31 Oktober 2021

Ini Penjelasan Plt Ketua Aria Girinaya Terkait Dualisme Hasil Musda Golkar Kota Bekasi

Berita Golkar - Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jawa Barat Aria Girinaya yang juga Plt Ketua Partai Golkar Kota Bekasi mengatakan, dualisme musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi terjadi karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan mempertemukan dua kubu.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sampai memberikan amanat supaya masing-masing kubu yang mencalonkan diri bisa menyatu kembali dan selesai dari perpecahan agar bisa meraih kejayaan di Kota Bekasi. Diketahui, dua kubu yang bertarung adalah Ade Puspitasari dan Nofel Saleh Hilaby.

Giri membantah tudingan sebagai aktor dibalik terjadinya dualisme musda. Dia memastikan menghadiri dua musda tersebut secara normatif untuk menjaga kondusivitas di internal partai dan Kota Bekasi. Giri mengungkapkan, musda akhirnya diputuskan digelar pada 29 Oktober 2021 di Graha Bintang Mustika Jaya.

Baca Juga: Airlangga Minta Kader Golkar Aceh Bersatu Demi Raih Kemenangan di Pemilu 2024

"Kedua belah pihak, yaitu Ade Puspitasari dan Nofel Saleh Hasby menyetujuinya. Kedua pihak dipersilakan untuk merebut dukungan para Pengurus Kecamatan (PK)," kata Giri.

Giri mengatakan, pada saat perjalanan musda, pihak Nofel merasa tidak diberikan ruang cukup untuk ikut masuk arena musda. Dia pun membawa pasukan pengamanan dari Baladhika dan pihak luar.

"Saya bilang, kalau mau masuk di musda, tidak perlu pengamanan luar karena di dalam pun ada pengamanan internal. Akhirnya Nofel dan sejumlah timnya bisa masuk. Saat pembukaan, saya sampaikan bahwa Ketum (Airlangga Hartarto) meminta menjaga kondusivitas, tdk boleh ada benturan karena Golkar sedang bagus," jelasnya.

Baca Juga: Azka Aufary Ramli: Indonesia Harus Ambil Kesempatan Saat Dunia Alami Krisis Energi

Melihat situasi musda, Giri memeriksa kesiapan kepada Steering Committee dan ketua penyelenggara musda, ternyata situasi dinyatakan kondusif.

Karena itu, dia mengamanatkan musda bisa tuntas sesudah Salat Jumat atau sebelum Ashar. Terlebih ada tim pendamping dari DPD Partai Golkar Jabar yang memang dikenal sebagai penyelenggara musda yang kondusif. "Setelah pembukaan, saya berangkat ke Jakarta," katanya.

Ternyata ada kabar berikutnya bahwa Nofel menyebutkan akan melaksanakan musda di tempat lain, yakni Hotel Horison Kota Bekasi. Nofel mengklaim telah mendapat persetujuan dari Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar Ade Ginanjar.

Baca Juga: Ingin Masyarakat Sumbar Sehat dan Sejahtera, Darul Siska Gagas Program ‘Kampung Berkualitas’

"Saya tegaskan, bukan saya yang mengizinkan melaksanakan musda di tempat lain. Memang penanggung jawab organisasi itu adalah ketua, sekretaris, dan bendahara. Kebetulan dari DPD Jabar tidak hadir. Kemudian Plt itu saya, sekretaris tidak ada. Ketika butuh diskusi untuk memutuskan yang terbaik, saya harus memutuskan sendiri. Akhirnya saya berimprovisasi sendiri," kata dia.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jabar Achmad Hidayat dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Minggu (31/10/2021) menjelaskan, sesuai arahan pimpinan dan AD ART yang mengatur tata cara musda, Partai Golkar membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi semua pihak.

Sebelumnya, perhelatan Musda Golkar Kota Bekasi Jumat (29/10/2021) terjadi dua versi yakni versi Graha Bintang yang menghasilkan Ade Puspitasari sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, dan versi Hotel Horison yang memilih Nofel Saleh Hilaby. {tribun}

fokus berita : #Aria Girinaya