17 Oktober 2021

Tekad Partai Golkar Mengulang Kemenangan 20 Tahun Lalu

Berita Golkar - Meski Pemilu 2024 masih terbilang ratusan hari lagi, Partai Golkar, sudah bertekad mengulangi kemenangan Pemilu 2004. Sejumlah petinggi Golkar hingga akademisi menyampaikan cerita dan pandangannya agar Golkar mantap menyongsong 2024.

Mantan Ketua Umum Golkar yang kini menjabat Ketua Dewan Pengarah Partai Golkar, Akbar Tanjung, memberikan sejumlah pesan kepada seluruh kader Partai Golkar jelang Pemilu 2024. Akbar Tanjung yakin jika kader Partai Golkar sungguh-sungguh jelang Pemilu 2024, maka Golkar dan Ketum Airlangga Hartarto akan menjadi pemenang.

"Ini semua membuat menjadi confident, kepercayaan diri kita, bahwa menyongsong Pemilu 2024 kita harus mempersiapkan diri dengan lebih sungguh dengan harapan, kalau pada tahun 2004 kita pernah jadi pemenang, Insyaallah tahun 2024, 20 tahun kemudian kita juga bisa menjadi pemenang," kata Akbar Tanjung dalam seminar daring nasional 'Dua Dasawarsa Kemenangan Golkar 2004-2024', Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Akbar Tandjung Ajak Seluruh Kader Golkar Berjuang Sesuai Aspirasi Rakyat

Partai berlambang pohon beringin itu, kata Akbar Tanjung, harus bertekad untuk menang di Pemilu 2024. Akbar pun mengatakan dirinya masih berkeliling Indonesia untuk mengingatkan kader Golkar sungguh-sungguh memenangkan Golkar di 2024.

"Itulah yang menjadi tekad kita bersama dan semangat itu, saya sebagai Ketua Dewan Kehormatan, untuk menyiapkan program-program yang saya lakukan kunjungan ke berbagai wilayah Tanah Air kita, ke seluruh provinsi Tanah Air, agar seluruh jajaran Partai Golkar mempersiapkan diri sungguh-sungguh," ujarnya.

Akbar yang pernah menjadi Ketua DPR RI periode 1999-2004 mengingatkan kader Golkar untuk membawa tema politik yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Hal itu, kata Akbar, akan masyarakat mengetahui bahwa Golkar juga membawa aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Ungkap Alasan Airlangga Kurang Populer, Dedi Mulyadi: Karena Tidak Terlalu Suka Publisitas

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung menggelar jumpa pers di Akbar Tanjung Institute, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (29/12/2015). Jumpa pers itu soal konflik dualisme kepemimpinan di Partai Golongan Karya yang tak kunjung berakhir. Grandyos Zafna/detikcomAkbar Tanjung. (Grandyos Zafna/detikcom)

"Golkar juga harus membawa tema-tema politik yang sejalan dengan aspirasi rakyat, sehingga rakyat merasakan bahwa Golkar itu selalu membawa aspirasi mereka" ucapnya.

Selain itu, Akbar juga memberikan pesan bahwa kader Golkar dari pusat sampai ke tingkat daerah harus membawa perjuangan politik. Akbar ingin dari tingkat pusat hingga ke daerah bergerak memenangkan Golkar.

Baca Juga: Gandeng Wamendag Jerry Sambuaga, Lamhot Sinaga Bagikan Paket Sembako Untuk Masyarakat Tapanuli Utara

Menurut Akbar Tanjung, masih ada sekitar dua tahun untuk mempersiapkan diri bagi Golkar di tahun 2024. Jika sejumlah pesan tersebut dapat dilakukan kader Golkar dengan sungguh-sungguh, Akbar menilai maka Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto pun diharapkan juga menjadi pemenang PIlpres 2024.

"Bahkan lebih dari itu, harapan kita, calon presiden kita, yang tidak lain ketua umum Partai kita, juga Insyaallah akan menjadi pemenang dalam pemilu presiden 2024 yang akan datang," imbuhnya.

Masih di seminar daring yang sama, Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan Partai Golkar bertekad mengembalikan kejayaan Pemilu 2004 pada Pemilu 2024. Untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2024, Partai Golkar mengurangi konflik internal.

Baca Juga: Puji Menpora Sukses Gelar PON XX 2021, Firman Soebagyo: Ternyata Papua Tentram dan Damai

Ketua Komisi II DPR RI itu menyadari situasi Golkar saat ini memang berbeda pada 2004. Dengan tekad yang kuat memenangi Pemilu 2024, Doli merasa malu jika tak bisa mengulangi kejayaan Golkar pada Pemilu 2004.

"Oleh karena itu, kami sekarang sedang berupaya, jadi kami merasa generasi yang malu kalau kemudian tak bisa mengulangi setelah 2004 itu tidak bisa menang lagi. Oleh karena itu, kami bertekad bagaimana mengembalikan kejayaan Golkar pada 2024 setelah 20 tahun kemudian, setelah 2004, baru menang untuk pertama kali," ujarnya.

Doli percaya diri Partai Golkar tak kekurangan tokoh untuk Pemilu 2024. Bahkan, kata Doli, banyak yang dulu kader Golkar kini keluar dari partai dan membentuk partai baru.

Baca Juga: Minta Golkar Tinggalkan Pencitraan Lewat Baliho, Peneliti LIPI: Kalau Partai Masih Model Jadul Ya Ditinggal

Berdasarkan pengalamannya, Doli menilai banyak masyarakat di daerah-daerah yang merindukan ketokohan dari Golkar. Untuk mengulangi kejayaan Pemilu 2004 pada Pemilu 2024, Doli mengatakan Golkar mengurangi konflik dan merangkul seluruh internal.

"Makanya, kami sekarang ini agak mengurangi ya adanya konflik-konflik internal gitu ya, kemudian meng-kickout orang yang ada di dalam ke luar, justru kita sekarang mau merangkul semua. Karena kami yakin betul, apa yang dilakukan Pak Akbar (Tandjung) 2004 itu salah satunya adalah mampu mengkonsolidasi semua kekuatan internal partai," imbuhnya.

Sementara itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, mencatat Partai Golkar selalu masuk tiga besar pemenang pemilu sejak reformasi. Siti menilai Golkar perlu lebih memperhatikan pemilih muda jika ingin menjadi pemenang pemilu.

Baca Juga: Bisnis Narkoba Dalam Penjara, Supriansa Desak Ditjen PAS Tegas dan Selektif Pilih Kepala Lapas

"Saya mencatat pertama adalah Golkar ini partai yang kokoh, bertahan dengan semua cobaan, dan tetap eksis gitu ya, dan berperan penting bahkan di tengah gempuran perubahan dan munculnya partai baru. Jadi Golkar memiliki kader-kader andal," ucapnya.

"Golkar harus memahami perilaku pemilih di Pemilu 2024, karena memang eranya sudah berganti, zamannya sudah berubah. Yang kedua, era new normal, disrupsi digital, dan juga Society 4.0, itu mensyaratkan semua partai politik harus berubah, termasuk Golkar," ulas Siti.

Selain itu, Siti Zuhro menilai Golkar harus mempertimbangkan pemilih muda serta menarik pemilih pemula. Pemilih mudah dan pemilih pemula menurut Siti Zuhro tak menyukai retorika.

"Ciri pemilih pemula atau muda itu ternyata tidak menyukai retorika. Jadi mereka ini lebih rasional. Dan diperkirakan pemilih muda dan pemula ini di Pemilu 2024 nanti itu berjumlah 60 persen dari total pemilihan kita," ujar Siti Zuhro.

Baca Juga: Mukhtarudin Dukung BRIN Ciptakan Lebih Banyak SDM Unggul Di Kalteng

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, menyarankan sejumlah hal kepada Partai Golkar untuk memenangi Pemilu 2024. Setidaknya, ada tiga hal yang dapat dilakukan Partai Golkar agar kejayaan pada Pemilu 2004 bisa terulang.

"Yang harus diatasi adalah ketika kesulitan Golkar pasca-2004 itu, itu adalah ketika beberapa tokohnya menyempal menjadi splinter mendirikan partai baru, partai sendiri, seperti Wiranto, Partai Hanura, tapi saingan berat itu masih NasDem, Surya Paloh, Prabowo, Partai Gerindra, itu kan asalnya dari Partai Golkar," kata Azyumardi.

Tokoh lama Golkar, seperti Wiranto, Surya Paloh, dan Prabowo, menurut Azyumardi, perlu dirangkul agar Golkar dapat menang pada 2024. Menurut Azyumardi, setidaknya para tokoh itu bisa 'ditarik kembali' untuk mendapatkan suara.

Baca Juga: Gubernur NTB, Zulkieflimansyah: Airlangga Tokoh Muda Tahan Banting, Layak Jadi Bintang Politik

"Nah, bagaimana cara Golkar itu, sedikit-banyak saya kira orang-orang Golkar dulu lari ke Surya Paloh NasDem dan kepada Partai Gerindra, sedikit-banyak itu pasti. Saya kira, ini kalau ingin berjaya kembali, ini harus dirangkul kembali caranya itu. Harus ada langkah-langkah mengkonsolidasikan kelompok-kelompok yang splinter atau menyempal dari Golkar ini, dari induknya Golkar," ujarnya. {news.detik}

fokus berita : #Akbar Tanjung