03 November 2021

Airlangga Jadi Capres 2024, Misbakhun: Golkar Hanya Tinggal Cari Koalisi 6 Persen

Berita Golkar - Politisi Partai Golkar Misbakhun mengungkapkan syarat bagi partai dan tokoh lain yang ingin berkoalisi dengan Golkar maupun Ketum Airlangga Hartarto. "Yang kita cari itu adalah tokoh yang memiliki daya ikat dan kemudian partainya memiliki daya tarik, sehingga mampu memiliki daya angkat," kata Misbakhun kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Misbakhun meyakini sosok Airlangga sudah mumpuni untuk bisa maju di Pilpres 2024. "Tugas Pak Airlangga sekarang adalah menjalankan perintah presiden, menangani masalah pandemi dan melakukan pemulihan ekonomi, dan rakyat sudah merasakan," tuturnya.

Anggota Komisi XI DPR itu mengatakan, suara di Pemilu 2019 juga bakal menjadi daya tarik bagi partai lain agar mau berkoalisi dengan Golkar. "Sekarang Pak Airlangga itu model 14,7 persen suara Golkar itu kan, tinggal nyari 6 persen. Strategi koalisi kita pikirkan belakangan dengan sebagai Ketua Golkar 14,7 persen untuk bisa mengajak berkoalisi adalah suara yang signifikan untuk menjadi daya ikat," paparnya

Baca Juga: Soroti Pencopotan 7 Perwira Polisi, Adies Kadir: Bukti Keseriusan Polri Menuju Presisi

Saat ditanya apakah akan berkoalisi dengan NasDem yang notabenenya sebagai partai pecahan Golkar, Misbakhun menjawab normatif. "Berkoalisi dengan siapa pun sangat mungkin bagi Golkar," ucapnya.

Harus Menang Jadi Syarat

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan syarat kepada partai politik lain yang akan berkoalisi denga pihaknya, di Pilpres 2024. Saat ditanya soal lobi politik jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024, Airlangga mengatakan syarat yang ditentukan adalah menang.

“Ada, syaratnya menang,” kata Airlangga usai meresmikan gedung baru Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) di Grha Beta, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Misbakhun Minta Pengembalian Defisit PDB Tak Korbankan Momentum Pemulihan Ekonomi

Airlangga mengatakan, komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai berjalan lancar. Namun, deklarasi pencalonan dirinya sebagai presiden menunggu jadwal yang ditetapkan KPU. “Deklarasi sesuai jadwal KPU, yang penting seluruh jaringannya siap,” ujarnya.

Terkait MKGR, Airlangga berharap ormas itu harus didorong agar ujungnya bisa merebut hati rakyat untuk memenangkan Partai Golkar. MKGR merupakan salah satu ormas pendiri Partai Golkar. Dengan diresmikannya gedung baru MKGR, diharapkan ada semangat baru.

Rencananya, gedung tersebut bakal dijadikan markas kampanye pemenangan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024. “Mesin partai panas terus, jangan dimatiin. Untuk meyakinkan mesinnya sampai, bensinnya cukup, mesinnya sudah diservis. Jadi dengan kantor baru, semangat baru, mesin baru untuk memenangkan partai,” ucapnya.

Baca Juga: Usung Airlangga Di Pilpres 2024, Golkar Disarankan Jadikan Kepala Daerah Potensial Sebagai Cawapres

Ketua Umum MKGR Adies Kadir mengatakan gedung ini akan menjadi markas kampanye pemenangan Airlangga Hartarto pada Pilpres 2024. "Yang pasti Ormas MKGR ingin memaksimalkan dan membantu Partai Golkar bersama seluruh kader-kader Ormas MKGR seluruh Indonesia. Untuk mendukung kebijakan Partai Golkar, baik pilkada, pileg, dan pilpres," ujarnya.

Adies mengatakan, gedung ini terdiri dari 4 lantai perkantoran dan 1 basement, dengan luas 1.405 m2. Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mengatakan, kantor Ormas MKGR di daerah-daerah juga terus bergerak untuk pemenangan Partai Golkar.

"Insyaallah, nanti ada 3 provinsi yang akan ada gedung Ormas MKGR yang representatif, di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Setelah 3 provinsi ini, akan diikuti daerah lainnya. Kita semua terus bekerja keras untuk kemenangan Golkar di 2024," paparnya.

Baca Juga: Tak Ada Manfaatnya Bagi Petani, Bagus Adhi Mahendra Putra Minta Subsidi Pupuk Dihentikan

Peresmian gedung Ormas MKGR dilakukan bersamaan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan pemotongan tumpeng.

Wajib Menang di Pilpres

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengajak semua kader partai berlambang pohon beringin itu, semakin kompak dan solid menuju Pemilu 2024. Dia menegaskan, bertepatan dengan HUT ke-57, tahun 2024 menjadi penting untuk Partai Golkar. Tahun 2024, lanjut Airlangga, menjadi momentum Golkar berusia 60 tahun atau enam dekade.

"Menuju enam dekade Partai Golkar, kita harus torehkan sejarah bahwa Partai Golkar akan kembali merebut kemenangan dalam pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah,” kata Airlangga dalam sambutan HUT ke-57 Partai Golkar, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Asep Syarifudin: Siap Rebut Kembali Kejayaan Golkar Di Kabupaten Karawang Di Pemilu 2024

Airlangga meminta seluruh pengurus Golkar memiliki peta jalan menuju 2024. Dia menegaskan, Golkar sudah memiliki modal kemenangan 62 persen di Pilkada 2020, untuk memantapkan konsolidasi internal.

Golkar juga harus mulai melakukan rekrutmen saksi di setiap TPS dan sosialisasi Ketua Umum Golkar pada 2021. “Tahun 2022, penugasan para fungsionaris Partai Golkar tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang merupakan pasukan darat. Sudah diterjunkan ke daerah-daerah untuk menyosialisasikan partai dan calon presiden dari Golkar.”

"Mulai 2023, menjadi tahun memantapkan pemenangan disertai penggalangan opini di daerah, untuk menyukseskan program dan capres dari Golkar," ungkap Menko Perekonomian itu.

Baca Juga: Luar Biasa! Tantowi Yahya: 2nd Pacific Exposition Catat Transaksi Hingga Rp.1,48 Triliun

Airlangga mengaku sudah menargetkan Golkar bisa menang 20 persen pada Pileg 2024. "Sementara untuk pemilihan presiden, kita harus menang. Pilkada 2024 kita menargetkan kemenangan 60 persen,” ucap Airlangga.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan, masih ada waktu sekitar tiga tahun untuk mengonsolidasikan kekuatan partai beringin. Ia meminta seluruh kader menyatukan gerak untuk meraih simpati dan merebut hati masyarakat agar memberikan kepercayaan kepada Golkar.

Semua Kader Wajib Pasang Foto Ketum

DPP Partai Golkar menginstruksikan seluruh kader memasang foto Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024, dalam bentuk baliho atau billboard dan videotron. Hal itu berdasarkan surat bernomor Sprin 23/DPP/Golkar/VII/2021.

Dokumen itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin, Sabtu (3/7/2021).

"Pemasangan billboard/videotron berlaku mulai tanggal 21 Juli 2021 s/d 31 Juli Desember 2021. Melaksanakan perintah ini sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab demi kebesaran Partai Golkar," begitu isi surat tersebut, dikutip Tribunnews, Senin (5/7/2021).

Baca Juga: Kader Golkar Bulukumba Ramai-Ramai Hengkang Ke PKB, Ini Reaksi Ketuanya Nirwan Arifuddin

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily membenarkan surat perintah tersebut. Ace mengatakan surat tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar pada Maret 2021.

"Instruksi ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rakernas dan Rapimnas Maret 2021 yang lalu. Yang menginstruksikan seluruh kader Partai Golkar untuk menyosialisasikan Ketua Umum Partai Golkar kepada seluruh masyarakat," kata Ace kepada wartawan.

Tak Punya Musuh dan Banyak Teman, Mudah Dipasangkan dengan Siapa Saja

Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan, Airlangga Hartarto mudah bergaul dengan siapa saja. Sehingga, tak sulit membangun koalisi pada Pilpres 2024. Golkar telah menegaskan bakal mengusung Airlangga sebagai calon presiden pada 2024, dan saat ini tengah membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai.

Baca Juga: Bamsoet Serahkan Sertifikat Penghargaan untuk Nakes dan Relawan Vaksinasi COVID-19

"Untuk saat ini kita bicara dengan semua, maksudnya kita buka komunikasi dengan semua. Pak Airlangga kan sosok yang mudah kita pasangkan dengan semua orang,” ujar Meutya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2021).

Meutya juga menekankan, Airlangga selama ini mudah berkawan. Bahkan, kata dia, Airlangga juga tidak memiliki musuh. “Beliau enggak ada musuh, kawan banyak, jadi enggak sulit," katanya.

Teranyar, pada Sabtu (5/6/2021) lalu, Airlangga bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). RK salah satu tokoh yang masuk dalam bursa capres pada 2024. Dalam pertemuan, RK bahkan menggunakan baju kuning.

Baca Juga: Anggota DPRK Bireun Iskandar Is Meninggal Dunia, Politisi Golkar Yang Awalnya Guru SD dan PNS

"Kita lihat siapa yang mendampingi Pak Airlangga. Kalau Pak RK pakai baju kuning tanya Pak RK. Tapi kita membuka peluang dengan semua," ucapnya.

Intensif dengan NasDem

Soal klaim NasDem yang mengaku intensif komunikasi dengan Golkar, Meutya mengakui. Tapi, dia menegaskan, Golkar komunikasi dengan siapa saja. "Betul dengan semua, tidak hanya NasDem," terang Meutya.

Ihwal rencana NasDem yang hendak membentuk konvensi calon presiden guna menjaring para tokoh terbaik, Golkar menegaskan hal itu tak ada dalam pembicaraan. "Kalau konvensi tidak ada dalam pembicaraan kita," sebutnya.

Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Saan Mustofa sebelumnya mengungkapkan, Nasdem tengah membuka komunikasi intensif dengan Partai Golkar untuk koalisi Pilpres 2024. Saan bilang, Nasdem dan Golkar punya persamaan platform dan historis.

Baca Juga: HUT Ke-57 Golkar Grobogan, Padmasari Mestikajati Bagikan Sembako Untuk Warga Yang Divaksin

"Kita komunikasinya intensif dengan Golkar, karena kita punya persamaan platform sampai ada sisi historisnya itu kita lakukan secara intensif," beber Saan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Saan bilang, NasDem berkoalisi dengan Golkar sudah cukup untuk mengusung pasangan calon presiden. Namun, Nasdem tetap membuka komunikasi dengan partai lain, meski sudah cukup syarat ambang batas.

"Karena kalau Golkar dengan NasDem berkoalisi itu sudah cukup untuk mengusung dengan pasangan calon presiden. Itu sudah lebih dari 20 persen. Komunikasi itu terus dilakukan secara intensif, walaupun kita juga berkomunikasi dengan partai-partai lain untuk membangun koalisi, agar dalam kontestasi presiden bisa memenuhi persyaratan," jelas Wakil Ketua Komisi II DPR ini.

Baca Juga: Cegah Risiko Gelombang Ketiga COVID-19, Mukhtarudin: Gencarkan Testing dan Tracing

Airlangga-Anies Dinilai Serasi

Pasangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dinilai sebagai pasangan serasi di Pilpres 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menerangkan, keduanya akan mampu mengoptimalkan suara pemilih.

"Keduanya miliki basis suara berbeda, sehingga saling melengkapi. Airlangga dengan soliditas suara Golkar, Anies dari ceruk suara personalnya," ujarnya saat dihubungi, Senin (7/6/2021).

Dedi berujar, Anies berpotensi meraih suara publik yang lebih luas dibandingkan figur potensial lainnya. Anies dianggap dapat diterima semua identitas pemilih di Tanah Air. "Ini berbeda, misalnya, dengan Ganjar yang hanya dominan di identitas Jawa," ucapnya.

Baca Juga: Akbar Tandjung: Golkar Partai Pertama Yang Gelar Konvensi Capres

Faktor berikutnya, kapasitas. Kedua, menurut Dedi, memiliki prospek kepemimpinan nasional cukup baik. Airlangga misalnya, dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat posisi krusial selain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"(Dia) dibebankan memimpin KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Presidensi G-20. Kondisi itu jelas penanda kapasitas Airlangga sangat diperhitungkan," ulasnya.

Sedangkan Anies, telah menjadi tokoh nasional. Ini tecermin dari pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, imbas inisiasinya dalam dunia pendidikan.

"Artinya, Airlangga-Anies bisa diandalkan secara ketokohan. Tinggal bagaimana Anies meyakinkan parpol (partai politik) untuk menyokongnya agar potensi keterusungannya terbuka," papar Dedi. Di sisi lain, Dedi berpendapat, Airlangga berpeluang menjadi figur paling siap menghadapi kontestasi 2024. {wartakota.tribunnews}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Misbakhun