25 Oktober 2021

Tes PCR Menjamur Dan Mencekik Rakyat, Melki Laka Lena Minta Aparat Tindak Tegas Kecurangan Harga

Berita Golkar - Melambungnya harga (tes) PCR yang terjadi dibeberapa tempat di Indonesia, membuat masyarakat tercekik. DPR pun meminta aparat hukum segera melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang telah melakukan (kecurangan harga tes PCR).

Hal tersebut diungkapkan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. Dia bahkan mangatakan, telah menemukan bukti harga PCR di beberapa daerah yang tergolong sangat mahal. Di Bali kata Dia, harganya bisa mencapai Rp1,9 juta untuk hasil 4 jam.

Untuk itu, Emanuel mendesak agar aparat hukum melakukan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang telah melakukan kecurangan harga tes PCR. "Karena sudah nyata melanggar apa yang menjadi perintah dari Presiden Jokowi.

 

Baca Juga: Syukuran HUT Ke-57 Golkar, Syamsuar Ingatkan Kader Pentingnya Konsolidasi Pemilu 2024 Di Riau

Dalam situasi saat ini, kita tidak boleh memberi toleransi kepada orang-orang yang dengan sengaja tidak menjalankan perintah Presiden Jokowi," tegas Politisi Golkar ini, melalui keterangan persnya kepada wartawan, Senin, 25, November, 2021, di Jakarta.

Padahal, kata dia upaya untuk menangani pandemi Covid-19 dengan baik. "Kami juga meminta kepada pimpinan Kemenkes dan lembaga terkait untuk memberikan seruan yang luas untuk berbagai pihak," kata dia.

"Guna mengupayakan adanya PCR Swap yang adil dan merata di negeri ini. Harga terjangkau, ada percepatan untuk melakukan proses pengujian tidak lebih dari 12 jam " pinta dia.

Baca Juga: Airlangga: Golkar Bukan Partai Agama, Tapi Sangat Peduli Dan Perhatian Pada Islam

Sehingga katanya lagi, harga tidak menjadi satu hal yang bisa dimainkan dengan berbagai argumentasi waktu lebih cepat lebih mahal. "Kita mesti membuka ruang yang seluas-luasnya agar berbagai pihak yang mampu mengupayakan adanya alat Swab PCR yang bagus, murah, terjangkau, ada di seluruh negeri ini, kota, kabupaten, daerah penghubung, bisa di NTT," ujarnya.

Karena kata dia, itu di titik pegerakan orang dipersiapakan PCR Swab, bisa juga adakan mobile PCR. Tidak boleh lebih, kalau lebih harus ditindak aparat. Dan harus tersebar di pelosok negeri, terutama di ibukota provinsi.

"Tentu kami minta agar penilaian itu kalau bisa di bawah dari 12 jam sudah keluar hasilnya. Saya malah justru mendengarkan kabar kalau ada orang yang hsrganya di bawah Rp 200 ribu, dibawah Rp 150 ribu," tandasnya.

Baca Juga: Jabes Gaghana Pimpin Perayaan HUT Ke-57 Golkar Sangihe di Panti Asuhan

Dia mengungkapkan bahwa sekitar 5 bulan lalu, gubernur Kalbar mengatakan bahwa Rp 300 ribu sudah untung di Pontianak. Lebih massal orang mengikuti Swab PCR dengan harga murah, dari pada mahal sulit terjangkau jadi barang permainan dan bikin sulit kit," pungkasnya.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan harga tes PCR diturunkan. Hal ini menyusul tes PCR menjadi syarat naik pesawat.

"Arahan presiden ini agar harta PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi Pekerja Bangunan Langsa, Ilham Pangestu Gandeng Balai Jasa Konstruksi

Dia mengatakan Jokowi juga memerintahkan masa berlaku tes PCR diperpanjang. Menurutnya, Jokowi memerintahkan agar masa berlaku hasil tes PCR untuk naik pesawat menjadi 3x24 jam. "Berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ucapnya.

Dia mengatakan pemerintah mendapat banyak masukan dan kritik terkait kewajiban tes PCR untuk naik pesawat. Dia menjawab pertanyaan warga mengapa tes PCR menjadi syarat naik pesawat saat kasus Corona turun.

"Kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran semakin meningkat karena mobilitas penduduk meningkat pesat beberapa minggu terakhir," ucapnya. {gonews}

fokus berita : #Melki Laka Lena