04 Oktober 2021

Ada Truk Bergambar Dirinya di Tol Cipali, Dedi Mulyadi Girang Dan Ajak Ngevlog Bareng

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi begitu girang saat melihat ada truk yang bergambarkan wajahnya. Truk itu ditemui Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Jalan Tol Cipali saat dia sedang dalam perjalanan menuju Gedung DPR di Senayan, Jakarta Pusat.

Adapun perjalanan Kang Dedi menuju Gedung DPR untuk menghadiri acara pelantikan Sekjen Golkar Lodewijk F Paulus sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan Azis Syamsuddin yang tersangkut korupsi.

Diketahui, meski berstatus anggota DPR, Kang Dedi tetap memilih tinggal di Purwakarta atau di Subang, Jawa Barat yang merupakan tanah kelahirannya. Saat melihat ada truk bergambar dirinya, Kang Dedi pun memerintahkan sopirnya untuk mengejar truk tersebut.

Baca Juga: Terima SK Dari Gubernur Sulut, Sulhan Manggabarani Segera Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bolmong

Selain bergambar wajah Kang Dedi, dalam bodi belakang truk itu juga disertai tulisan 'Rejeki tak dibawa mati, memberi tak akan mengurangi'.

Ngevlog Bersama Sopir

Usai menghentikan truk bernomor polisi V 9561 VQ tersebut, Kang Dedi pun langsung naik ke dalam truk itu berdua dengan sang sopir. Dia pun langsung ngevlog menggunakan kameranya untuk berbincang dengan sang sopir.

Kang Dedi penasaran mengapa pemilik truk itu sampai mau menempel wajah mantan Bupati Purwakarta itu di kendaraannya. Rupanya, pemilik truk itu sudah sempat berkomunikasi dengan Kang Dedi beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Ketua Balitbang Golkar, Jerry Sambuaga: Peran Golkar Selalu Berkarya Demi Tegaknya Pancasila

"Ternyata punya Haji Santoso yang dulu pernah kontakan sama saya, tapi baru ini ketemu sama truknya," kata Kang Dedi dilansir dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (4/10/2021).

Kepada Kang Dedi, sopir truk itu, Sahroni, mengatakan bahwa dia mengangkut ubi dari Banyuwangi, Jawa Timur menuju Bogor, Jawa Barat. Perjalanan itu ditempuh Sahroni dalam waktu dua hari dua malam untuk sampai ke tujuan.

Kang Dedi pun kaget saat mengetahui pengeluaran dari Sahroni dalam setiap perjalanan membawa ubi dari Banyuwangi hingga Bogor mencapai Rp 3 juta.

"Untuk tol aja habis Rp 1,2 juta dari Probolinggo sampai Sentul, Bogor," kata Sahroni yang dalam perjalanan ini mengangkut 8 ton ubi untuk dikirimkan ke sebuah pabrik di kawasan Sentul.

Baca Juga: Mukhtarudin Minta Kuota BBM Subsidi Di Kalteng Ditambah Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Sementara itu, seusai mengantarkan ubi ke Bogor, Sahroni tak langsung kembali pulang ke Banyuwangi. Dia biasanya mangkal dulu di Jakarta untuk mencari orderan lagi yang bisa dibawanya ke Banyuwangi. "Pulangnya mangkal dulu cari muatan di Jakarta. Rata-rata bawa barang proyek," kata Sahroni.

Tak hanya Kang Dedi yang ngevlog di Tol Cipali, Sahroni juga mengeluarkan ponselnya untuk berfoto dengan anggota DPR itu. Dia pun diminta menyampaikan salamnya menggunakan bahasa Banyuwangi lantaran bisa ngevlog dengan Kang Dedi.

Kebersamaan keduanya pun harus berakhir di rest area kawasan Cikampek. Sebelum kembali ke mobilnya, Kang Dedi pun memberikan uang untuk bekal kepada Sahroni.

Baca Juga: Nurdin Halid Dukung Erwin Aksa Maju Di Pilgub Sulsel 2024

Aksi Kang Dedi Jadi Sopir Truk Pasir

Sebelumnya, Kang Dedi Mulyadi alias KDM juga sempat menjajal jadi sopir truk pasir. Kala itu dia sengaja menyetir sendiri truk itu ke tempat pembelian pasir di lokasi tambang di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kang Dedi membeli pasir itu untuk keperluan pembangunan kolam di rumahnya. Selain itu, dia juga ingin mengecek mengenai izin di lokasi penambangan pasir yang didatanginya.

Pasalnya, Kang Dedi menyebut banyak penambangan ilegal yang praktiknya merusak alam dan melahirkan aksi premanisme di jalan. "Sekarang nambangnya ngerusak lingkungan, upah tenaga kerja murah, mobil enggak bayar pajak, gadapet pajak jalan.

Baca Juga: Ini Cara Musa Rajekshah Bikin Golkar Makin Dikenal Masyarakat Sumut

Uang tercecer di jalan lahir premanisme.

Orang jadi males. Kerjanya dari mungut," kata Kang Dedi mengenai banyaknya penambangan ilegal yang terjadi, dilansir dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (29/9/2021). "Pasir diperlukan untuk pembangunan tapi jalan juga perlu diperbaiki," lanjut Kang Dedi.

Kang Dedi memastikan sikapnya yang keras ke para penambang ilegal lantaran demi menyelamatkan alam. Sebab, tambang yang ilegal berdampak buruk bagi alam dan warga yang tinggal di area itu. Utamanya mengenai buruknya kualitas air yang ada di sana karena tercemar limbah.

"Kita tujuan edukasi bukannya mau mematikan usaha orang. Tapi ngajarin agar usahanya menjaga lingkungan," kata Kang Dedi.

Baca Juga: Nilai Tambang Pasir Ilegal di Subang Membahayakan Pekerja dan Lingkungan, Dedi Mulyadi: Hentikan!

Saat menaiki truk pengangkut pasir yang kondisinya sudah butut, Kang Dedi dibuat bingung dengan cara menutup jendela dan membuka pintunya. Sebab, kondisinya tak seperti mobil yang terurus. Bila membuka atau menutup jendela, rupanya sopir harus menggunakan engkolan yang sudah copot.

"Mobilnya ga diurusin sama yang punyanya. Duitnya diambilin tiap hari, mobilnya ga diurusin," ujar Kang Dedi.

Selesai masalah jendela, Kang Dedi kembali dibuat bingung ketika mau membuka pintu. Mantan Bupati Purwakarta itu pun sampai berteriak ke sopir aslinya untuk mengetahui caranya membuka pintu.

Baca Juga: Bangga Papua Tuan Rumah PON XX, Robert Kardinal: Papua Tidak Beda Dengan Provinsi Lain di Indonesia

"Dibetot pak," jawab pak sopir saat menunjukan cara membuka pintu kepada Kang Dedi yang berbeda dari mobil umum.

"Gusti nu agung," kata Kang Dedi heran.

Selama menuju area penambangan pasir, Kang Dedi pun tampak kewalahan ketika harus berpapasan dengan sesama truk pasir di jalan yang sempit. "Jadi sopir tuh rentan. Mobil butut, jalan rusak, upah kecil," kata Kang Dedi sambil menyetir truk itu. {tribun}

fokus berita : #Dedi Mulyadi