03 Oktober 2021

Nurdin Halid Dukung Erwin Aksa Maju Di Pilgub Sulsel 2024

Berita Golkar - Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 masih lama. Namun sejumlah figur sudah digadang-gadang layak bersaing memperebutkan kosong satu Sulsel. Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu, terus menyusun desain jadwal Pilkada Serentak termasuk Pilgub serentak digelar 27 November 2024.

Beberapa bulan sebelumnya digelar Pilpres dan Pemilu 2024 pada 21 Februari. Politisi senior Partai Golkar, Nurdin Halid mendorong Erwin Aksa maju calon Gubernur Sulawesi Selatan 2024. Nurdin Halid melihat Erwin Aksa merupakan sosok tokoh muda militan dan visioner.

Nurdin berharap Erwin Aksa maju bertarung untuk mengabdi di pemerintahan Sulsel. Saat ini Erwin Aksa menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Bidang Penggalangan Strategis.

Baca Juga: Bangga Papua Tuan Rumah PON XX, Robert Kardinal: Papua Tidak Beda Dengan Provinsi Lain di Indonesia

"Secara pribadi saya mendorong Erwin Aksa maju Pilgub Sulsel, karena beliau sosok anak muda yang militan dan visioner," kata Nurdin Halid kepada wartawan Minggu (3/10/2021).

Serta kader Golkar yang paling potensial untuk memenangkan Pilgub Sulsel. Nurdin Halid mengatakan ada empat indikator DPP Partai Golkar dalam mengusung calon gubernur. Pertama potensi konstituen yang besar, hasil survei, performa hingga kemampuan logistik.

Empat indikator itu harus dipenuhi kader jika ingin diusung jadi calon gubernur pada pilkada serentak 2024. Baru-baru ini, Erwin Aksa mendapat amanah baru dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Baca Juga: Ace Hasan Sesalkan Aksi Mensos Risma Memarahi dan Tunjuk-Tunjuk Pendamping PKH Gorontalo

Politisi berlatar pengusaha itu ditunjuk jadi Wakil Ketua Umum DPP Golkar Bidang Penggalangan Strategis. Ia menggantikan Andi Rizal Mallarangeng. Jabatan Erwin Aksa sebelumnya sebagai Ketua DPP Bidang Perindustrian.

"Saya sangat bangga karena Erwin Aksa anak muda dari Timur yang mampu menjadi elite politik Golkar di tingkat nasional," kata Nurdin Halid.

Soal peluangnya maju, Nurdin Halid menunggu hasil kerja tim kecil bentukannya. Nurdin Halid menugasi Farouk M Beta sebagai ketua tim didampingi Irwan Muin sekretaris tim mengukur loyalitas dan dukungan kader Golkar.

Baca Juga: Kosgoro 1957 Sulsel Gelar Vaksinasi Massal Untuk 1.000 Masyarakat Umum

Tim kecil itu diberi dua tugas. Pertama mengukur keinginan dan solidaritas kader Golkar Sulsel peluang Nurdin Halid maju kembali calon Gubernur 2024.

"Tugas pertama itu tanyakan kepada kader Golkar Sulsel apakah Nurdin Halid masih perlu maju atau tidak, kalau kader katakan iya lanjut tugas kedua, tapi kalau kader katakan tidak, maka selesai tugas tim," kata Nurdin Halid.

Tugas kedua, Aru dan Irwan Muin bertugas menanyakan keinginan masyarakat Sulsel kepada Nurdin Halid. "Itu yang mau kita evaluasi hari ini. Prinsip saya itu kepentingan rakyat dulu baru kepentingan partai. Makanya itu dua tugas Saudara Aru yang perlu diukur," ujar Nurdin Halid.

Baca Juga: Nurul Arifin: UU PDP Jamin Terlindunginya Hak Dasar Warga Negara Dengan Regulasi Perlindungan Data Pribadi

Erwin Aksa merupakan salah satu pebisnis muda ternama asal Sulawesi Selatan. Ia pernah menjabat Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Memimpin perusahaan sejak muda dengan hasil yang positif, Erwin meraih sejumlah penghargaan.

Antara lain Young Entrepreneur of The Year 2009, Asia Pacific Entrepreneur Award (APEA) 2009 dan Finalis Ernst&Young (EY) Entrepreneur of The Year 2010. Dia terlibat aktif dalam sejumlah organisasi sejak usia muda.

Baik organisasi bisnis, sosial, olahraga hingga politik, baik di kancah domestik maupun regional dan internasional. Erwin Aksa lahir di Makassar, Sulawesi Selatan 7 Desember 1975. Erwin adalah putra pasangan Aksa Mahmud dan Ramlah.

Baca Juga: Ulang Kesuksesan Pilgub 2020, Golkar Bengkulu Bakal Kembali Calonkan Rohidin Mersyah di 2024

Ayahnya pendiri Bosowa Group sementara ibunya adik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Erwin menyelesaikan kuliah jurusan ekonomi di University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 1997.

Berkat ilmu yang dipelajari dan bimbingan keluarga, ia mulai memimpin beberapa perusahaan di bawah bendera Bosowa Group. Puncaknya, setelah puluhan tahun dikendalikan oleh ayahnya, pada 2006, Erwin ditunjuk menjadi direktur Utama Bosowa Group.

Erwin pun tancap gas mengembangkang Bosowa. Kini ia menjabat sebagai Komisaris Utama Bosowa Group. Bosowa Group sendiri telah memiliki 10 unit bisnis, yakni otomotif, semen, logistik dan transportasi, pertambangan, properti, jasa keuangan, infrastruktur, energi, media, dan multibisnis. {tribun}

fokus berita : #Nurdin Halid #Erwin Aksa