03 Oktober 2021

Gandung Pardiman: Tanpa Peran Pak Harto, Indonesia Sudah Jadi Negara Komunis

Berita Golkar - Pengkhianatan G 30 S PKI 1965 tidak boleh dilupakan. Sebab ini merupakan salah satu peristiwa kelam yang dialami bangsa Indonesia. Yakni upaya mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis dengan membunuh para jenderal Pahlawan Revolusi.

Upaya mengganti ideologi Pancasila ternyata masih terus dilakukan oleh pihak yang berpaham ideologi komunis dengan berbagai cara.

Oleh karena itulah, Panglima Gerakan Pasukan Anti-Komunis (Gepako) HM Gandung Pardiman menyerukan agar TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI, sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara Indonesia dan larangan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkian faham atau ajaran komunisne, marxisme-leninisme tetap dipertahankan. Meskkpun banyak yang mengutak-atik tap MPRS tersebut.

Baca Juga: Silaturahmi Kebangsaan, Golkar-PKS Bahas Politik dan Ekonomi Kepri

"Kita harus mempertahankan keberadaan Tap MPRS nomor 25 tahun 1966 tersebut dan jangan sampai dihapuskan. Kalau tidak ada Pak Harto, Indonesia sudah menjadi negara komunis. Oleh karena itu, kita patut hormat dan bangga pada beliau atas jasa-jasanya membebaskan NKRI dari komunisme," tegas Gandung Pardiman dalam keterangan persnya, Sabtu (2/10).

Sebagai kader Partai Golkar dan Pancasilais sejati yang ingin mempertahankan ideologi Pancasila dan NKRI, Gandung mendirikan Gerakan Pasukan anti-Komunis (Gepako). Pihaknya juga merekrut generasi muda yang cinta Pancasila dan NKRI.

"Gepako berdiri karena adanya upaya dari pihak yang berideologi Komunis yang ingin mengganti Pancasila. Gepako hingga saat ini konsisten menjaga Pancasila dan menghadapi bahaya laten," ungkapnya.

Baca Juga: Ace Hasan Sesalkan Aksi Mensos Risma Memarahi dan Tunjuk-Tunjuk Pendamping PKH Gorontalo

Gandung Pardiman yang juga anggota DPR ini menambahkanz momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ini bisa dijadikan pengingat agar organisasi masyarakat yang antikomunis untuk merapatkan barisan.

Disinyalir, masih banyak yang bermanuver melakukan berbagai cara untuk mengaburkan peristiwa pengkhianatan G 30 S PKI. "Kami siap untuk membasmi berbagai anasir-anasir yang berupaya membangkitkan kembali komunisme di Indonesia," tegasnya.

Gepako, lanjutnya, saat maraknya perdebatan dan pertentangan gagasan dan aspirasi akibat munculnya Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), amat terusik karena ada yang ngin memeras sila-sila Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. Gepako pun bersama elemen lainnya menyatakan sikapnya menolak secara tegas Rancangan Undang Undang itu. Akhinya RUU HIP dibatalkan.

Baca Juga: Dinilai Sukses Gelar Vaksinasi massal, Senator Fahira Iddris Beri Penghargaan Untuk Golkar DKI Jakarta

Gepako percaya dan berharap TNI dan Polri bersikap tegas menindak pihak yang terbukti akan membangkitkan ideologi Komunis demi keutuhan Pancasila dan NKRI.

"Pancasila tidak bisa diubah dan dan diutak-atik. Ini sudah baku. Kami akan berupaya keras melindungi Pancasila dari tangan jahat dan licik yang ingin mengubah dan mengilangkan Pancasila dari bumi NKRI," pungkasnya. {rm}

fokus berita : #Gandung Pardiman