01 Oktober 2021

Tekan Inflasi, Muktarudin Desak Pemerintah Jaga Stabilitas Harga di Pasar

Berita Golkar - Tingkat inflasi pada tahun 2022 diperkirakan pemerintah akan berada di level 3% yoy. Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin mengaku realisasi target inflasi 3% tersebut akan sangat berpengaruh pada pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

Tingkat inflasi pada tahun 2023 juga akan menggambarkan kenaikan dari sisi permintaan. Untuk itu, Mukhtarudin meminta pemerintah untuk terus menjaga harga-harga komoditas yang diatur administered price (AP).

"Jadi, harus menjaga stabilitas harga di pasar, terutama di sektor energi seperti tarif listrik, LPG dan BBM," tutur Politikus Golkar itu, Jumat, (1/10/2021).

Baca Juga: Demi Kemenangan Airlangga di Pilpres 2024, Satkar Ulama Usulkan Koalisi Nasionalis Religius

Mukhtarudin mengingatkan bahwa pemerintah perlu mewaspadai inflasi naiknya permintaan atau Demand pull inflation yang sering terjadi pada saat-saat jelang akhir tahun 2021. Kebutuhan masyarakat cenderung meningkat sehingga secara otomatis akan menggerek kenaikan permintaan.

"Saya minta pemerintah untuk lebih memperhatikan, agar bisa mencerminkan perbaikan daya beli masyarakat," kata dia.

Selain itu, Mukhtarudin juga menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) yang ditargetkan 103-105, dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) di 104-106. Mukhtarudin mendorong pemerintah untuk terus mempercepat distribusi Kartu Tani kepada seluruh petani di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Airlangga Pastikan Golkar Solid Pilih Lodewijk Paulus Jadi Wakil Ketua DPR RI

Sebagaimana diketahui salah satu cara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi adalah melalui Kartu Tani yang pendatannya sudah berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan ditetapkan melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK).

"Jadi, saya minta pemerintah terus memonitor distribusi Kartu Tani yang adil dan merata. Kesejahteraan petani dan nelayan harus menjadi prioritas karena berkaitan erat dengan ketahanan pangan yang menjadi kunci suksesnya bangsa ini melewati masa-masa sulit di tengah pandemi," pungkas Mukhtarudin. {TS}

fokus berita : #Muktarudin