03 November 2021

Dukung Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Bamsoet: Dia Sangat Berpengalaman!

Berita Golkar - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mendukung KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI. Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan, Andika memiliki banyak pengalaman.

"Ia juga meraih Bintang Yudha Dharma adalah sebuah tanda kehormatan yang dikeluarkan oleh angkatan bersenjata yaitu Kapolri dan TNI secara bersama. Sebagai perwira lulusan Akademi Militer 1987, Jenderal Andika Perkasa sangat berpengalaman dalam Infanteri,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/11).

“Bahkan, ia mengawali kariernya sebagai perwira pertama infanteri di jajaran korps baret merah (Kopassus) Grup 2 /Para Komando dan Satuan-81 /Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus selama 12 tahun," lanjut dia.

Baca Juga: Tak Ada Manfaatnya Bagi Petani, Bagus Adhi Mahendra Putra Minta Subsidi Pupuk Dihentikan

Jika direstui DPR, Andika akan menghadapi berbagai macam tantangan. Bamsoet berharap Andika dapat menyelesaikan berbagai persoalan dan meneruskan capaian TNI selama ini termasuk menjaga kepercayaan rakyat terhadap TNI.

"Sesuai amanat UU, Panglima TNI memiliki peran strategis dalam memimpin TNI, melakukan kebijakan pertahanan negara, menjalankan strategi militer, melakukan operasi militer, menjalankan doktrin TNI,” ucap Bamsoet.

“Memberikan pertimbangan kepada Menteri Pertahanan dalam pemenuhan kebutuhan dan komponen pertahanan, serta memberikan pertimbangan dalam menyusun dan melaksanakan perencanaan strategis dan sumber daya nasional untuk pertahanan negara," terang mantan Ketua Komisi III DPR RI ini.

Baca Juga: Beri Efek Positif Ke Pariwisata RI, Gde Sumarjaya Linggih Apresiasi Tim Ekonomi di KTT G20 Roma

Bamsoet kemudian menyoroti masalah alutsista. Ia meminta Panglima TNI baru bisa memperkuat alutsista Indonesia dan memberi pertimbangan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait kebutuhan pertahanan.

"Pada tahun 2024, jumlah kekuatan Alutsista MEF masing-masing matra TNI ditargetkan sudah bisa terpenuhi. Antara lain, Matra Darat dengan 723.564 senjata ringan, 1.354 meriam/roket/rudal, 3.738 kendaraan tempur, dan 224 pesawat terbang," ucap politkus Golkar tersebut.

“Matra Laut dengan 182 unit KRI, 8 kapal selam, 100 pesawat udara, dan 978 kendaraan tempur marinir. Sedangkan Matra Udara dengan 344 pesawat, 32 radar, 72 peluru kendali, dan 64 penangkis serangan udara,” tutupnya.

Baca Juga: Luar Biasa! Tantowi Yahya: 2nd Pacific Exposition Catat Transaksi Hingga Rp.1,48 Triliun

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memilih KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI pada Rabu (3/11). Ia akan menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang memasuki masa pensiun pada 8 November.

Mensesneg Pratikno mengatakan keputusan memilih Andika sebagai calon Panglima TNI ditetapkan sebelum Jokowi berangkat ke Eropa untuk melakukan kunjungan kerja. {kumparan}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet