21 Oktober 2021

Dikelilingi 44 Pilar, Arsitektur Masjid Baru DPP Golkar Usung Filosofi Pohon Beringin

Berita Golkar - Partai Golkar meresmikan bangunan masjid baru di kompleks DPP di Jalan Anggrek Nelly Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (20/10). Peresmian masjid baru di kompleks DPP bersamaan dengan peringatan HUT ke-57 Partai Golkar.

Arsitek masjid DPP Partai Golkar, Her Pramtama menuturkan, banyak makna filosofi yang ingin diusung dari setiap detail desain. Pramtama menjelaskan rancangan masjid tetap memilih filosofi pohon beringin sebagai makna besar yang dibawa partai pimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto ini. Tiap bentuk yang diaplikasikan pada bangunan membawa pesan tersendiri.

“Gubahan bentuk massa bangunan berupa persegi, menyiratkan bentuk pohon beringin yang padat dan solid,” tutur Pramtama dalam keterangan, Kamis (21/10).

Baca Juga: Golkar Optimis Elektabilitas Airlangga Terus Naik, Ahmad Doli Kurnia: Insya Allah

Ia menambahkan, bangunan masjid DPP Partai Golkar memiliki lantai utama dan lantai mezanin. Ada selasar pada tiga sisi lantai utama yang berfungsi sebagai ruangan penerima. Arsitek juga memberikan karakter dan ciri khas pohon beringin yang memiliki akar menjuntai sampai menyentuh tanah pada bentuk arsitektural. Akar menjuntai ini diekspresikan pada bentuk fasad yang berupa deretan pilar.

“Sebanyak 44 pilar yang berderat dan mengelilingi selubung masjid ini, menyiratkan makna yang diambil dari Asmaul Husna ke-44 Al Mujiib yang artinya Yang Maha Mengabulkan,” ujar Pramtama.

Makna Al Mujiib (Yang Maha Mengabulkan) memberi pesan kepada seluruh kader Golkar bahwa yang berdoa di masjid ini untuk mengharapkan ridho Allah SWT. Terutama dalam memperjuangkan aspirasi konstituennya.

Baca Juga: Gantikan Yuniarti, Munawar Cholil Resmi Jadi Wakil Ketua DPRD Kebumen

Selanjutnya, deretan pilar dengan bentuk membesar di bagian atas dan mengecil di sisi bawah menyerupai bentuk akar pohon beringin. Bentuk yang menjuntai ini menyiratkan makna jamaah yang beribadah di masjid ini senantiasa untuk selalu ingat asal usul manusia dari tanah.

Sementara, bentuk lengkung pada deretan pilar terinspirasi dari karakter pohon beringin yang mengayomi dan meneduhkan.

“Bentuk lengkung ini dapat dirasakan pada dua sisi yaitu pada sisi luar bangunan maupun sisi dalam bangunan. Pada waktu disinari matahari, bayangan siluet bentuk lengkung ini akan terasa dramatis,” kata Pramtama.

Baca Juga: HUT Ke-57, Golkar Purworejo Gelar Aneka Lomba dan Santuni Puluhan Anak Yatim

Sementara, balutan sisi luar bangunan masjid didominasi pilar yang dilapisi marmer warna krem. Pemilihan warna ini merupakan turunan dari warna kuning Partai Golkar. “Secara psikologi, warna krem ini menyimbolkan rasa ketenangan dan ketulusan,” ujar sang arsitektur.

Pramtama mengakui, posisi lokasi masjid menjadi titik tangkap utama pandangan mata. Sebab, posisinya tegak lurus dengan akses masuk utama kompleks DPP Partai Golkar. {republika}

fokus berita : #Her Pramtama