05 Oktober 2021

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Desak Polisi Tangkap Oknum Pungli di Perbatasan Bogor

Berita Golkar - Merajalelanya praktek pungli di perbatasan Kecamatan Legok dan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dengan Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor yang dilakukan oleh segelintir oknum masyarakat perbatasan dan oknum dinas memanfaatkan situasi akibat Perbup (Peraturan Bupati) Tangerang Nomor 47 tahun 2018.

Kejadian ini membuat Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar geram dan angkat bicara saat diwawancarai wartawan kupasmerdeka.com di Kantor DPD Partai Golkar, Jakarta Pusat, hari Jumat 1/10.

Menurutnya, semuanya sudah diserahkan kepada aparat penegak hukum yaitu kepolisian untuk memberantas oknum warga dan oknum petugas yang melakukan pungli.

Baca Juga: Airlangga Tugaskan 2 Srikandi Golkar: Cen Sui Lan dan Alien Mus Bantu Nelayan Yang Kesusahan

“Kami sudah serahkan kepada aparat penegak hukum ya, ini mohon dicatat nih karena ada beberapa oknum warga yang memanfaatkan situasi dari pembatasan jam operasional truk, sekali lagi ada oknum warga dan mungkin juga ada oknum petugas ya, mangka dari itu kami serahkan untuk pelaksanaan penegakkan hukum kepada aparat penegak hukum yaitu kepolisian,” ucap Zaki.

Zaki menegaskan untuk bersama-sama antara Dishub, Kepolisian, Kecamatan setempat hingga Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor, bekerjasama untuk menegakkan Perbup Nomor 47 tahun 2018.

“Dan untuk saat ini, petugas Dishub, kepolisian, kecamatan setempat, juga dengan kecamatan perbatasan yang berada di daerah Bogor, bekerja sama untuk menegakkan kembali peraturan-peraturan yang sudah ada, baik di wilayah Kabupaten Tangerang walaupun wilayah Bogor,” tegasnya.

Baca Juga: Risma Marah-Marah, Bamsoet: Perlu Rileks Agar Pikiran Jernih, Tak Perlu Lukai Harga Diri Orang Lain

Bahkan, Zaki memerintahkan untuk memecat oknum warga maupun oknum Dinas yang melakukan pungli serta meminta pihak kepolisian untuk menangkap mereka.

“Pecat, solusi terbaik agar pungli ini dihilangkan ya udah ditangkep- tangkepin aja, yang melakukan punglinya baik itu oknum maupun dari petugas, ditangkepin aja langsung dan ga perlu ada laporan, kan sudah ada banyak, jadi tangkepin aja semuanya, iya harus bersama polisi masa siapa,” ujarnya.

Zaki menambahkan, untuk masyarakat jangan main hakim sendiri dan serahkan semuanya kepada aparat penegak hukum yaitu Kepolisian.

Baca Juga: Dave Laksono Desak Pemerintah Tegas Soal Kapal Riset China Yang Sudah Sebulan di Natuna

“Mari sama-sama kita menahan diri serahkan kepada aparat hukum ya, jangan main hakim sendiri dan juga peraturan ini dibuat untuk melindungi masyarakat, bukan untuk dilecehkan, jadi sekali lagi saya mengimbau mari sama-sama kita tegakkan aturannya,” tambahnya.

Zaki pun mengimbau kepada masyarakat di perbatasan untuk bisa memberitahu kepada supir yang melanggar Perbup Nomor 47 tahun 2018.

“Masyarakat juga bisa mengimbau kepada para supir truk yang melanggar tersebut, karena petugas juga jumlahnya sangat terbatas dan juga waktunya cukup panjang dari jam 10 malam sampai jam 5 subuh untuk pembebasannya ataupun dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam, jadi mari kita bersama-sama menjaga ya agar Perbup tersebut bisa terlaksana dengan baik,” imbaunya. {kupasmerdeka}

fokus berita : #Ahmed Zaki Iskandar