03 Oktober 2021

Airlangga Ingin Cawapres Dari Kalangan Religius, PAN Sodorkan Nama Tokoh Ini

Berita Golkar - Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyebut sosok Soetrisno Bachir dinilai pantas bersanding dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto pada kontestasi Pilpres 2024.

Saleh mengatakan hal tersebut menyusul munculnya wacana Golkar dengan PAN bekerja sama pada Pilpres 2024 demi mewujudkan Koalisi Nasionalis Religius. Menurut dia, wajar nama Soetrisno Bachir didorong parpolnya bersanding dengan Airlangga.

Sebab, Soetrisno memiliki segudang prestasi di bidang politik dan pemerintahan. Eks Ketum PAN itu misalnya pernah sukses menjadi Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN).

Baca Juga: Puteri Komarudin Pastikan RUU HPP Memihak Kepentingan UMKM Dan Masyarakat

"Banyak lagi prestasi dan hasil kerja keras beliau (Soetrisno Bachir, red). Tentu semua itu bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan," kata Saleh, Jumat (1/10).

Namun, kata eks Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu, PAN saat ini belum terburu-buru menentukan rekan koalisi pada Pilpres 2024.

Partai yang berdiri pada 1998 itu masih fokus membantu pemerintah menangani penularan Covid-19. Terlebih lagi banyak rakyat yang terdampak pandemi. "Ini pekerjaan besar. Semua pihak diminta berkontribusi, terutama partai politik," ungkap dia.

Baca Juga: Batik Warisan Budaya Bangsa, Hetifah: Anak Muda Harus Beli dan Bangga Kenakan Batik

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago sebelumnya menyebut Koalisi Nasionalis Religius ideal untuk jadi kendaraan Airlangga Hartarto berkontestasi pada Pilpres 2024.

Pria yang juga berstatus analisis politik itu menyebut Airlangga tinggal menggandeng kader dari partai berkarakter religius seperti PKS, PKB, dan PAN. Pasalnya, menurut Pangi, Airlangga diketahui sebagai sosok yang berkarakter nasionalis. Begitu pun Golkar yang memiliki kesan nasionalis.

Menurut Pangi, Airlangga Hartarto sebaiknya memberanikan diri maju sebagai Capres 2024 dengan mencari cawapres di Koalisi Nasionalis-Religius. Sebab, majunya pria yang juga menjabat Menko Perekonomian berpotensi meningkatkan elektabilitas Golkar.

Baca Juga: Nandang Sucita: AMPI Siap Berjuang Menangkan Airlangga Hartarto Jadi Presiden RI

"Pilihan Airlangga maju sebagai capres dan tidak punya beban sebetulnya, mau kalah mau menang, dalam sejarah pemilu tetap Golkar menang banyak, tetap menjadi partai penguasa," tutur Pangi, Rabu (29/9).

Satuan Karya Ulama Indonesia (Satkar) Partai Golkar mendorong Ketua Umum Airlangga Hartarto membentuk koalisi nasionalis religius. Koalisi itu dianggap mumpuni untuk meraup lumbung suara.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Satkar Partai Golkar Ashraf Ali mengatakan Koalisi Nasionalis Religius menjadi salah satu yang ideal untuk Airlangga berlaga di pilpres 2024. Sebab, menurut risetnya, 70 persen voters merupakan suara yang masih dinamis.

Baca Juga: Dyah Roro Esti Ungkap Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Karbon Sebesar 29 Persen di Tahun 2030

"Nah yang 70 persen itu bersifat religius, maka itu sangat wajar apabila ada koalisi nasional yang berkarakter religius," kata Ashraf saat dihubungi, Selasa (28/9).

Sisanya sebanyak 30 persen merupakan suara statis. Suara tersebut merupakan kader, pengurus, dan simpatisan partai.

Ashraf mengatakan dengan berkoalisi dengan nasionalis religius akan membangun kekuatan di pilpres 2024. Apalagi kata Ashraf, kultur masyarakat Indonesia yang general dan heterogen. "Perlu adanya satu kesepahaman, bagaimana membawa bangsa ini ke depan," kata dia.

Saat ini, lanjut Ashraf, pendekatan dan komunikasi yang dilakukan Airlangga sudah sangat luas. Airlangga pernah menemui Ketum PPP Suarso Monoarfa, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, juga dengan banyak ulama. {WE}

fokus berita : #Saleh Partaonan Daulay #Airlangga Hartarto