebih mempercayakan Taqwa Muller memimpin konsolidasi Lutim dibanding Hatta. Hatta sebelum ditunjuk jadi Plt Ketua Golkar Luwu. Kini Golkar meminta Hatta segera turun gunung melakukan konsolidasi kader di Golkar Lutim. Dalam sepekan terakhir ini, tensi politik di internal Golkar memanas.

Musda Golkar Lutim berakhir ricuh pada pekan lalu. Peserta memecahkan gelar dan piring di lokasi muda. Taufan Pawe menilai hal itu dinamika dalam internal organisasi. Baginya hal wajar jika ada perbedaan pandangan dalam organisasi.

Baca Juga: Supriansa: Jangan Kaitkan Kasus Pribadi Azis Syamsuddin Dengan Partai Golkar

"Itu wajar, tinggal kita butuh konsolidasi karena biar bagaimana pun Golkar ini milik kader, terus Golkar bukan milik siapa-siapa," kata Taufan Pawe.

"Kita harus bersama-sama punya semangat hadirkan paradigma Golkar Baru seperti, dalam organisasi begitu ada suka dan tidak suka, ada puas dan tidak puas," sambungnya.

Bagi Taufan Pawe, ribut-ribut di Musda Golkar Lutim hal biasa. Ia mencontohkan Musda Golkar kabupaten kota sudah selesai di 22 daerah sebelumnya. Tinggal Kabupaten Lutim dan Kota Parepare. {tribun}

fokus berita : #Andi Hatta Marakarma