18 Oktober 2021

Rudolfus Jack Paskalis: KPK Tebang Pilih, Kerja Sesuai Orderan Politik

Berita Golkar - Koordinator Jaringan Aktivis Muda (JAM) Partai Golkar, Rudolfus Jack Paskalis, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkesan tebang pilih dalam proses penegakan kasus pemberantasan korupsi di republik ini.

Pasalnya, eks calon legislatif PDIP, Harun Masiku tersangka kasus dugaan korupsi penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024, hingga saat ini tak kunjung ditangkap KPK.

Sementara kader partai lain misalnya Golkar, KPK terkesan getol melakukan penangkapan. Seperti baru-baru ini ada Azis Syamsuddin, lalu disusul Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin.

Baca Juga: Ketua Golkar Aceh Tenggara Salim Fakhri Tegaskan Dirinya Siap Maju Pilkada 2024

"Idealnya kpk itu jangan ada tebang pilih dalam proses penegakkan hukum, karena jangan sampai ada anggapan yang beredar di publik KPK bertindak hanya 'orderan' yang sifatnya politik. Apakah karena dia kader PDIP terus lantas menjadi istimewa?," kata Jack Paskalis kepada INILAH.COM, Senin (18/10/2021).

Jack Paskalis juga menduga rententan kasus korupsi yang dibongkar KPK melibatkan kader Partai Golkar belakangan ini, bertujuan untuk mendegradasi partai berlambang pohon beringin tersebut pada konstelasi Pemilu 2024 nanti.

"Pasti ada upaya-upaya terselubung yang dimainkan agar Partai Golkar ini tidak menang. Kalau kita lihat kan kasus yang menimpa saudara Azis ini kan kasus Lampung Tengah sekitar tahun 2017 deliknya, terus kemudian kasus Dodi Alex Nurdin itu,"ucapnya.

Baca Juga: Viral Video Perundungan Siswa SD di Medsos, Hetifah Kritik Keras Disdik Jepara

Sementara itu dari perspektif internal, lanjut Jack Paskalis, bersamaan dengan adanya kader Partai Golkar yang ditangkap KPK, mestinya Ketua Umum Airlangga Hartarto, menjadikan sebagai momentum untuk berbenah internal partai. Bila tidak, diperkirakan ada kader Golkar lainnya yang bakal menyusul Azis Syamsuddin dan Dodi Reza Alex Noerdin.

"Ini pas Partai Golkar bersih-bersih. Kalau dibiarkan kasus-kasus korupsi ini bisa saja tidak hanya berhenti di bang Dodi tetapi merembet. Saya dengar juga terakhir kemarin akan dibuka lagi kasus soal ketua fraksi Kahar Muzakir ada juga PLTU Riau oleh samin Tan," pungkasnya. {inilah}

fokus berita : #Rudolfus Jack Paskalis