28 Oktober 2021

Melki Laka Lena Minta Harga Tes PCR Dikontrol Bisa di Bawah Rp.150 Ribu Secara Nasional

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta pemerintah mengontrol harga tes PCR secara nasional. Sebab, dia menemukan adanya perbedaan harga tes PCR di lapangan.

“Saya dengar kabar malah ada yang harganya itu bisa di bawah Rp 200 ribu, di bawah Rp 150 ribu malah. Ini bukan hal baru,” kata Melki ketika dihubungi kumparan, Rabu (27/10).

Terbaru, pemerintah telah menetapkan harga batas maksimal tes PCR di Pulau Jawa dan Bali Rp 275 ribu. Sedangkan di luar Pulau Jawa dan Bali Rp 300 ribu.

Baca Juga: Bamsoet Raih Teropong Democracy Award 2021 Kategori National Figure

Politikus Golkar itu menuturkan, harga Rp 300 ribu yang ditetapkan Presiden Jokowi masih bisa diturunkan lebih murah lagi. Ia juga meminta aparat aktif menindak tempat tes PCR yang masih menerapkan harga di atas ketetapan pemerintah.

“Lima bulan lalu, Gubernur Kalimantan Barat sudah mengatakan bahwa Rp 300 ribu saja sudah untung itu di Pontianak. Itu 5 bulan lalu dan mestinya harga itu lebih murah,” ungkap Melki.

“Terkait harga, harus dikontrol seperti arahan Pak Jokowi yang sudah diputuskan kemarin. Tidak boleh lebih, kalau lebih bisa ditindak tegas oleh para aparat,” lanjutnya.

Melki menuturkan, pemerintah seharusnya tidak hanya mengatur soal harga. Pemerintah harus mendorong tes PCR lebih cepat dan merata di seluruh daerah.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ikuti Kontes Ikan Cupang Golkar Jatim, Dari Nusantara Hingga Mancanegara

“Tes tersebar dan ada di berbagai penjuru negeri ini, terutama di seluruh ibu kota provinsi, daerah penghubung yang menjadi titik sentral dari setiap kepulauan untuk bisa bergerak ke ibu kota provinsi, dan berbagai daerah yang lain. Kami juga minta agar penilaian itu jangan sampai dalam waktu yang lama, kalau bisa 12 jam sudah ada hasilnya,” jelas dia.

Jika ada kontrol dari pemerintah, Melki menuturkan akan makin banyak orang melakukan tes PCR dan mengurangi permainan bisnis curang di dalamnya.

“Lebih baik orang secara massal mengikuti tes PCR dengan harga yang murah, daripada harganya mahal, sulit terjangkau, dan jadi barang permainan lagi seperti saat ini,” tutup dia. {kumparan}

fokus berita : #Melki Laka Lena