26 Oktober 2021

Jadi Capres Golkar, Ini Prestasi Airlangga Selama Menjabat Menko Perekonomian

Berita Golkar - Partai Golkar berkomitmen memajukan ketua umum mereka yang juga menjabat Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebagai calon presiden 2024. Bagaimana rekam jejak prestasi Airlangga sebagai Menko?

Dirangkum detikcom, Selasa (26/10/2021), Menko Airlangga pernah menerima penghargaan Priyadarshni Academy Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery dari Priyadarshni Academy pada Senin (20/9). Airlangga dinilai sebagai tokoh Indonesia yang berkontribusi besar dalam pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19, baik untuk Indonesia maupun India.

"Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada saya, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, yang berjuang untuk memulihkan situasi ekonomi di tengah pandemi Covid-19," kata Airlangga dalam pelaksanaan the 37th Anniversary Global Awards Function yang berlangsung pada Senin 20 September lalu.

Baca Juga: Adies Kadir, Berpolitik Semata Untuk Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Priyadarshni Academy adalah akademi yang memberikan layanan kemanusiaan terutama di bidang sosial budaya dan pendidikan dan sudah menggelar Global Awards Function sejak berdiri pada 1985.

Airlangga Hartarto sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dianggap berkontribusi besar merumuskan langkah-langkah kebijakan yang koordinatif, komprehensif dan inklusif, termasuk menelurkan gagasan kebijakan bantuan kepada Pemerintah India yakni oksigen, terkait pandemi Covid-19.

Airlangga saat itu berharap hubungan bilateral Indonesia dan India semakin mesra, terutama terkait pemulihan kesehatan dan ekonomi.

Baca Juga: Survei Poltracking: Elektabilitas Ganjar Tertinggi Dengan 22,9 Persen, Airlangga Jauh Tertinggal 1 Persen

"Sebagai upaya dalam mendorong perekonomian dan menangani pemulihan sektor kesehatan, kerja sama internasional menjadi kunci untuk memenangkan perjuangan, karena tidak ada negara yang dapat menghadapi situasi ini sendiri, dan Indonesia sangat menghargai kerja sama dengan India," ujar Airlangga.

Selain itu, Airlangga sebagai Menko Perekonomian merangkan Ketua Komite KPC-PEN menyampaikan pemerintah telah menyalurkan insentif untuk program Kartu Prakerja Rp 5,59 triliun per 14 Juni 2021.

"Yang telah menerima insentif sekitar 2,6 juta tentu ini diharapkan bisa menjadikan pelajaran bagi mereka untuk bisa masuk ke lapangan kerja kemudian," kata Menko Airlangga.

Baca Juga: Loyalitas Pada NKRI Tak Diragukan, Andi Rio Idris Padjalangi Minta BPNT Gandeng Santri Cegah Radikalisme

Airlangga menegaskan pemerintah akan melanjutkan program Program Kartu Prakerja hingga akhir tahun 2021 guna mengurangi angka pengangguran dan mendukung terciptanya wirausaha lokal baru. "Di mana program tersebut sudah berhasil mengubah sekitar 17 persen pengangguran menjadi para wirausahawan," ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan anggaran dana untuk Program Kartu Prakerja di semester I-2021 mencapai Rp 10 triliun. Dari anggaran tersebut, para calon penerima manfaat akan mendapatkan bantuan pelatihan Rp 1 juta, insentif pasca pelatihan Rp 2,4 juta serta insentif pasca survei Rp 150 ribu.

Dikutip dari situs pribadinya, Airlangga dinilai berhasil membawa Indonesia keluar dari resesi. Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan, Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto bisa meredam penyebaran Covid-19 sekaligus sukses membawa Indonesia keluar dari resesi.

Baca Juga: Golkar Deli Serdang Gelar Jalan Santai Dan Santuni Anak Yatim di Hamparan Perak

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II 2021 mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen. Menurut Yose, angka itu menjadi yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak 2004. Yose mengatakan, penanganan pandemi di Indonesia tak hanya mengutamakan sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi, berhasil mencatatkan hasil positif.

"Program pemerintah membantu di beberapa sektor. Kondisi kesehatan yang under control juga memengaruhi," kata Yose Rizal Damuri dalam keterangan, Jumat (6/8/2021).

Yose menambahkan, Airlangga telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengamankan sisi ekonomi nasional. Hal inilah yang membuat Indonesia kini keluar dari resesi ekonomi.

 

Baca Juga: Mukhtarudin: Penerapan Pajak Emisi Dorong Industri Mobil Ramah Lingkungan

Menurut Yose, perbaikan ekonomi nasional lebih disebabkan karena perbaikan kesehatan. Imbasnya, sambung dia, pengeluaran uang tidak lagi bersikap wait and see sehingga investor juga tak segan untuk menanamkan modalnya.

"Kita melihat situasi ini secara helicopter view, tidak bisa secara parsial. Jika hanya dilihat dari sisi kesehatan, kebijakan terkesan kurang tegas. Jika dilihat dari sisi ekonomi saja, kebijakannya terkesan terlalu membatasi. Ini harus dilakukan secara hati-hati dan dihitung dengan cermat, karena pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek ini," kata Yose. {ND}

fokus berita : #Airlangga Hartarto,