10 November 2021

Gerbong Eks Pemain Hingga Pengurus Juku Eja Masuk Pengurus Golkar Kota Makassar Di Bawah Munafri Arifuddin

Berita Golkar - Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin resmi memperkenalkan seluruh pengurusnya ke publik baru-baru ini. Sebanyak 341 orang tercatat dalam struktur kepengurusannya untuk lima tahun ke depan.

Menariknya, Appi sapaannya membawa gerbong PSM ke Golkar Makassar. Beberapa panitia, mantan pemain hingga suporter Juku Eja menjadi pengurus Beringin rimbun itu.

Tiga nama pertama yakni Sumirlan, Bahar Muharram dan Irvin Museng. Ketiganya memang merupakan mantan pemain PSM beda generasi.

Sumirlan ialah mantan Direktur PSM, sekaligus eks kapten Juku Eja era 80-an. Ia juga pernah maju calon legislatif (Caleg) pada 2019 lalu melalui PPP. Di Golkar Makassar, ia menjadi Wakil Ketua Bidang Buruh dan Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Terjebak Macet, Ibu Warga Rembon Melahirkan di Mobil Legislator Golkar Tana Toraja Bertha Pidun

 

Bahar Muharram menjabat sebagai anggota bagian pemenangan pemilu wilayah IV. Saat ini, ayah Asnawi Mangkualam itu merupakan asisten pelatih PSM.

Irvin Museng dipercaya sebagai Ketua Bagian Infrastruktur. Jebolan top skor piala dunia junior ini memang merupakan pebisnis di bidang bangunan atau kontraktor.

Selanjutnya Sauleng Rauf diberi amanah sebagai Ketua Bagian Penggalangan Massa. Di Juku Eja, ia menjadi security officer dan Vice Chairman LOC PSM.

Ali Gauli Arief dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Tani, Nelayan dan Kemaritiman. Di PSM, ia menjabat sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan. Sementara Azis Djarre diberikan posisi sebagai Ketua Bagian Informasi Teknologi. Di PSM, ia menjabat sebagai Koordinator tiket.

Baca Juga: Langkah Mulus Erna Rasyid Taufan Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Parepare

Adapun Sadakati Sukma diberi amanah sebagai Ketua Bagian Kaderisasi. Sadat sapaannya merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Red Gank, salah satu suporter terbesar Juku Eja. Sadat membenarkan ia bergabung ke Golkar Makassar. "Kuning (Golkar) dulu toh, nanti lagi merah (PSM)," singkatnya.

Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Irianto Ahmad mengatakan pihaknya tak asal memasang nama orang sebagai pengurus. Melainkan sudah mendapatkan persetujuan dengan yang bersangkutan.

"Kita menginginkan komitmen pribadi terhadap organisasi. Dan mereka sudah melakukan itu. Iya, sebelum pengesahan kepengurusan (pakta integritasnya). Jadi kalau mereka memang tidak mau, ya kita ganti," kata Anto pada Selasa (9/11).

Soal gerbong PSM yang menjadi pengurus Golkar Makassar, Anto menuturkan tak melihat dari sisi itu. Namun melihat setiap usaha kader bagaimana bisa membesarkan Golkar.

Baca Juga: Bamsoet Minta Pemerintah Fokus Tekan Lonjakan Kasus COVID-19 di 155 Kabupaten/Kota

"Bukan kita melihat dari hubungan itu. Tapi kita melihat kemampuan pribadi dalam berorganisasi. Khususnya berpartai politik," ujarnya.

Walau begitu, Anto menerangkan Golkar Makassar akan tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus. Jika dinilai tak berkontribusi, maka siap-siap saja diganti.

"Makanya ada evaluasi yang akan kita lakukan setiap semester, misal 9 bulan atau 1 tahun sekali. Apalagi ini sudah mendekati verifikasi. Makanya kita akan melihat kinerja dari pengurus," terangnya.

Eks Dirut PD Parkir Kota Makassar ini menjelaskan, selanjutnya semua pengurus diminta melakukan konsolidasi internal. Lalu memaparkannya kepada pengurus teras.

Baca Juga: Golkar Maluku Lengkapi Berkas Misel Tasane Gantikan PAW Almarhum Aty Murniaty Hentihu

"Kita akan berikan tugas-tugas awal dengan mereka melakukan konsolidasi setiap bidang. Misalnya wakil ketua, sekretarisnya dan kepala bagiannya. Dan apa yang mereka lahirkan dari konsolidasikan, demi kerja-kerja elektoral partai dan kepentingan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Appi menegaskan bahwa mereka yang menjadi pengurus sudah siap bekerja keras untuk Golkar. Ia pun mendorong kepada semua pengurusnya agar bisa menjaga komitmennya.

"Saya mau orang-orang yang mau berjuang dan mati untuk Partai Golkar. Kita punya pengalaman menang, kita harus berada pada pola terbaik membawa marwah Golkar ke puncak," tegasnya.

Baca Juga: Garuda Kritis, Misbakhun Wanti-Wanti Pemerintah Tak Hanya Suntik Dana Tapi Ubah Model Bisnis

Mantan Calon Wali Kota Makassar ini pun menargetkan bisa segera merampungkan struktur pengurus hingga kecamatan. Ia berharap bisa tuntas tahun ini.

"Targetnya sebelum 31 Desember karena seluruh kegiatan partai ini ujungnya adalah pemenangan, elektoral. Jadi konsolidasi itu harus selesai dalam waktu yang tepat," tandasnya. {makassar.sindonews}

fokus berita : #Munafri Arifuddin