28 Oktober 2021

Ketua Golkar Surabaya, Arif Fathoni Ajak Pemuda Yang Peduli Iklim Demokrasi Gabung Parpol

Berita Golkar - DPD Partai Golkar Kota Surabaya mengajak pemuda di Kota Pahlawan bergabung ke partai politik. Ini disampaikan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, (28/10/2021).

Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni mengungkapkan kepedulian pemuda terhadap iklim demokrasi harus ditingkatkan. Ini selaras dengan semangat anak muda di masa perjuangan dahulu yang amat peduli terhadap demokrasi.

Dahulu, sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pemuda yang terdiri dari Jong Ambon, Jong Java, Jong Celebes dan lainnya, sudah punya kesadaran berbangsa. Yakni, dengan berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu Indonesia.

Baca Juga: Terpilih Pimpin AMPI Kabupaten Belitung, Ini Pesan Prima Kurnia Untuk Dicki Febriawan

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia dibangun dengan keberagaman suku, bangsa, agama dan lain sebagainya," kata Arif Fathoni, Kamis (28/10/2021).

Menurut dia, peran pemuda begitu penting dalam setiap babakan sejarah bangsa Indonesia. Di antaranya, lewat peran Sayuti Melik dan lainnya, sehingga muncullah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dewasa ini, lanjut dia, partai politik adalah salah satu instrumen demokrasi yang bisa dijadikan jembatan pengabdian kepada masyarakat secara luas. Di samping parpol, ada juga Non Goverment organisation (NGO) yang melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dukung Melek Literasi Digital, Puteri Komarudin Apresiasi 11 Layanan Digital Perpustakaan DPR RI

Pada momen sumpah pemuda ini, Partai Golkar Surabaya mengajak pemuda pemudi Surabaya untuk bergabung ke partai politik. Sekaligus, bisa mewarnai sistem demokrasi dengan cara pandang anak-anak muda.

"Kalau mau bergabung dengan Partai Golkar tentu kami berikan karpet merah dan peran seluas luasnya," ujar Toni panggilan akrab Arif Fathoni.

Toni mengatakan indahnya demokrasi tidak lepas dari peran mahasiswa. Mereka berjuang dengan penuh pengorbanan saat itu. Kewajiban bersama untuk tetap menjaga bahwa sistem demokrasi adalah jembatan mensejahterakan masyarakat.

"Ini konsensus kebangsaan yang telah disepakati, maka demokrasi jangan sampai bergeser dari tujuannya. Apalah arti demokrasi kalau tujuan besar mensejahterakan rakyat tidak tercapai," katanya.

Baca Juga: Survei LKPI: Elektabilitas Golkar Meningkat Hingga 17,1 Persen Karena Konsisten Dukung Jokowi

"Partai Golkar fokus tentang negara kesejahteraan, bagaimana sistem demokrasi sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, Partai Golkar membuat tagline "BerGolkar Itu Asyik". Ini tidak sekedar jargon, namun diimplementasikan dalam gerak nadi kehidupan berpartai sehari hari.

Sebagai Partai Politik yang sudah berusia 57 tahun, kata dia, Partai Golkar sesuai dengan nafas perjuangan pemuda pemudi Indonesia dimasa lalu. Yakni, mempertahankan konsensus kebangsaan yang sangat beragam karena Partai Golkar adalah jembatan kalangan nasionalis dan religius.

"Itulah kenapa sejak awal komposisi pengurus Partai Golkar mewakili akar sosial masyarakat yang beragam," katanya. {surabaya.tribunnews}

fokus berita : #Arif Fathoni