20 Oktober 2021

Golkar Kota Balikpapan Dorong Rahmad Mas’ud Maju Pilgub Kaltim

Berita Golkar - Partai Golkar Balikpapan sedang merumuskan dan memformulasikan isu-isu yang terbaik untuk menjadi bahan jualan ke depan menjelang Pemilu 2024 nantinya. Selain itu, partai Golkar juga terbuka bagi tokoh-tokoh atau kader baru. Di Partai Golkar banyak orang yang mau masuk.

“Kami terbuka untuk siapapun, tokoh masyarakat contohnya. Dan animo ini bisa kita rasakan ketika banyak relawan yang bergabung dengan Golkar,” ungkap Andi Arif Agung, Ketua Harian Partai Golkar Balikpapan, dalam Talkshow Tribun Kaltim Series bertema “Strategi Jitu Sang Pemenang” pada 5 Oktober 2021 lalu.

“Bahkan kita masukkan kemarin dalam Bacaleg 200 persen dalam satu dapil sampai tembus 300 persen. Ini menunjukkan tokoh-tokoh yang berpotensi yang bisa berjuang bersama Partai Golkar,” katanya.

Baca Juga: Menko Airlangga Tak Ingin Ada Praktik Korupsi Dalam Izin Ekspor Impor

Berikut petikan wawancara eksklusif Editor Tribun Kaltim, Januar Alamijaya bersama Andi Arif Agung.

Apakah Golkar berlaku sistem mahar, seperti misal menyetorkan uang ke partai untuk bisa maju?

Untuk apa mereka menyerahkan mahar ke kita? Karena pada akhirnya mereka berjuang pun butuh anggaran atau dana, selain itu ada biaya operasional yang dibutuhkan caleg-caleg kita.

Kita gak mungkin membebani hal tersebut kepada caleg-caleg kita. Biaya untuk mereka dapat bertanding dalam kontestasi politik pemilu legislatif ini saja tidak murah, bayangkan untuk mengumpulkan masyarakat saja konsumsinya saja berapa, begitu kan. Tidak mungkinlah kita membebankan kepada bacaleg.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia: Golkar Punya Strategi dan Program Terukur Tingkatkan Elektabilitas Airlangga

Artinya partai hanya mewadahi mereka untuk maju begitu ya?

Ya, untuk masuk menjadi Bacaleg partai Golkar juga bukan perkara yang mudah, ada beberapa tolak ukur seperti yang tadi saya sampaikan.

Makanya yang di awal ini kita buat menginventarisir sebanyak minimal 200 persen tadi itu. Bahkan di beberapa Dapil ada yang mencapai 300 persen. Nah dari situ kan kita dapat melihat bacaleg yang 200 persen tadi elektabilitasnya di masyarakat seperti apa.

Di 2018 kan calon yang diusung Partai Golkar gagal tampil sebagai pemenang, apa Golkar punya koreksi tersendiri menghadapi pilkada Kaltim 2024 nanti?

Baca Juga: Menko Airlangga Tak Ingin Ada Praktik Korupsi Dalam Izin Ekspor Impor

Pastilah. Jadi memang Golkar ini kan memang partai yang “Bertanding saja dulu!” begitu nanti persoalan apakah menang atau tidak juga akan tetap dilakukan evaluasi, andai kata menang, perolehan suaranya juga akan dievaluasi.

Menjadi tantangan tersendiri ya saya rasa di Kaltim, ya paling tidak Balikpapan sebagai salah satu kota dengan pemilih terbanyak selain Kutai Kartanegara dan Samarinda itu menjadi suatu lumbung kemenangan untuk kontestasi politik baik di level provinsi maupun nasional ya.

Pastinya Balikpapan akan menjadi perhatian tersendiri bagi DPD Provinsi dalam rangka untuk penguatan-penguatan menghadapi pileg, pilkada terkhususnya untuk pemilihan gubernur.

Baca Juga: 4 Kader Terjerat Korupsi Beruntun, Adies Kadir: Sudah Diwanti-Wanti, Itu Urusan Personal Tak Terkait Partai

Ada kemungkinan mungkin nanti orang Balikpapan maju ke Pilkada Kaltim dari Golkar sendiri?

Peluang-peluang itu bisa saja terjadi karena Partai Golkar pun juga akan melihat prestasi-prestasi dari kader-kadernya ya salah satunya adalah kader Partai Golkar ketua DPD Golkar Kota Balikpapan.

Kalau memang ternyata dalam prosesnya, dalam perjalanannya punya prestasi yang luar biasa, kemudian secara elektabilitas, bisa dijual untuk level Kaltim ya kenapa enggak.

Situasi tersebut kan pasti sangat memungkinkan. Saya secara pribadi juga pasti punya kebanggaan tersendiri sebagai kader Golkar di level kota, kalau misalnya ada kader level Kota Balikpapan yang bisa berkiprah bisa jauh lebih hebat lagi sampai di level Kaltim.

Baca Juga: Mengenal Sulhan Manggabarani, Dulu Pendamping Sosial Berhonor Rp.300 Ribu Kini Wakil Ketua DPRD Bolmong

Kita punya harapan seperti itu juga. Makanya nanti mudah-mudahan di masa periodesasi Pak Rahmad Mas’ud selaku Wali Kota yang mungkin cuma kurang lebih 2-3 tahun ini bisa memaksimalkan program-program kerja nyata beliau.

Paling tidak bisa menjadi tolok ukur dari daerah lain tentang keberhasilan Kota Balikpapan. Nanti akan kita lihat seperti apa tiga tahun kedepannya apa ini punya dampak yang positif dan menjadi rujukan kabupaten/kota yang lain artinya kan itu menjadi prestasi tersendiri.

Berarti Wali Kota saat ini digadang-gadangkan untuk menjadi gubernur nanti ya?

Ya ini kan domainnya Provinsi dan juga DPP, kami selaku DPD Partai Golkar level Kota Balikpapan ya sangat bangga jika hal tersebut terjadi. Artinya peluang itu sangat ada dan sangat terbuka.

Baca Juga: Golkar-PDIP Berhubungan Baik, Airlangga Bakal Duet Dengan Ganjar Pranowo Di Pilpres 2024?

Selain Pak Rahmad Masud ada lagi nama-nama yang digodog untuk jadi cagub nanti Ya, mungkin Pak Abdulloh, S.Sos ya kita akui beliau Ketua DPRD dua periode kemudian perolehan suara selama menjadi anggota dewan juga luar biasa ya mulai periode pertama, 2 dan 3, tidak mengecewakan bahkan menjadi jangkarnya untuk di Kecamatan Balikpapan Utara.

Ini punya potensi dan prospek yang baik. Ada lagi tokoh lama seperti Andi Burhanuddin Solong yang sudah pernah eksis dan beliau juga berprestasi. Kalau Golkar itu stok pemimpin masih banyak kita.

Untuk pilkada Balikpapan ini bagaimana? Sudah adakah calon-calon yang akan maju dari DPD Kota sendiri?

Sampai hari ini, koalisi yang kemarin pun masih kita jalin dengan baik. Komunikasi juga berjalan dengan baik.

Baca Juga: Apresiasi Kapolri, Andi Rio Idris Padjalangi: Jangan Ada Lagi Anggota Polisi Bersikap Arogan

Tinggal nanti kita lihat proses perjalanannya kita akan melihat situasinya apakah kita bisa berkoalisi lagi secara keseluruhan atau mungkin hanya beberapa partai, nanti kan dilihat dinamika pergulatan politiknya ini kan pastinya akan terbaca biasanya H-1 tahun itu sudah mulai terbaca.

Tapi, kalau sekarang kan belum, hari ini kondisinya masih harmonis, masih mesra, masih bersama-sama baik perjuangan kita di legislatif kemudian dengan Wali Kota yang kebetulan adalah Ketua DPD Golkar Balikpapan.

Ada kriteria pendamping Pak Rahmad Masud di tahun 2024?

Memang prosesnya kan kalau kita melihat, yang penting sebenarnya adalah chemistry yang harus dibangun sama seperti contohnya kemarin itu Pak Rahmad Mas’ud dengan Alm. Thohari Azis.

Baca Juga: HUT Ke-57, Golkar Resmikan Graha Akbar Tandjung Di Kantor DPP

Artinya jika chemistry-nya ketemu dari sekian banyak tokoh masyarakat baik dari tokoh professional maupun dari partai-partai politik yang kemudian ikut mendaftar. Ujung-ujungnya kan pasti ada chemistry dan kesamaan untuk membangun Kota Balikpapan yang lebih baik kan.

Saat ini kan kursi wawali kosong nih, apakah Partai Golkar juga mengajukan nama sebagai pendamping Rahmad Mas’ud?

Prinsipnya Golkar bisa mengusungkan nama, karena memang yang punya hak untuk mengajukan calon wawali ini kan partai-partai pengusung. Ada Golkar, PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, PKB dan Perindo. Nah, mereka ini berhak untuk mengajukan nama untuk menjadi calon wawali.

Tetapi, kemudian mekanisme kepala daerah ini hanya dua orang yang nantinya akan dilakukan pemilihan di DPRD.

Baca Juga: Airlangga Ajak Kader Golkar Lanjutkan Perjuangan Pahlawan, Merdeka Dari Kebodohan dan Kemiskinan

Apakah Golkar sudah mengajukan nama?

Belum, kalau itu belum ya. Untuk bisa sampai apakah Partai Golkar mengusung atau tidak, ini kan prosesnya kan dialektika politik saja. Melihat koalisi partai juga ini kana da banyak dan harus dikomunikasikan lagi bersama-sama.

Ada sesuatu yang barukah di 2024 yang akan dibawa oleh Partai Golkar, tokoh-tokoh atau program-program?

Sampai saat ini kan kita masih merumuskan, masih memformulasikan isu-isu yang paling baik untuk menjadi bahan jualan Partai Golkar ke depannya.

Baca Juga: Jokowi Bakal Jajal Sirkuit Mandalika NTB, Bamsoet: Motornya Sudah Di Sana

Tapi, paling tidak sih kita masih meyakini program yang sudah ada ini akan coba kita jalankan. Apalagi tolok ukurnya kan wali kota kita yang kebetulan merupakan kader Partai Golkar ini baru memasuki 1 tahun pertama.

Kita sendiri masih mau mencoba untuk memaksimalkan dulu ya program-program unggulan dari visi-misinya wali kota. Inilah yang nanti akan menjadi evaluasi kita, kira-kira program yang sudah ada ini perlu dievaluasi atau dikembangkan dan dicari terobosan-terobosan baru.

Prinsipnya adalah kemungkinan Partai Golkar di pemerintahan baik di legislatif maupun eksekutif adalah muaranya kan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Bagaimana Nasib Golkar Sumsel Pasca Alex Noerdin dan Dodi Reza Ditahan?

Kemudian tokoh-tokoh baru, di Golkar ini kan banyak orang-orang yang mau masuk, banyak yang ingin berjuang bersama kami. Kami terbuka untuk siapapun, tokoh masyarakat contohnya.

Dan animo ini bisa kita rasakan ketika banyak-relawan yang bergabung dengan Golkar bahkan kita masukkan kemarin dalam Bacaleg 200 persen dalam 1 Dapil sampai tembus di 300 persen. Ini menunjukkan bahwa tokoh-tokoh yang berpotensi yang bisa berjuang bersama Partai Golkar. {kaltim.tribunnews}

fokus berita : #Rahmad Mas’ud