06 November 2021

Dirumuskan Tokoh-Tokoh Kompeten, Ace Hasan: Golkar Institute Bukan Sekolah Kaleng-Kaleng

Berita Golkar - Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa pendidikan politik yang dilakukan Partai Golkar bukan pendidikan politik “kaleng-kaleng” alias asal-asalan. Hal itu disampaikan Ace pada pembukaan pendidikan politik yang diselenggarakan Golkar Institute bekerjasama dengan DPD Partai Golkar Jabar, Kamis (4/11/2021) di Kota Bogor.

Ace Hasan yang juga Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute mengatakan bahwa salah satu pendidikan yang dilakukan Partai Golkar adalah melalui Golkar Institute.

Menurutnya, pendidikan Golkar Institute dirumuskan oleh para akademisi yang bereputasi nasional dan internasional. Diantaranya Ace menyebut: Prof Kishore Mahbubani, Prof Ginandjar Kartasasmita, Prof Sofian Effendi, Prof Eko Prasodjo, Prof Eduardo Araral, Stavros Yianouka Ph.D.

Baca Juga: Dave Laksono Sebut Kesejahteraan Prajurit, Modernisasi Alutsista dan Mitigasi Konflik Jadi Tugas Panglima TNI Baru

“Golkar Institute ini bukan sekolah kaleng-kaleng. Tapi dirumuskan para orang-orang yang berkompeten”, kata Ace.

“Golkar Institute merupakan sekolah partai, yang diharapkan mencetak kepemimpinan politik yang transformatif, kompeten, inovatif, berintegritas, memiliki etos kerja yang tinggi dan berdaya saing dalam mewujudkan good governance menuju indonesia maju”, lanjut Ace.

“Agar kader terbaik Partai Golkar bisa menunjukkan kualitasnya. Diharapkan mampu untuk merumuskan kebijakan yang tepat, sesuai dengan harapan rakyat. Kita harapkan kader-kader mampu merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, sambung Ace.

Baca Juga: Mal Dibuka 100 Persen Di Wilayah PPKM Level 1, Mukhtarudin: Semoga Bangkitkan Ekonomi Nasional

Selanjutnya, Ace mengatakan bahwa pendidikan politik ini merupakan yang pertama. Nantinya, Golkar Institute akan bekerjasama dengan DPD Golkar provinsi lain seperti Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendidikan politik ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Erwin Aksa. Erwin mengatakan bahwa Partai Golkar terus melakukan pendidikan politik meski dalam kondisi pandemi.

Ia menyontohkan pendidikan yang digelar Golkar Institute dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan kasus Covid 19. “Ketika PPKM kita melakukan pelatihan (pendidikan) secara online”, kata Erwin.

Baca Juga: Idrus Marham: Ketua Golkar Tak Secara Otomatis Bisa Jadi Cagub

Kepada para peserta, yang semuanya berusia di bawah 40 tahun, Erwin menyampaikan bahwa saat ini Partai Golkar terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Ia juga menyampaikan bahwa Partai Golkar akan berupaya meraup suara dari kalangan generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda kini memegang peranan penting di berbagai bidang.

“Sebagai partai yang terus berinovasi, kita harus melihat secara baik, secara ilmiah, bagaimana Partai Golkar bisa bertransformasi ke depan. Karena mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman. Anak-anak muda adalah pelaku perubahan baik itu di teknologi, industri dan lain-lain”, lanjut Erwin.

Reynaldi, Ketua Pelaksana Pendidikan Politik menyampaikan bahwa sejak dibuka pendaftaran, ada sebanyak 200 orang yang mendaftar. Kemudian panitia menyeleksi dan terpilihlah sebanyak 50 orang.

“Yang mau ikut ada 200 lebih. Ini dibatasi hanya 50 orang. Jadi banyak yang tidak bisa ikut. Jadi mohon maaf ini. Bahkan ada yang dari Bogor tidak bisa ikut”, kata Reynaldi dalam laporan panitia. {visi.news}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily