06 Oktober 2021

Terima Keluhan Peternak di Tulungagung, Ketua Golkar Jatim Sarmuji Siap Carikan Solusi

Berita Golkar - Ketua DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI M Sarmuji mengunjungi peternak di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung yang merupakan daerah pemilihannya (Dapil). Sarmuji mendengar jeritan peternak perihal anjloknya harga telur di pasaran yang sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

"Hari ini saya khususkan untuk mendengar dari para peternak ayam petelur untuk mendengarkan keluhan serta permintaan para peternak. Di luar sana orang banyak mengira pasca Pak Jokowi mengundang peternak ayam telur, persoalan beres. Padahal kenyataannya tidak," ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu (6/10/2021).

Sarmuji juga menganggap anjloknya harga telur ini merupakan sebuah bencana yang memerlukan gerak cepat mitigasinya agar tidak terulang pada masa-masa mendatang. "Anjloknya harga telur bagi peternak adalah bencana ekonomi yang membutuhkan mitigasi khusus. Bagi peternak dampaknya tidak kalah hebat di bandingkan dengan COVID-19," Ungkap Sarmuji.

Baca Juga: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Desak Polisi Tangkap Oknum Pungli di Perbatasan Bogor

Seperti yang dikatakan Amin, salah satu peternak yang hadir, mengatakan bahwa saat ini para petani mengalami goncangan harga. Sudah hampir tiga bulan harga telur cenderung turun di bawah standar yang petani mampu.

"Naik turunnya harga jagung saat ini akan bisa kami jangkau asal harga telur saat ini rada pantes (normal seperti biasa). Untuk saat ini jika dikerjakan sendiri harga impasnya sekitar Rp 15.900 tetapi jika menggaji karyawan harga impasnya di harga Rp 16.200-Rp 16.300, sedangkan harga per hari ini antara Rp 13.200-13.700," ujar Amin.

Selain Amin, Sujianto mengatakan bahwa turunnya harga telur saat ini dipengaruhi oleh perusahaan pakan yang juga turut serta dalam produksi telur.

Baca Juga: Dave Laksono Desak Pemerintah Tegas Soal Kapal Riset China Yang Sudah Sebulan di Natuna

"Perusahaan besar pakan dan DOC juga ikut dalam produksi telur yang jumlahnya jutaan yang akhirnya mematikan kita-kita para peternak rakyat. Kami mengambil sentrat (pakan) dari mereka, ngambil anakan juga dari mereka dengan harga yang ada saat ini (Rp 13.000) kami yang njeleput (hancur)," ungkap Sujianto.

Untuk itu Sujianto yang juga menjadi rujukan peternak di kampungnya ini meminta pemerintah untuk membatasi korporasi besar turut serta beternak ayam. Ini agar harga telur di peternak rakyat tidak anjlok akibat kalah bersaing dengan perusahaan besar.

"Kami para peternak memohon kepada Pak Sarmuji untuk memperjuangkan agar pemerintah membuat aturan pembatasan perusahaan yang terjun diproduksi telur. Kalau ini diteruskan kami pasti akan gulung tikar," ujar Sujianto.

Baca Juga: Ridwan Bae Yakinkan Gubernur Kepri Bahwa DPR Dukung Pembangunan Jembatan Batam-Bintan

Terhadap keluhan yang disampaikan oleh para peternak anggota Komisi XI DPR RI Dapil VI (Tulungagung, Blitar, Kediri) Jatim tersebut akan memperjuangkan dan mencari solusi agar masalah harga telur bisa segera stabil. {detik}

fokus berita : #Sarmuji