04 Oktober 2021

Dave Laksono Desak Pemerintah Tegas Soal Kapal Riset China Yang Sudah Sebulan di Natuna

Berita Golkar - Angota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono mengatakan pemerintah harus bersikap tegas terkait laporan yang menyebut kapal riset China Hai Yang Di Zhi 10 mondar-mandir di Laut Natuna Utara selama satu bulan.

Menurut Dave, walaupun kapal tersebut mondar-mandir dengan alasan ilmu pengetahuan, tujuan riset itu harus jelas untuk apa. "Ya, itu kita harus sikapi dengan tegas, terutama pemerintah," kata Dave saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (4/10).

Dave mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya mendapatkan hasil penelitian jika benar kapal Hai Yang Di Zhi 10 memang melakukan riset. Selain itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ataupun Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), dan Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidro) milik TNI angkatan Laut (AL) juga dilibatkan.

Baca Juga: Bebby Nailufa Resmikan Yellow Clinic, Golkar Pontianak Sukses Gelar Vaksinasi Massal

"Karena itu kan dilakukan di perairan kita, yang mereka kumpulkan datanya ya harus diserahkan ke kita," ujarnya.

Menurut Dave, sebelum persoalan ini disikapi dengan lebih jelas dan dibawa ke meja diplomasi, sebaiknya coast guard Indonesia melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan coast guard China yang mengiringi kapal riset Hai Yang Di Zhi 10.

Hal ini menjadi salah satu tugas TNI AL yang mesti menggali tujuan keberadaan Hai Yang Di Zhi 10 mondar-mandi selama satu bulan di Laut Natuna Utara. "Sebelum ini menjadi eskalasi lebih keras lagi ke depannya," ujar Dave.

Baca Juga: Airlangga Ingin Cawapres Dari Kalangan Religius, PAN Sodorkan Nama Tokoh Ini

Adapun mengenai laporan bahwa TNI AL hanya mengirimkan kapal tanker untuk membayangi Hai Yang Di Zhi 10 yang dinilai sebuah bentuk sikap moderat, Dave belum bisa berkomentar lebih jauh.

Pihaknya belum mengetahui apakah TNI AL mengirimkan kapal tanker untuk keperluan membayangi kapal riset China atau kepentingan lain seperti memasok kapal yang menjadi representasi Indonesia di perairan tersebut.

Sebelumnya, Peneliti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Prakoso melaporkan adanya satu unit kapal riset milik China, Hai Yang Di Zhi 10 mondar-mandir di Laut Natuna Utara.

Menurut Imam, kapal itu bergerak dengan pola kotak seperti sawah. Ia berada di kawasan Laut Natuna Utara sejak 31 Agustus hingga 29 September.

Baca Juga: Hetifah: Jangan Anggap Remeh Sport Science Untuk Bantu Atlet RI Ukir Prestasi

Kapal yang tergolong baru itu dilengkapi dengan laboratorium. Hai Yang Di Zhi 10 juga bisa mengambil sampel dari dasar dan biota laut. "Dia bentuk pola (pergerakan) seperti sawah ya. Mengindikasikan sangat kuat dia sedang lakukan riset di situ," tutur Imam.

Menurut Imam, kapal itu diiringi oleh dua kapal coast guard milik China. Pihak TNI AL lantas mengerahkan 1 kapal tanker untuk membayangi Hai Yang Di Zhi 10.

"Langkah ini menurut kami yang moderat dari TNI, memang betul-betul moderat, karena tidak kirim kapal frigate atau corvette yang lebih khusus untuk patroli. Jadi sekitar dua hari KRI Bontang bayang-banyangi kapal riset Hai Yang Di Zhi," ujarnya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Kadispen TNI AL Laksamana Julius Widjojo guna meminta tanggapan terkait hal ini. Namun, Julius belum merespons pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp. {CNN}

fokus berita : #Dave Laksono