01 Oktober 2021

Jokowi Tambah Utang Rp.4.000 Triliun, Menko Airlangga: Negara Kita Tidak Sendirian

Berita Golkar - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah tembus ke Rp 6.625 triliun atau setara 40,85% terhadap PDB. Itu adalah posisi hingga akhir Agustus 2021.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat mulai 20 Oktober 2014, utang pemerintah sudah bertambah Rp 4.024 triliun. Begini laju pertambahan utang di masa kepemimpinan Jokowi:

2014

Berdasarkan catatan detikcom, pada awal masa jabatan, Jokowi telah dibebankan utang negara sebesar 2.601 triliun per Oktober 2014. Hingga akhir 2014, utang pemerintah bertambah menjadi Rp 2.608 triliun.

Baca Juga: Terungkap! Ini 2 Alasan Airlangga Pilih Lodewijk Paulus Gantikan Azis Jadi Wakil Ketua DPR RI

2015

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.165 triliun

2016

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.466 triliun

2017

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.938 triliun

2018

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 4.418 triliun

Baca Juga: Yellow Day Golkar Kutim Peduli Vaksin, 2.700 Warga Sangatta Antusias Divaksin Gratis

2019

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 4.478 triliun

2020

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 6.074 triliun

Agustus 2021

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 6.625 triliun

Baca Juga: Dave Laksono Tegaskan Komisi ! DPR Belum Terima Surpres Jokowi Terkait Calon Panglima TNI

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui rasio utang memang cenderung meningkat. Namun dia menilai itu merupakan hal yang wajar mengingat situasi pandemi yang terjadi.

"Rasio utang memang naik, namun ini kita tidak sendirian, hampir semua negara rasio utangnya naik," ucapnya dalam acara Forum Indonesia Bangkit pada 29 September 2021. {detik}

fokus berita : #Airlangga Hartarto