09 Oktober 2021

Misbakhun: Ibukota Baru Harus Direncanakan Matang Dan Dipayungi Aturan Kuat

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun mengatakan Pemerintah dan DPR, harus membuat rencana pembangunan ibukota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur dengan matang. Dan perencanaan itu harus benar-benar kuat dari sisi aturannya.

Sebab menurut Misbakhun, pembangunan IKN yang baru di pulau Kalimantan membutuhkan waktu yang tidak singkat antara 15 sampai 20 tahun. Karena itu, pembangunan tersebut membutuhkan perencanaan dan konsep yang matang dengan nilai filosofis yang memadai.

"Salah satunya adalah dengan membuat aturan yang jelas dan kuat sehingga proyek tidak menjadi terbengkalai atau mangkrak di tengah jalan," kata Misbakhun, Sabtu (9/10/2021).

Baca Juga: Perubahan Waktu Karantina Luar Negeri, Gde Sumarjaya Linggih: Langkah Positif Pulihkan Pariwisata Bali

Selain itu, skema anggaran juga harus disiapkan agar cukup dan tidak macet. Begitupun dengan infrastruktur pendukung seperti teknologi digital, transportasi publik, maupun dampaknya terhadap lingkungan dengan konsep green energy dan low emission.

Bagi Politikus Golkar itu, pembangunan Ibu Kota Negara juga merupakan keinginan bersama untuk membentuk wilayah pusat pemerintahan di Kalimantan Timur dan wilayah pusat ekonomi di Jakarta. Pemilihan Ibu Kota baru di tengah wilayah Indonesia juga akan menunjukkan pemerataan pembangunan yang tidak terjebak jawasentris.

Apalagi, beberapa negara maju juga menerapkan hal yang sama dengan adanya dua pusat kota. Di Amerika Serikat, Washington DC yang menjadi Ibu Kota pemerintahan sementara New York sebagai Ibu Kota ekonomi. Selain itu, Sydney mampu jadi Ibu Kota ekonomi sementara Canberra menjadi Ibu Kota pemerintahan Australia.

Baca Juga: Kasus ‘Tiga Anak Saya Diperkosa’, Andi Rio Idris Padjalangi Pertanyakan Profesionalisme Polres Luwu Timur

"Dengan demikian Ibu Kota baru tersebut sebagai jalan keluar apabila daya dukung Jakarta tak lagi sepenuhnya efektif dan efisien untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di DKI Jakarta," kata Sekjen Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) tersebut. {investor}

fokus berita : #Misbakhun