22 Oktober 2021

Puji Kebijakan Rem dan Gas Pemerintah, Mukhtarudin: Ekonomi Indonesia Mulai Melaju

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar Mukhtarudin mengatakan jika pemulihan ekonomi Indonesia mulai melaju. Hal ini didasari, kebijakan pemerintah yang memainkan rem dan gas untuk menyeimbangkan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Mukhtarudin menyampaikan hal itu menanggapi Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru tumbuh positif pada kuartal III-2021 terefleksikan dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBY) permintaan kredit baru sebesar 20,9 persen.

“Saya kita ekonomi bergerak seiring membaiknya penanganan pandemi Covid-19 dari tim ekonomi pemerintah kita,” beber Mukhtarudin, Kamis, (21/10/2021).

Baca Juga: Survei CPCS: Tergusur Demokrat Ke Peringkat 4, Elektabilitas Golkar 8,5 Persen

Anggota Banggar DPR ini bilang terjaganya pertumbuhan ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19 menjadi bukti tepatnya kebijakan dan program pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Saya berharap penguatan pengendalian pandemi ini juga mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07 persen (yoy) di triwulan II-2021. Syarat utama ekonomi pulih tentu jaga penanganan pandemi agar tidak terjadi gelombang ketiga,”, “pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangan tertulis, Kamis, (21/10/2021) mengatakan berdasarkan jenis penggunaan jenis pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis kredit.

Baca Juga: HUT Ke-57, Erry Iriansyah Pimpin Golkar Bagikan Ratusan Paket Sembako Untuk Masyarakat

Pertumbuhan positif pada kredit investasi terefleksikan dengan SBT 34,4 persen dan kredit konsumsi dengan SBT 49,8 persen.

Secara sektoral, penyaluran kredit baru tertinggi terjadi pada sektor konstruksi, dengan SBT sebesar 55,8 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dan sektor industri pengolahan dengan SBT masing-masing sebesar 55,7 persen dan 48,9 persen.

“Pada kuartal IV 2021, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat, ditandakan dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 90,9 persen,” ujar Erwin. {realitarakyat}

fokus berita : #Mukhtarudin