09 November 2021

Pengamat Politik UIN: Pertarungan Pilpres 2024 Antara Prabowo-Puan Vs Airlangga-Anies

Berita Golkar - Beragam prediksi perihal peta politik pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kerap bermunculan. Salah satunya, kemunculan poros PDIP-Gerindra dan poros Golkar-NasDem yang akan bertarung di laga perhelatan lima tahunan tersebut.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Gun Gun Heryanto, menilik kemungkinan pertarungan poros tersebut. Dirinya melihat pergerakan aktor-aktor partai politik memiliki kecenderungan akan terdapat tiga poros di Pilpres.

Kemungkinan, kata dia, poros pertama akan diisi PDIP dan Gerindra. Poros kedua, Nasdem, Golkar, dan PKS. Sedangkan poros ketiga akan diisi oleh partai-partai menengah, seperti PKB, PPP, PAN, dan Demokrat.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi Jadi Ketua AMPI Bali, Putra Demer Agung Linggih Bidik Kursi DPR Dari Dapil NTB

Gun Gun mengatakan poros pertama akan mencalonkan pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Puan Maharani.

"Secara chemistry tidak ada masalah Prabowo dan Mega. Kedua, akan diinisiasi oleh Golkar dan NasDem. Golkar akan menjadikan Airlangga sebagai kandidat yang didorong. Entah itu RI 1 atau RI 2," ucap Gun Gun di Jakarta.

Gun Gun memprediksi, Airlangga bisa dipasangkan dengan sejumlah kepala daerah yang memiliki tingkat keterpilihan cukup tinggi. Seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca Juga: Lumbung Suara Partai, Zainudin Amali Minta Kader Golkar Menangkan Airlangga Hartarto di Sulsel

"Ini akan jadi pertimbangan poros kedua, yang dimotori Golkar dan NasDem. Karena masih butuh 1 partai lagi, kemungkinan ada di PKS. Makanya kalau kita lihat beberapa komunikasi intens. Tapi masih dinamis," tutur Gun Gun.

Sedangkan, poros ketiga akan dimotori oleh partai-partai tengah. Namun, menurut Gun Gun, butuh sosok atau figur yang bisa diterima oleh semua partai.

"Yang paling penting soal skema masing-masing partai, keuntungan untuk kekuasaan di kemudian hari," ucap pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini.

Baca Juga: Demi Jaga Marwah Partai, Ketua PDK Kosgoro 1957 Desak Golkar Jabar Selesaikan Dualisme Golkar Kota Bekasi

Ia juga melihat mulai munculnya nama-nama tokoh politik yang kemungkinan akan maju di Pilpres. Dia mencontohkan, nama Airlangga dimunculkan ke publik untuk menggerakkan mesin partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Partai Golkar memunculkan nama Airlangga untuk menggerakkan mesin partai. Supaya punya soliditas. Dia menjadikan Pilpres terakhir pelajaran berharga, ketika tidak ada sosok nama, kecenderungan mesin partai itu geraknya lambat," kata Gun Gun.

Dinamis

Politikus Golkar Sarmuji mengatakan, bahwa konfigurasi politik masih bisa berubah atau dinamis. Ini karena Pemilu 2024 masih tiga tahun lagi. "Pemilu masih jauh, konfigurasi politik masih bisa berubah," katanya di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

Baca Juga: Rapatkan Barisan, Golkar Bagikan 5 Ribu KTA Untuk Kader di Karangasem Bali

Menurutnya, partai Golkar bisa berkomunikasi baik dengan siapa saja untuk Pilpres 2024. Golkar juga terbuka jika ada partai mau bekerja sama.

Sementara itu, politikus PDI Perjuangan (PDIP), Hendrawan Supratikno merespons prediksi wacana PDIP-Gerindra melawan Golkar-NasDem pada Pilpres 2024 mendatang. Dirinya mengaku tidak ingin berspekulasi.

Menurutnya, seorang politisi tidak bisa berperan sebagai pengamat. Selain itu, lanjut dia, persoalan koalisi Pilpres dan Pemilu 2024, masih melalui proses panjang. Saat ini belum ada urgensi untuk membahasnya.

Baca Juga: Semarakkan HUT Ke-63 NTT, Melki Laka Lena: Golkar Siapkan Acara Di Empat Titik Strategis

Banjir Dukungan

Sebelumnya, sejumlah tokoh muda dan tokoh tua dari Indonesia timur menginginkan dan mendorong Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan, maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Kami ingin Pak Anies Baswedan bisa memimpin Indonesia," kata H Ushak Dapubeang tokoh asal Nusa Tenggara Timur sekaligus pimpinan Pesantren Izatul Islam Bogor, Jawa Barat, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Hal itu ia sampaikan berkaca dari tingkat kesejahteraan warga DKI Jakarta sejak dipimpin Baswedan. Bahkan, para tokoh dari Indonesia timur mengaku "iri" dengan warga ibu kota karena mendapat berbagai pelayanan dan kemudahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga: Kebijakan Tes PCR Jadi Syarat Bepergian, Darul Siska: Bikin Bingung, Masyarakat Kesal dan Sebal

"Warga Jakarta bisa memperoleh berbagai kemudahan tidak lepas dari figur Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Kami pun selaku warga Indonesia timur ingin hidup sejahtera seperti warga Jakarta," kata dia. {harianterbit}

fokus berita : #Gun Gun Heryanto #Airlangga Hartarto